Mohon tunggu...
Visca
Visca Mohon Tunggu... Lulusan arsitektur Universitas Indonesia, yang walaupun sudah tak berprofesi arsitek, tetap selalu suka menikmati segala bentuk arsitektur. Pernah tinggal di Maroko, Belanda, Thailand, dan tentunya Indonesia.

Traveller. Baker. Crafter.

Selanjutnya

Tutup

Travel Artikel Utama

"Golden Gate Bridge" yang Tidak "Gold"

9 Agustus 2019   08:38 Diperbarui: 10 Agustus 2019   12:32 0 5 1 Mohon Tunggu...
"Golden Gate Bridge" yang Tidak "Gold"
Sumber: dokpri

Siapa yang tidak kenal dengan Golden Gate Bridge di Amerika Serikat. Selain patung Liberty, salah satu ikon yang acapkali dipakai untuk menggambarkan Amerika Serikat, adalah Golden Gate Bridge. Jembatan ini terletak di San Fransisco, yang termasuk dalam Negara bagian California.

Sebetulnya sudah lama saya penasaran dengan Jembatan ini. Namanya Golden Gate tetapi kok warnanya bukan gold. Warna resminya adalah International Orange. Seperti biasa, rasa penasaran biasanya berbuah baik. 

Saya jadi tergelitik untuk mencari tahu lebih banyak tentang jembatan ini. Hasil kulik sana sini, pengetahuan saya tentang jembatan ini bertambah. Ternyata nama Golden Gate diambil dari nama Selat Golden Gate, yaitu selat yang berada di antara San Fransisco dan Marin County, California. 

Selat ini menjadi pintu masuk ke teluk San Fransisco dari Samudera Pasifik. Pertanyaan berikutnya, kenapa selat ini namanya Golden Gate? Ternyata ada sejarahnya juga. Adalah John C Fremont, seorang tentara, penjelajah dan juga salah satu kandidat presiden Amerika yang "bertanggung jawab" atas penamaan selat tersebut. 

Pada tahun 1846, ketika ia berdiri di teluk San Fransisco dan memandang ke selat itu, ia teringat akan selat di Pelabuhan Byzantium Chrysoceras (Chrysoceras artinya Golden Horn), yang berlokasi di Constantinople atau Istanbul sekarang ini. 

Untuk selat di San Fransisco, Fremont menggunakan istilah dalam bahasa Yunani, yaitu Chrysopylae yang artinya Golden Gate.

Pelabuhan Byzantium Chrysoceras sumber: heijing.co
Pelabuhan Byzantium Chrysoceras sumber: heijing.co
Pada masa itu, San Fransisco yang merupakan salah satu kota besar di Amerika, namun mempunyai tingkat pertumbuhan yang lebih rendah dibanding dengan rata-rata pertumbuhan kota-kota lainnya di Amerika. 

Hal ini dikarenakan tidak mudahnya rute untuk ke sana. Hanya bisa mengandalkan jasa feri. Sebelum ada jembatan, satu-satunya rute dari dan ke San Fransisco adalah menggunakan jasa ferry. 

Tingginya volume untuk rute tersebut, dapat kita lihat dari pencapaian Perusahaan feri Golden Gate yang menjadi perusahaan feri terbesar di dunia pada saat itu.

Kondisi tersebutlah yang menginspirasi dibangunnya jembatan, agar koneksi antara San Fransisco dengan tempat lainnya menjadi lebih mudah. Namun banyak yang menyangsikan ide ini. Para ahli teknik dan konstruksi mengatakan tidak mungkin untuk membangun jembatan, mengingat lebar selat yang mencapai 2.042 meter. 

Belum lagi posisinya yang langsung menghadap ke Samudera Pasifik, menghasilkan arus pasang surut yang kuat. Juga lokasinya yang diapit tebing membentuk "terowongan angin" sehingga aliran angin di sana menjadi sangat kencang, mencapai hampir 100 km/jam. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2