Venusgazer EP
Venusgazer EP Freelance

#You'llNeverWalkAlone |Twitter @venusgazer |email venusgazer@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Menjadikan Kerokan Sebagai Pertolongan Pertama pada Masuk Angin

26 November 2017   23:55 Diperbarui: 27 November 2017   08:48 324 4 2
Menjadikan Kerokan Sebagai Pertolongan Pertama pada Masuk Angin
Kerokanisme dan Balsem Lang

"Nek meriang aja ngonthal obat bae. "kata mbah putri.
"Lewih apik kerokan. Kana njaluk tulung bulik. Insyaallah mari." Tambahnya lagi.

Mbah putri mungkin risau melihat cucunya yang selalu minum paracetamol kalau badan dirasa kurang sehat.

"Apa betul bisa sembuh. Dan badan dikerok pakai uang logam gitu sakitnya kayak apa? "

Sakit sih, cuma diawal-awal saja kok. Itu pun tidak seperih yang saya duga. Sebagai newbie, saya lebih merasakan geli dan sedikit perih. Tapi saya coba bertahan. Ya karena ingin sembuh.

Terus terang ada sesuatu yang bikin risih dan tidak nyaman di punggung. Yaitu rasa lengket dari minyak kelapa.

Waktu itu saya dikerok dengan menggunakan campuran minyak kelapa, bawang merah, serta sedikit minyak kayu putih.

Tapi kerokan betul-betul cespleng. Badan rasanya jadi enteng dan enakan. Sejak itu saya melupakan obat-obatan jika mulau masuk angin.

Dari situ saya mulai 'cinta'  pada kerokan. Cara penyembuhan terhadap masuk angin yang mudah, murah,  dan handal.

Pada satu titik, saya berpikir apalah artinya jika cuma bisa jadi obyek saja alias jadi pasien kerokan. Bukankah lebih bagus jika saya juga mampu membantu orang lain yang masuk angin lewat kerokan.

Ternyata kerokan itu ada 'ilmunya' lho! Bukan saja bagaimana membuat belang-belang merah di sekujur punggung saja.

Dalam artikel ini saya coba mengupas beberapa hal yang berkaitan dengam kerokanisme.

Tetapi sebelumnya ketahui dulu tanda-tanda masuk angin.  Antara lain: badan meriang atau nggreges, otot bahu/pundak terasa kaku dan ketat. Bila dipijit sedikit saja terasa sakit.

Masuk angin juga dapat menyebabkan kepala pening dan berat. Ini disebabkan aliran darah ke tidak lancar. Sehingga asupan oksigen juga kurang.

Berdasarkan pengalaman, masuk angin dapat menyebabkan sakit gigi, mencret atau malah susah buang air besar. Maaf, jika kotoran keras dan berwarna kehitaman besar kemungkinan mengalami masuk angin.

Ada dua hal penting dalam mengerok pasien yaitu nawaitu atau niat dan keikhlasan. Niat kita hanya membantu penyembuhan pasien yang dilalukan dengan ikhlas. Bukan karena keterpaksaan. Karena mengerok itu melelahkan dan menyita waktu.

Kondisi kita juga harus fit. Janganlah orang sakit coba menyembuhkan orang sakit. Karena saat proses kerokan ada 'hawa'  negatif yang keluar dari tubuh pasien. Kalau tubuh tidak fit maka kita bisa ketularan masuk angin.

Persiapkan peralatan tempur seperti uang koin. Koin bisa diganti dengan sendok yang tidak terpakai. Tetapi berdasar pengalaman uang koin lebih ergonomis. Nyaman dipegang dan mudah mengatur ritme dan tekanan ke punggung.

Dulu orang memakai minyak makan, minyak urut, atau baby oil. Sekarang Balsem Lang menjadi pilihan yang tepat untuk kerokan.

Balsem Langtidak lengket di punggung dan tangan. Balsem ini hangatnya moderat. Tidak panas yang bisa membuat iritasi pada kulit. Balsem Lang juga memiliki aroma yang segar sekaligus menenangkan.

