Mohon tunggu...
Vemi Nabila Wibisono
Vemi Nabila Wibisono Mohon Tunggu... Mahasiswi Sosiologi Universitas Negeri Jakarta

Pecinta makanan yang memiliki kandungan Mono Sodium Glutamat.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Indahnya Prinsip Pendidikan ala Suku Baduy

17 Oktober 2020   13:43 Diperbarui: 17 Oktober 2020   13:44 190 3 0 Mohon Tunggu...

Pendidikan merupakan tombak peradaban bangsa, banyak yang mengatakan seperti itu. Faktanya tentulah benar, bahwa pendidikan merupakan landasan dari segala hal yang terjadi di dalam dunia ini. Pendidikan dapat kita dapatkan dimana saja, bahkan hanya dalam melalui interaksi sekalipun. Maka dari itu pendidikan tidak dapat dikatakan hanya terpaku pada buku saja. Bahkan menurut KBBI sendiri, pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik.

            Dalam perspektif kebudayaan, pendidikan dilihat sebagai transformasi sistem sosial budaya dari satu generasi ke generasi yang lain dalam suatu proses masyarakat. Pendidikan dijelaskan sebagai proses pembudayaan (Tilaar, 2009). Dimana pendidikan dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan karena ketika berbicara tentang pendidikan, maka kebudayaan turut serta berada di dalamnya.

            Maka dari itu tidak ada yang mewajibkan  pendidikan untuk diturunkan melalui buku dan sekolah, setidaknya jika penulis berpacu pada pengertian dari KBBI. Namun bukan berarti penulis menihilkan peran dari kedua instrumen tersebut. Yang dapat penulis tangkap dari pengertian tersebut, pendidikan menunjukan adanya sebuah "proses" dalam diri manusia. Proses untuk menjadi manusia yang lebih baik dan bermartabat dari sebelumnya.

            Maka dari itu penulis merasa, untuk menilai seseorang berpendidikan atau bukan, tidak perlu melihat dari seberapa banyak gelar yang ia dapatkan. Namun penilaian yang sesungguhnya terlihat dari proses yang telah ia lakukan sejak ia mendapatkan pendidikan tersebut. Maka instrumen seperti bangunan sekolah dan buku yang tergambarkan melalui pendidikan formal bukanlah menjadi patokan apakah seseorang berpendidikan atau tidak.

Mengenal Suku Baduy

            Seperti apa yang telah penulis cukup pelajari dari pendidikan ala Suku Baduy. Suku Baduy sendiri merupakan salah satu suku atau kelompok etnis di Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Lebak, Banten. Masyarakat Suku Baduy tinggal secara berpindah-pindah (nomaden) di lereng pegunungan Kendeng dan memasuki wilayah Desa Kanekes.

Terdapat stratifikasi yang membagi Suku Baduy kedalam tiga tingkatan, Baduy Tangtu, Baduy Penamping, dan Baduy Dangka. Baduy Tangtu atau Suku Baduy Dalam dapat dikatakan Baduy asli dimana pola kehidupan sehari-hari mereka masih sangat berpegang dengan adat yang berlaku. Mereka menolak masuknya modernisasi dan teknologi dan memilih hidup dengan kesederhanaan sesuai yang diajarkan turun temurun oleh para leluhurnya.

Selanjutnya Baduy Penamping atau Suku Baduy Luar. Berbeda dengan Baduy Dalam, Baduy Luar cukup menerima masuknya teknologi meskipun masih terbatas, namun cenderung lebih longgar dibandingkan Baduy Dalam. Perbedaannya juga terletak pada bagaimana Baduy Luar lebih menerima budaya luar dan orang asing (modernisasi), dibandingkan Baduy Dalam. Terakhir yaitu Baduy Dangka yang berdampingan dengan Baduy Luar. Banyak di antara mereka merupakan pemeluk agama Islam, berbeda dengan Baduy Dalam yang umumnya adalah penganut Sunda Wiwitan atau kepercayaan yang diturunkan dari leluhur mereka.

Perbedaan antara ketiganya begitu terlihat dari warna pakaian mereka dan juga bagaimana pola kehidupan sehari-hari yang mereka jalankan. Ciri khas pakaian masyarakat Baduy Dalam adalah berwarna putih alami dan biru tua (warna tarum) serta memakai ikat kepala putih. Sedangkan Baduy Luar menggunakan Pakaian tenun berwarna serba hitam. Meskipun terdapat perbedaan prinsip dalam ketiga stratifikasi tersebut, namun ketiganya sama-sama menjunjung tinggi serta berpegang teguh pada adat istiadat yang berlaku dan melaksanakan upacara/perayaan yang serupa. Inilah yang membuat Suku Baduy menjadi suku yang begitu indah dimata penulis sendiri.

Pendidikan ala Suku Baduy

Terlepas dari bagaimana mereka sangat menjunjung tinggi adat istiadat yang telah diturunkan oleh para leluhurnya. Tidak dapat dihindari jika akhirnya akan muncul stereotype bahwa masyasrakat adat itu kuno, tradisional, dan anti modernisasi. Namun nilai-nilai yang mereka junjung tinggi tersebut justru disebabkan karena kesederhanaan yang telah mereka rawat bertahun-tahun lamanya.  Kesederhanaan tersebut membuat masyarakat baduy justru terhindar dari hal-hal yang buruk bagi keberlangsungan sukunya. Sifat tersebut tertanam dalam keseharian masyarakat Baduy, bahkan termasuk dalam hal belajar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN