Mohon tunggu...
setiadi ihsan
setiadi ihsan Mohon Tunggu... Dosen - Social Worker, Lecturer.

Menulis itu tentang pemahaman. Apa yang kita tulis itulah kita.

Selanjutnya

Tutup

Ramadan

Fitri, Oh Fitri

3 Juni 2019   15:40 Diperbarui: 7 Juni 2019   14:37 31
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Fitri oh Fitri

Hai Fit,
Insyaa Allah 2 hari lagi kita ketemuan ya.
Kangen ihh.

Love,
Aenk

===
Sebulan penuh, berhasil menahan segala hajat wajar manusia di siang hari, maka buah usaha ini adalah kembalinya kesucian (iedul fitri). Penegasan kesucian ini pun dilakukan dengan pembayaran sejumlah materi yang dinamakan sebagai zakat fitrah.

Oh... bagaimana bisa? Perbuatan dosa 11 bulan di luar Ramadhan bisa kembali suci dengan kegiatan puasa satu bulan? Dan apalah artinya usaha memperoleh kesucian (Idul Fitri) kalau 11 bulan berikutnya dengan sadar kita kotori kembali.

Oh, itu, yang ber-iedul fitri itu, hanya berlaku bagi yang puasanya bener.
Apa standar bener?
Ya Aturan lah. Aturan tentang bagaimana kita mematuhi aturan berpuasa. Pokoknya ada aturannya.
Melanggar aturan berarti puasanya ga bener.
Kira-kira ada ngga orang yang berani mengklaim bahwa puasanya sesuai aturan-Nya, lantas dia mengklaim bahwa kondisinya adalah iedul fitri? Kembali suci, seperti kertas putih tanpa noda setitik pun, seperti bayi baru lahir.

===
Ketika dinyatakan bahwa setiap orang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Fitrah yang berarti ibarat bayi dilahirkan dalam keadaan suci, tidak memiliki dosa apapun. Maka seseorang yang kembali kepada fitrahnya (Iedul Fitri), mempunyai makna ia kembali kesucian dan keyakinannya yang asli, sebagaimana pada saat ia dilahirkan.

Ketika fitrah adalah sesuatu yg netral pada jiwa dan tidak terikat serta terpasung oleh keinginan dan keperluan duniawi, apakah 2 hari lagi, bisa mengklaim kita kembali suci?

Ketika fitrah adalah jiwa yang berlapang dada serta jiwa yang tentram dan tenang, apakah kita sudah pantas mendapatkan label idul fitri di 2 hari berselang?

Ketika Fitrah hanya punya satu tujuan yaitu selalu ingin kembali kepada Tuhan Penciptanya, sudah siapakah kita beridul Fitri, di hari Rabu lusa?

Ketika Fitrah, adalah jiwa yang tidak terikat dengan harta benda duniawi dan yg meninggalkan penyakit jiwa seperti: iri, dengki, kecemburuan sosial, sombong, hasad, ria dan pelit, kita masih tetep kangen akan kembalinya-Fitri-kita yang dulu pernah mampir?

===
Hai Fit,
Mungkinkah 2 hari lagi kita ketemuan?
Sepertinya, diri ini belum pantas menemuimu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ramadan Selengkapnya
Lihat Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun