Mohon tunggu...
Verrell Elektranto
Verrell Elektranto Mohon Tunggu... Penulis - Author

Seorang pemuda yg gemar menulis dan mengulas persoalan bangsa yang kerap terjadi di tanah air.

Selanjutnya

Tutup

Politik

Sang Pemimpi

24 September 2020   17:50 Diperbarui: 24 September 2020   17:57 131
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Menjadi Pemimpin Rakyat atau Pemimpin besar Bangsa sekalipun bukanlah hal yang mudah. Diperlukan keniscayaan, kegigihan, tekad kuat serta Garis Tangan Tuhan YME. Tapi itulah mimpi besar dari seorang pemuda bodoh yang sangat cinta dengan bangsa dan tanah airnya.

Namun, Pemuda yang masih bodoh dan dangkal akan ilmu itu tidak patah semangat. Baginya, dunia masih teramat luas untuk dijelajahi. Pemuda itu percaya bila sesuatu dikerjakan dengan kesungguhan hati dan ketulusan dalam mengabdi kepada rakyat, niscaya Allah SWT akan tunjukkan jalan dari arah yang tidak disangka. Man Kanna lillah Fakanallahu (Barangsiapa yang bekerja untuk rakyat, sejatinya ia bekerja untuk Allah)

Berawal dari masa kecilnya sewaktu SD, beruntungnya pemuda itu lahir dengan berkecukupan. Meski berkecukupan, Orang tuanya selalu mendidik pemuda itu untuk tetap merakyat. Dalam arti, setiap paginya pemuda itu harus memakai becak ke sekolahnya. Kebetulan jarak antara rumah dengan sekolahnya tidak begitu jauh.

Memasuki masa SMP, pemuda itu mulai memakai ojek pangkalan sebagai transportasi utamanya. Di masa SMPnya, Pemuda itu mulai liar. Liar dalam beride, beraksi dan berorasi. Beruntungnya, pemuda itu memiliki sahabat-sahabat dari SMP yang masih menemaninya hingga saat ini untuk berjuang dalam melawan congkaknya dunia. Namun, kini sahabat-sahabat pemuda tersebut telah berkiprah di bidang masing-masing. Ada yang berkiprah di Entertainment, Edukasi tentang mindset, IT dan UMKM.

SMA adalah masa yang paling indah bagi remaja yang baru memasuki masa transisi menuju orang dewasa. Sewaktu SMA, Pemuda itu semakin liar dalam beride maupun bertindak. Bahkan ketika pemuda itu sudah mendapat kepercayaan untuk membawa mobil pribadi orang tua, pemuda itu mengecewakan orang tuanya. Dengan menabrak salah satu pembatas jalan busway di daerah Jakarta yang berakhir dengan kecelakaan tunggal.

Semasa kelas 12nya, pemuda itu selalu duduk bersama 4 sahabatnya karena kebetulan mereka satu kelas. Salah satu sahabatnya sudah sukses menjadi anggota dewan di kota Tangerang dengan suara terbanyak di dapilnya. Uniknya, pemuda itu juga memiliki seorang sahabat yang kental sekali akan jiwa petarung. Kini sahabat tersebut sudah sukses menjadi pilot di salah satu maskapai penerbangan. Dua sahabatnya lagi sedang sama-sama berjuang di salah satu organisasi yang sedang dirintis bersamanya.

Menariknya lagi, pemuda itu dipertemukan dengan 2 sahabat yang mengajarkan tentang nilai kehidupan dan cinta. Kebetulan mereka berdua memang saling bersahabat. Kini mereka berdua sedang merintis bisnis di kota pempek.

Pemuda itu nyaris kehilangan nyawanya hingga 3 kali. Kalau bukan karena kebesaran dan pertolongan Tuhan Yang Maha Esa, Pemuda itu sudah berakhir di liang lahat kubur dengan dosa memenuhi langit dan bumi. Setelah berbagai tragedi, akhirnya pemuda itu memutuskan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan YME. Meski sebagai pendosa, setidaknya pemuda tersebut mendapat ketenangan jiwa setiap ia menghadap kepada Tuhan YME.

Semasa kuliahnya di salah satu kampus favorit swasta Bandung, lagi-lagi pemuda itu berulah kembali. Dengan ide gilanya ingin membangun startup inovatif, pemuda itu rela meninggalkan perkuliahannya. Padahal, Orang tua dan kakaknya telah banting tulang untuk membiayai perkuliahannya. Di samping itu, pemuda itu juga dipertemukan dengan 3 sahabat barunya di kampus tersebut. Bersama mereka, pemuda itu membangun Startup Inovatifnya.

Seiring berjalannya waktu, startup tersebut berakhir dengan gulung tikar. Melihat kenyataan yang begitu pahit, pemuda itu memutuskan untuk kembali ke rumahnya yang berada di kota Tangsel. Beruntungnya, pemuda itu diajak oleh salah satu sahabat SMAnya untuk mulai berkiprah di bidang politik. Kebetulan, yang mengajak pemuda itu adalah mentor politiknya.

Berbagai dinamika pemuda itu lewati. Sampai pada titik dimana pemuda itu nyaris kehilangan nyawa untuk yang ketiga kalinya. Ketika itu, pemuda tersebut hanya ingin bertemu dengan Ayahnya, Presiden terpilih dan Pasangan hidupnya yang ia cari selama ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun