Mohon tunggu...
VEGA MA'ARIJIL ULA
VEGA MA'ARIJIL ULA Mohon Tunggu...

Alumni Universitas Negeri Semarang. Hobi membaca koran, menulis dan bermain futsal. Penggemar tim sepakbola Arsenal FC. vegaensiklopedia10@gmail.com vegaensiklopedia10.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Karya Sastra Teenlit dan Dunia Remaja

12 Juli 2018   10:09 Diperbarui: 12 Juli 2018   13:36 0 1 0 Mohon Tunggu...

Karya sastra dan dunia remaja terbilang saling berkesinambungan. Bagaimana tidak, produsen buku membuat karya dengan remaja sebagai pasar tujuan. Sementara dari sudut remaja itu sendiri, sebuah karya sastra menjadi hal terbaik bagi mereka guna memenuhi pengetahuan dan tentunya juga sebagai hiburan.

Berbicara soal sastra dan remaja, sejatinya cerita-cerita bertemakan remaja sudah ada sejak 1970. Dimana tema cerita biasanya tentang cinta, perceraian, patah hati dan kehidupan kota yang dikisahkan dengan mendayu-dayu dan getir. Hal inilah yang menjadi ruang bagi produsen buku untuk menyasar remaja lewat karya sastra.

Bagi remaja, biasanya mereka lebih suka membaca bacaan yang ringan seperti teenlit. Bahkan dalam kurun waktu 2005 hingga 2008, toko buku Gramedia telah mengeluarkan 10 buku dalam sebulan saja. 

Sebuah situasi yang dapat dibilang fenomenal. Teenlit terbilang diminati oleh remaja karena ciri khasnya yang memiliki gaya cerita yang renyah dan santai, karena hanya menceritakan seputar masalah-masalah kehidupan sehari-hari seperti percintaan dan persahabatan. Bahkan gaya bahasanya terlihat seperti penyampaian pada buku diari.

Terlebih, remaja yang menyukai kegiatan membaca adalah mereka yang tinggal di perkotaan. Artinya, bacaan teenlit memang sesuai dengan apa yang ada dengan kehidupan nyata remaja, yakni percintaan dan sekolahan. Apalagi bagi remaja puteri, teenlit sudah menjadi bacaan wajib bahkan dibawa ke sekolah dan dibaca di waktu jeda istirahat.

Isi dari sebuah teenlit tentu ditujukan kepada remaja sebagai sentralnya. Kehidupan remaja yang berada di sekolahan, pergaulan dengan teman-teman sebaya, hingga hobi adalah isi yang terkandung pada teenlit tersebut. 

Dunia remaja juga dimeriahkan dengan percintaan, umumnya dengan teman-teman sebaya mereka, seperti menaksir lawan jenis, jatuh cinta, patah hati, sampai pada kenakalan remaja adalah gambaran gamblangnya pada sebuah teenlit.

Hal-hal tersebut tercermin dalam isi teenlit. Dengan demikian, secara tidak langsung, sebuah teenlit dapat dianggap sebagai cermin dari budaya para remaja saat ini. Dari sanalah remaja juga akan belajar didalam mencari sebuah jati diri serta lebih memaknai hidup.

Secara  khas,  novel  teenlit  lebih  banyak  berbicara  tentang  remaja  perempuan. Oleh karenanya, tokoh-tokoh  dan  berbagai  persoalan  dalam  novel  pun  dipandang dari  sisi remaja  perempuan  ini.  Hal ini tentu saja berpengaruh pada target pembacanya, yaitu remaja perempuan.  Dengan membaca teenlit, mereka merasa menemukan dunianya.

Melalui  dunia  remaja  dalam  cerita  teenlit  ini,  remaja  secara  tidak  langsung merasa  menemukan  kelompok  sosial  yang  mereka  cari. Disinilah ia membentuk identitas dirinya. 

Salah  satu  cara  membentuk  identitas  ini  adalah dengan  mencari  model atau meniru dari orang-orang di  sekitarnya. Kebanyakan  teenlit  mengangkat  tokoh  remaja  perempuan  yang  kuat, tidak cengeng,  dan  mandiri  sehingga  tidak  mudah  untuk  diombang-ambingkan,  dilecehkan dalam  berbagai  persoalan pergaulan  baik  itu  percintaan  maupun  persaingan  mengejar prestasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2