Mohon tunggu...
Maria Qibtiyah
Maria Qibtiyah Mohon Tunggu... Pelajar Islam Indonesia

Fokus mendalami seputar perempuan, literasi, pendidikan & psikologi anak.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Urgensi Organisasi bagi Generasi

28 April 2019   09:00 Diperbarui: 30 April 2019   13:27 0 1 0 Mohon Tunggu...
Urgensi Organisasi bagi Generasi
http://mediapublica.co/wp-content/uploads/2013/10/komud.commmmmmmmmm.jpg

Mayoritas orang memahami bahwa belajar adalah kegiatan berupa pendidikan formal di sekolah. Duduk dengan tegap di bangku dan mendengarkan penjelasan materi dari guru serta mencatat apa yang dituliskan guru di papan tulis. Mengartikan belajar sebatas pada kegiatan-kegiatan tertentu yang bersifat monoton, identik dengan kertas, dan selalu terintegrasi dengan sebuah lembaga formal, padahal tidak demikian. 

Belajar merupakan upaya mengubah tingkah laku menjadi lebih baik, usaha mengubah kondisi fakir ilmu menjadi kaya ilmu Belajar adalah proses mengetahui, memahami, menganalisis untuk kemudian dapat diaplikasikan dalam keseharian hidup. 

Pemahaman yang tidak utuh tentang belajar, menyebabkan seseorang membatasi dirinya dalam bergerak, padahal pergerakan tersebut adalah bagian dari proses belajar. Begitupun dengan realita yang terjadi saat ini. Pendidikan formal yang dianggap sebagai satu-satunya jalan untuk bisa belajar oleh para pemuda, menyebabkan mereka enggan mencari tahu dunia luar sekolah yang dapat memberikan begitu banyak pembelajaran.

Organisasi merupakan salah satu kegiatan berisi pembelajaran yang dilakukan diluar sekolah, sehingga disebut dengan "Ekstra Kurikuler". Berbicara tentang organisasi, pertama kali yang muncul dipikiran pelajar adalah ketidakgunaan, mindset yang terbangun pada umumnya bersifat negatif, bahwa organisasi dengan segala kegiatan didalamnya hanya menambah beban, tidak memiliki kegunaan, serta tidak membawa perubahan hidup yang signifikan. 

Mindset tersebut  diperkuat dengan adanya pemberlakuan secara nasional program Full Day School di sekolah, hal ini kemudian yang membuat pelajar semakin tidak memiliki waktu untuk kegiatan lain karena sebagian besar waktunya telah dihabiskan di sekolah. Pemikiran-pemikiran tersebut menjadi sebuah Mental Block yang membuat pelajar semakin tidak tertarik untuk berorganisasi.

Ditinjau dari berbagai aspek, berorganisasi memang menyita sebagian waktu pelajar, namun disamping tersitanya waktu tersebut, ada begitu banyak hal luar biasa yang akan ditemukan yang mana itu semua bisa menjadikan diri pelajar lebih baik. 

Berorganisasi dengan segala dinamika didalamnya, dapat mengasah skill pelajar pada berbagai bidang. Misalnya dalam bidang kepemimpinan, public speaking, manajemen, entrepreneur, sosial, dan sebagainya. 

Melalui organisasi, pelajar akan mendapatkan sebuah pembelajaran yang mungkin tidak akan pernah ditemukan di bangku sekolah. Berorganisasi dapat menambah wawasan, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, menambah relasi dengan banyak orang, dan dapat menjadi wadah pendewasaan diri.

Pentingnya dan besarnya manfaat berorganisasi tidak begitu diketahui oleh pelajar, hal ini sangat disayangkan, sebab berorganisasi dibutuhkan oleh pelajar sebagai bekal untuk menyambut masa depan. Pelajar perlu berorganisasi, dengan begitu ia akan menemukan jati diri dan mengenal siapa dirinya, apa potensinya, bagaimana ia menggunakan skill nya untuk kebermanfaatan, dan bagaimana ia mempersiapkan diri sebagai pemimpin di masa depan. 

Dalam rangka meningkatkan minat pelajar terhadap organisasi, hal utama yang harus dibenahi adalah mindset pelajar tentang organisasi, kemudian didukung oleh lingkungan sekitarnya, dan kemudian dilanjutkan dengan realisasi. Sehingga nanti pelajar tidak hanya paham dan sadar urgensi berorganisasi, namun juga memiliki kemauan untuk aktif disebuah organisasi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2