Mohon tunggu...
Untung ArdiYulianto
Untung ArdiYulianto Mohon Tunggu... Guru - Guru SD

Perkenalkan saya Saya Untung Ardi Yulianto Saya guru di SD Negeri 1 Babadan Kecamatan Pagentan Kabupaten Banjarnegara

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Koneksi antar Materi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan sebagai Seorang Pemimpin Pembelajaran

22 Oktober 2022   19:11 Diperbarui: 22 Oktober 2022   19:21 365
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Membuat sintesis keseluruhan materi hingga modul 3.1

 

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Perkenalkan saya Untung Ardi Yulianto, calon guru penggerak angkatan 5 dari kabupaten Banjarnegara.

Saya merupakan guru sekolah dasar yang berkesempatan untuk mengabdi di salah satu SD yang ada di kecamatan Pagentan Kabupaten Banjarnegara. Lebih tepatnya di SD Negeri 1 Babadan, desa Babadan. Jika rekan guru hebat se Indonesia mengenal tentang kopi arabika Java Bisma Babadan, betul sekali tempat saya mengabdi terkenal akan Kopi arabikanya.

Tak lupa saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pengajar praktik saya bapak Purnomo yang telah membersamai kegiatan ini sampai pada modul 3.1.

Tentu saja saya haturkan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada fasilitator hebat bapak Subagiyo,S.Pd atas bimbingan dan arahan serta bantuan yang tidak dapat saya hitung jumlahnya selama kegiatan program pendidikan guru penggerak sampai pada titik ini di modul 3.1.

Dalam tulisan ini, saya ingin memaparkan sintesis keseluruhan materi dari awal modul 1.1 hingga pada modul 3.1.  Perkenankan saya menuliskan hasil pemikiran saya selama ini dengan panduan 10 pertanyaan mengenai koneksi antar materi modul 3.1 pengambilan keputusan berbasis nilai kebajikan sebagai pemimpin yang akan saya jabarkan melalui tulisan berikut ini.

  1. Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin?

Filosofi pratap triloka yang lebih kita kenal dengan semboyan pendidikan indonesia, tidak ada guru yang tidak paham semboyan ini. Namun izinkan saya menuliskan kembali sebagai pengingat saja "Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. 

Filosofi pratap triloka sangat memberikan pengaruh besar untuk pengambilan setiap keputusan yang muaranya adalah keberpihakan kepada murid. Mengutip dari KHD bahwa seorang pendidik adalah seorang model nyata bagi siswa dalam memberikan tauladan dan contoh praktik baik yang dijadikan pedomannya dalam sikap dan berperilaku. 

Kaitannya dengan pengambilan keputusan dengan prapta triloka adalah karsa, karsa adalah usaha keras guru dalam menuntun dan mengarahkan murid untuk mengambil keputusan atau secara mandiri dapat menyelesaikan masalahnya berdasarkan potensi yang murid miliki. 

Guru hanyalah sebagai among/pamong yang mengarahkan murid untuk mencapai kebahagiaan setinggi-tingginya sebagai individu ataupun anggota masyarakat.

  1. Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Seorang guru hendaknya memiliki nilai-nilai yang tertanam kuat dalam dirinya. Nilai-nilai positif ini akan mempengaruhi sikap dan perilakunya dalam usaha untuk memberikan pelayanan terbaik mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid. 

Nilai-nilai positif akan mendorong dan membimbing guru untuk mengambil keputusan keputusan yang tepat dan benar sesuai dengan kondisi yang dihadapinya. Nilai-nilai positif yang melekat dalam diri guru penggerak adalah mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif dan berpihak pada murid.

Nilai-nilai tersebut merupakan prinsip yang dipegang teguh ketika dihadapkan pada kondisi untuk mengambil keputusan yang menuntut kita untuk menentukan pilihan terbaik diantara dua pilihan yang ada dirasakan benar menurut logika dan aturan, situasi dengan kondisi dilema etika (benar lawan benar) ataupun kondisi bujukan moral (benar lawan salah yang menuntut kita harus berpikir secara seksama untuk mengambil keputusan yang sesuai. 

Keputusan tepat merupakan buah dari nilai-nilai positif yang sudah tertanam kuat dan dipegang teguh untuk dijalankan sebagai bagian dari kehidupan guru penggerak. 

Nilai-nilai positif ini akan mengarahkan kita untuk menentukan keputusan dengan resiko yang sekecil-kecilnya, keputusan yang bertanggungjawab dengan mendasari pada kepentingan dan kebutuhan murid-murid kita.

Nilai-nilai positif merupakan manifestasi dan implementasi nyata dari kompetensi sosial emosional yang dimiliki oleh seorang guru penggerak. 

Dalam kompetensi sosial emosial terdapat kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial dan keterampilan sosio emosional dalam pengambilan keputusan secara berkesadaran penuh untuk meminimalisir resiko seminimal mungkin.

  1. Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan 'coaching' (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil?

  2. HALAMAN :
    1. 1
    2. 2
    3. 3
    Mohon tunggu...

    Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
    Lihat Pendidikan Selengkapnya
    Beri Komentar
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

    Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun