Mohon tunggu...
Andi Bunga Tongeng
Andi Bunga Tongeng Mohon Tunggu... lainnya -

Relawan Anak Lemina, Fasilitator Kelembagaan SulSel WASH-UNICEF, Relawan Kelas Inspirasi dan Penyala Makassar

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Fotografi Syar'i

1 Februari 2016   06:14 Diperbarui: 1 Februari 2016   07:10 227
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Foto terakhirku untuk upload kompakan

Jangan membayangkan akan menemukan foto perempuan-perempuan berhijab syar’i, yah. Fotografi Syar’i hanyalah istilah saya saja. Sebenarnya ini adalah kegiatan mengambil gambar oleh sekelompok orang yang menjadi follower dari sebuah akun instagram, Upload Kompakan.

Mengapa saya menyebutnya fotografi syar’i? Padahal kompakers, sebutan bagi follower yang kompak posting foto dengan tema seragam ini, tidak semua berhijab, meski sebagian besar mereka adalah perempuan. Follower terdiri atas muslim dan non muslim. Alasan saya yang sebenarnya adalah karena rules yang diberlakukan untuk semua foto yang akan diposting. Apa saja sih, rulesnya?


Instagram Upload Kompakan

Foto yang diposting di akun instagram masing-masing, tidak boleh  memperlihatkan anggota tubuh manapun selain jari tangan. Bahkan kaki yang menggunakan kaus kaki pun, tidak boleh. Aturan lainnya, tidak boleh menyertakan hewan atau boneka dalam foto. Hewan yang diperbolehkan, hanya lauk pauk yang sudah dimasak atau yang mentah, yang sudah dipesiang sehingga tidak terlihat bentuk aslinya. Aturan umum tetap berlaku, tidak boleh menampilkan unsur rokok, miras dan pornografi.

Dari akun instagram ini, lahirlah komunitas yang bernama Kompakers. Komunitas ini bentukan dari para follower yang kompak memposting foto dengan tema yang sama. Uniknya, setiap hari tema berganti-ganti. Saya adalah seorang kompaker yang tergabung di Kompakers Makassar.

Dengan jumlah saat ini 42.000 follower, beberapa komunitas Kompakers telah terbentuk di 37 wilayah. Sebuah komunitas yang tergolong besar, bukan? Saya bergabung atas ajakan seorang teman. Padahal saya tidak pintar-pintar amat, dalam urusan memotret. Tapi seperti yang tercantum di instagram Upload Kompakan, just for fun, saya pun bergabung tuk melakukan hal menyenangkan. Meski kemudian, jadi malah belajar banyak hal tentang fotografi dan juga jadi belajar crafting.

Satu hal yang membuat follower tertantang untuk memposting foto yang bagus adalah karena adanya tantangan tema dan grid. Setiap komunitas kompakers, yang terdiri dari Kompakers Makassar, Bali, Jakarta, Bandung, Jogya, Samarinda, Depok, Balikpapan, Sumut, Bekasi, dan lain-lain, diberi kesempatan secara bergilir, untuk memilih tema harian yang akan dijadikan sebagai tantangan. Komunitas kompakers bersangkutan lah, yang nantinya akan menilai, foto siapa yang berhak tuk masuk ke grid 4, 6 dan 9. Sebuah kebanggaan dan kepuasan tersendiri, saat foto kita mejeng dalam grid di instagram upload kompakan.


Grid 9 tema bokeh
Grid 4 tema handuk
Grid 4 tema makanan yang digulung

 

Menurut Inar, bu Lurah dari Kompakers Makassar, upload kompakan berawal dari 4 orang yang hobby posting foto kompakan. Kegemaran mereka membeli piring-piring cantik, kemudian beranjak menjadi suka foto piring-piring mereka dan kompak posting di instagram. Mereka adalah Echi Sofwan, Auliasari, Veravenga dan Teti Muliati. Yuk, kepoin  instagram mereka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun