Mohon tunggu...
Vanya Vinkan
Vanya Vinkan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Penulis Kompasiana.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Meyrinda Tobing Berbagi Pahit Manis Ilmu Dunia Jurnalistik

15 November 2021   12:58 Diperbarui: 15 November 2021   13:24 335
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

MC profesional sekaligus Host iNews TV Meyrinda Tobing yang hampir menyentuh satu dekade berkarir di bidang jurnalistik membagikan ilmunya melalui Webinar Jurnalistik: Membangun Jiwa Jurnalis dan Meningkatkan Skill Desain Grafis dalam Menghadapi Era Digital yang diselenggarakan oleh Dema-FST UIN Malang, Minggu (24/10). 

Pada kesempatan ini, Meyrinda memaparkan materi tentang apa saja nilai-nilai yang terkandung di dalam sebuah berita, bahasa jurnalis, teknik penulisan berita, jurnalis di belakang dan di depan layar, serta tips public speaking. 

Di awal materi, dia menjelaskan bahwa selama ini hampir setiap hari banyak peristiwa, tetapi tidak semuanya menarik. Seorang jurnalis harus pintar menemukan angle yang tepat dengan menempatkan sudut pandang orang lain sebagai penikmat berita. 

"Kalau kita aja merasa ini engga menarik, ngapain dibuat berita?" tegas Meyrinda. 

Lanjutnya, untuk menulis sebuah berita, bisa dimulai dari peristiwa menarik yang terjadi di sekitar kita, lalu dikemas menjadi berita yang bagus. 

"Kalian kan masih mahasiswa. Coba deh minimal ketika kalian ke kampus, apa sih yang bisa dijadikan bahan berita?" tukasnya. 

Tidak harus menjadi seorang wartawan di media televisi, cetak, online, bahkan radio untuk membuat suatu berita yang unik dan tidak monoton. 

"Jadi nggak harus nunggu kesempatan, tetapi kesempatan itu sebenernya bisa kita buat," katanya. 

Selain itu, lanjutnya, tampilan audio dan visual saat ini juga sangat dibutuhkan bukan hanya sekedar teks. Mau tidak mau dengan banyaknya content creator, kita dituntut untuk mengemas berita menjadi semenarik mungkin dengan memaksimalkan teknologi yang ada. 

Meyrinda juga menyampaikan bahwa jurnalis bukan hanya semata-mata wartawan yang pintar menulis berita atau informasi, namun harus bisa menguasai berbagai skill seperti teknik editing, pengambilan gambar, serta visual yang dipakai. 

"Bahkan terkadang ada suatu berita, nggak perlu kita dengerin atau melihat beritanya dulu tapi cukup dengan melihat foto atau gambarnya itu udah bisa bercerita loh," jelasnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun