Venusgazer EP
Venusgazer EP Freelance

#You'llNeverWalkAlone |Twitter @venusgazer |email venusgazer@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Saatnya Menjadikan Non Tunai Bagian Gaya Hidup Kekinian

15 Desember 2016   23:10 Diperbarui: 15 Desember 2016   23:33 16 13 8
Saatnya Menjadikan Non Tunai Bagian Gaya Hidup Kekinian
Non tunai: kapan dan dimana saja (dok.pribadi)

Kemajuan dunia digital (IT) saat ini melaju dengan sangat cepat. Kini semua aktivitas manusia menjadi jauh lebih muda, bahkan jika dibandingkan dengan kondisi 10 tahun lalu. IT sudah menjadi gaya hidup kekinian karena ada di setiap gerakan manusia.

Terjadi perubahan cara manusia melakukan transaksi dari yang semula konvesional dengan menggunakan uang kartal (tunai), secara perlahann tergantikan dengan  transaksi non tunai. Bahkan bentuk-bentuk transaksi non tunai sendiri mengalami revolusi. Dari yang semula yang cuma gesek. kini semuanya bisa semuanya beres hanya dengan satu-dua sentuhan di layar smartphone.

Bank Indonesia sebagai bank sentral, pada 14 Agustus 2014, mencanangkan Geranakan Nasional Non Tunai (GNNT). Tujuannya membangkitkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan instrument non-tunai saat bertransaksi dalam kegiatan ekonomi. Tujuannya agar nantinya secara perlahan terbentuk masyarakat non-tunai (cashless society).

Apa sih manfaat non-tunai bagi masyarakat?

Mudah

Tinggal gesek, tap, atau sentuh saja transaksi beres. Lagi pula tidak ribet dengan urusan kembalian. Kita cukup bayar tepat sesuai dengan kewajiban yang harus dibayarkan.

Efesien

Dengan sistem non-tunai, semuanya menjadi efesien baik itu waktu dan biaya. Contohnya penggunaan smart card kala membayar tol. Bahkan kini transaksi-transaksi perbankan dapat dilakukan dimana saja tanpa harus ke bank.

Murah

Dari sisi biaya, tahukan anda bahwa uang yang kita gunakan mempunyai ‘biaya’ (cost) mulai dari desain, pencetakan, distribusinya, sampai pengamanannya? Dengan non-tunai berarti mengurangi biaya beban pengeluaran negara.

Aman

Membawa uang dalam jumlah besar cukup beresiko. Baik resiko kehilangan maupun menjadi korban tindak kejahatan yang bisa mengancam nyawa. Sedangkan transaksi non tunai benar-benar secara nyata meminimalisir resiko-resiko tersebut.

Transparansi.

Uang tunai sering kali digunakan dalam tindak kejahatan korupsi. Gratifikasi, penyuapan serta sogokan biasanya menggunakan uang tunai karena sulit dilacak. Kita ketahui penyaluran bantuan kepada masyarakat secara tunai sangat rentan terjadi penyalahgunaan. Saat ini pemerintah memilih untuk menggunakan non tunai dalam program bantuan langsung dengan bekerja sama dengan pihak perbankan. Tujuannya adalah lebih mengedepankan pengawasan  dan pemberdayakan layanan keuangan inklusi.

Berbicara mengenai non-tunai, ada 2 jenis alat pembayaran non-tunai yaitu Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK) dan Uang Elektronik (e-money).

Kartu ATM dan kartu kredit adalah instrument yang termasuk dalam sistem APMK. Kedua jenis kartu tersebut sudah jamak digunakan sebagai alat pembayaran. Perbedaannya, pada kartu ATM sumber dana berasal dari dana pemilik kartu yang tersimpan di bank. Sedangkan pada kartu kredit, pendanaannya berasal dari pinjaman bank.

Penggunaan PIN untuk kartu kredit (sumber:dok.pribadi)
Penggunaan PIN untuk kartu kredit (sumber:dok.pribadi)
Berbelanja menggunakan kartu debet atau kredit sungguh praktis. Tinggal gesek semua beres. Tidak perlu repot bawa uang dalam jumlah banyak. Lagi pula kita tidak direpotkan dengan uang kembalian yang kadang suka diganti dengan permen. Disamping itu ada point reward yang bisa digunakan untuk berbelanja dan diskon-diskon pada merchant tertentu.

Tetapi harus diakui baik kartu debet maupun kartu kredit mempunyai resiko yang harus diwaspadai. Kedua jenis kartu tersebut rentan untuk disalahgunakan. Yang terbaik adalah meminimalisir resiko dengan beberapa cara seperti:

  • Jangan meminjamkan kartu kredit kepada orang lain.
  • Jika digunakan untuk belanja daring, carilah merchant yang sistem security-nya baik.

Salah satu cara mudah untuk mengetahui sebuah toko online aman atau tidak adalah dengan melihat alamat url-nya. Pastikan alamat url-nya menggunakan https:// bukan https:// saja. Https sendiri singkatan dari Hypertext Transfer Protocol Secure yang menunjukan bahwa situs tersebut terjamin keamanannya (secure).

Toko online yang punya reputasi baik akan bekerja sama dengan bank penerbit kartu kredit untuk memverifikasi kebenaran transaksi yang dilakukan. Jika terjadi penyalagunaan maka biasanya transaksi akan dibatalkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2