Bahan yang terkandung pada Balsem  Lang efektif membuka pori-pori kulit dan memperlancar aliran darah. Mentol, metil salicilat, eucalyptus, dan camphor dipercaya sejak berabad-abad silam menjadi bahan pengobatan topikal.

Balsem Lang juga aman karena tidak mengandung capsaicin yang pedasnya menggigit kulit. Kita tahu ada balsem atau minyak angin yang mengandung capsaicin agar lebih panas.

Balsem ini adalah produksi PT Eagle Indo Pharma. Produsen obat luar yang sangat teruji kualitasnya. Dipercaya oleh masyarakat Indonesia sejak dulu. Bahkan produk-produknya diekspor ke mancanegara.

Kembali ke kerokan. Oh ya, jangan lupa sediakan tisu atau lap. Tisu berguna untuk mengelap daki yang menempel di koin. Maklum, kotoran pada bagian punggung kita agak susah dibersihkan.

Nah, sebelum mulai kerokan jangan lupa berdoa. Mohon berkat Tuhan atas apa yang akan kita lakukan. Kita hanya mediator penyembuhan saja.

Setelah berdoa, permisi atau mintalah ijin pada pasien. Biasanya sih bilang "Amit ya.." Karena kita akan menyentuh badannya. Tubuh seseorang adalah sesuatu yang bersifat pribadi. Walaupun yang kita kerok itu anggota keluarga sendiri.

Pasien (Si sakit)

Orang yang masuk angin, sebut saja pasien, harus yakin bahwa dengan kerokan dirinya akan sembuh. Sama seperti ketika kita berobat ke dokter bukan?  Faktor psikologis dan ketetapan hati juga bagian dari penyembuhan, bukan?

Pasien dipersilahkan memilih posisi yang dianggap paling nyaman. Karena ada yang suka tiduran, ada yang lebih memilih sambil duduk. Banyak yang suka kerokan sambil duduk karena dapat melakukan aktivitas lain seperti menonton tv.

Proses kerokan

Kerokan dapat dilakukan kapan dan di mana saja. Tetapi alangkah baiknya dilakukan malam hari. Dimaksudkan agar pasien bisa langsung istirahat setelah kerokan. Atau jika kerokan dilakukan siang hari pasien harus istirahat setelahnya.

Kerokan yang baik dilakukan di dalam kamar. Ini berkaitan dengan kesopanan baik bagi wanita atau laki-laki. Hindari penggunaan kipas angin atau AC selama kerokan.

Mengerok orang yang baru pertama dikerok butuh threatment tersendiri. Mesti pelan-pelan dulu. Atur ritme dan tekanan koin. Jangan sampai pasien terus mengeluh perih. Tidak perlu memaksakan hasil kerokan berwana merah kehitaman.

Gunakan koin yang tepinya tidak tajam seperti benggol (uang kuno). Bagi yang sudah terbiasa kerokan, lebih memilih koin yang bergerigi karena terasa lebih mantap.

Usahakan proses kerokan harus tuntas. Jangan diinterupsi oleh kegiatan lain.  Pokoknya tidak setengah-setelah. Ibarat menyisahkan 'angin'  di tubuh pasien. Kerokan akan sia-sia, buang waktu dan energi saja.

Sementara coba jauhkan dari anak-anak. Anak-anak jangan sampai dekat atau bahkan menyentuh punggung pasien. Karena dikawatirkan anak-anak terpapar hawa negatifnya.

Antara pengerok dan pasien harus menjalin komunikasi selama kerokan. Ini untuk membangun kedekatan dan mengalihkan perhatian. Biasanya kalau sambil ngobrol tidak terasa, tahu-tahu sudah sampai pinggang merah.

Bagaimana kerokan yang bemar? Tidak ada standar baku teknik dalam hal kerokan. Secara turun-temurun 'motif' kerokan adalah garis-garis kanan dan kiri yang seimbang.

Banyak orang mengerok bagian tengah secara vertikal, selarik dengan tulang punggung. Kalau secara pribadi, saya coba hindari itu. Alasannya tulang punggung termasuk vital dan rawan.

Apakah leher juga perlu dikerok? Sebaiknya jangan. Walaupun dirasa otot leher terasa kaku. Otot leher posisinya dekat dengan otak. Dikawatirkan mengganggu pembuluh darah.

Sebagai catatan, jika satu-dua kerokan awal sama sekali tidak merah segera hentikan. Maka kemungkinan besar pasien tidak masuk angin.

Bisa jadi pasien mengalami gangguan kesehatan akibat virus atau bakteri. Pada kasus ini lebih baik pasien mendapat penanganan medis profesional.

Setelah kerokan

Setelah selesai coba lakukan pijatan ringan di pundak dan kepala. Lima menit sudah cukup. Tujuannya membuat otot-otot memjadi lebih rileks.

Kemudian pasien harus segera mengenakan pakaian. Hindari pakaian tebal seperti sweater atau jaket.

Ada orang yang memakai baju tebal setelah kerokan, tujuannya agar berkeringat. Kalau berkeringat dianggap anginnya keluar. Padahal tubuh berkeringat karena panas yang ditimbulkan oleh balsem tertahan oleh baju tebal itu membuat tubuh semakin panas.

Padahal baju yang basah oleh keringat jika tidak segera diganti. Misalnya karena dalam kondisi tidur berpotensi menyebabkan masuk angin.

Baik pengerok maupun pasien disarankan untuk minum segelas air putih setelah kerokan. Saya menggunahkan istilah meluruhkan energi negatif. Paling bagus jika dilanjutkan dengan buang air kecil.

Satu hal yang harus diperhatikan bagi pengerok adalah jangan cuci tangan setelah mengerok. Cukup bersihkan dengan tisu atau lap bersih. Tunggu sampai efek dari balsem yang ada di tangan hilang baru cuci tangan.

Untuk mempercepat penyembuhan, pasien dapat diberikan segelas minuman penghangat seperti wedang jahe atau bandrek.

Jahe (Zingiber Officinale Rosc) sendiri dipercaya sebagai rajanya herbal. Minuman jahe dapat menghangatkan perut dan memperlancar aliran darah. Bagus juga ditambah madu sebagai pengganti gula.

Bagi mereka yang habis kerokan tidak disarankan minum kopi, minuman beralkohol, dan minuman berkarbonat.

Ada orang mencampur minuman bersoda dengan garam untuk mengeluarkan angin dari perut. Padahal yang keluar itu gas yang berasal dari dari lambung kita. Jadi harus dicacat bahwa masuk angin itu bukan angin atau gas yang ada di dalam tubuh kita.

Apakah pasien boleh mandi? Lebih baik tunggu 24 jam. Kemudiab mandilah dengan air hangat. Air hangat bagus untuk memperlancar aliran darah dan metabolisme.

Metode pengobatan kerokan dipercaya oleh leluhur kita mampu menyembuhkan masuk angin.

Inilah pertolongan pertama pada masuk angin yang paling bijaksana. Tanpa perlu mengkonsumsi obat-obatan kimia.

Obat kimia, apalagi obat yang dijual bebas, bukan tidak baik  tetapi kadang kita tidak bijak dalam menentukan dosisnya. Bahkan kita ketahui juga banyak obat bebas yang palsu.

Kerokan disamping aman juga murah. Tanpa efek samping yang bisa menimbulkan kerugian pada organ tubuh lain seperti ginjal dan lever misalnya.

Bagi yang masih menyangsikan, cobalah agar bisa merasakan sendiri manfaat dari kerokan.

Apalagi ada Balsem Lang, jodohnya kerokan. Hangatnya meresap dan tahan lama. Bikin sembuh masuk angin dengan segera.