Mohon tunggu...
Tumangger z
Tumangger z Mohon Tunggu... Aksara

La Tahzan, Yakinlah semua berawal dari kecil, tidak ada yang mudah kecuali kita bersungguh-sungguh untuk memudahkannya atas kehendak-Nya pula

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Sawit Kuat Indonesia Hebat

12 September 2019   09:19 Diperbarui: 12 September 2019   09:30 214 2 0 Mohon Tunggu...

Alam indah bumi Khatulistiwa. Engkau yang sejuk dengan pulau-pulau indahmu, ragam budaya, bahasa dan adat istiadatnya memadatimu bernaung di bawah Bineka Tunggalika. Engkaulah Pancasila dengan kibaran bendera merah putih sebagai lambang Indonesia raya. 

Tanah yang subur tak membuatku ngelantur, kekayaan melimpah ruah takkan pernah membuatku gundah, engkau bertahan karena cintanya Ar-Rahman, darah para pejuang dan doa para insan. sehingga tercipta kemaslahatan menjadikanmu tetap senyum dengan hijau dan asrimu. Selamat datang di indonesia.

Sebagai ucapan terima kasihmu kepada pribumi Nusantara, kau pun memberikan yang terbaik dengan segala yang di anugerahi Sang Pencipta. Di mana telah dititipkan tanah yang kaya akan nutrisi ini mampu di manfaatkan oleh tumbuhan untuk berani berdiri tegak dengan penuh kegagahan berada di tanah Nusantara. 

Jika kau ingin mengenal Nusantara maka perlu rasanya untuk melihat sekelilingmu, telah melimpah ruah aneka tanaman yang bisa menopang perekonomian dan menjaga stabilitas kehidupan.

Lihatlah tanaman itu yang tumbuh dengan perangainya memperlihatkan kegembiraannya dengan penuh pesona, ia adalah tanaman yang memiliki pelepah dengan daun teriris memanjang yang bertegak lurus melebar mengitari lingkaran tempatnya tersenyum, buahnya yang merah meronta yang menggugah selera ingin menikmatinya tetapi sayang ia sedikit pelit karena ia hadir bukan sebagai bahan langsung santap melainkan olahan, dan kehadirannya itu yang membawa peran bagi dunia untuk bisa merasakaan betapa krispynya gorengan bunda.
Jika kau ingin tahu maka akan ku beri tahu. 

Elaeis guinnensis itu nama kerennya yang mendunia, ia di panggil akrab dengan sapaan kelapa sawit, yaitu sang raja tanaman yang paling berpengaruh di Indonesia. perannya cukup penting dalam menunjang kesejahteraan masyarakat, ia mampu mengangkat hak dan martabat seseorang melalui produksinya. Ia datang membawa senyum kepada setiap kalangan yang bahkan orang terbawah pun merasakan bahagia atas kehadirannya.

Ia juga yang membawa indonesia di kenal dunia, dengan pemegang lahan terluas kelapa sawit di dunia dan penghasil CPO (Crude Palm Oil) terbesar hingga 38,17 Juta ton pada tahun 2017, mengalahkan negara lainnya termasuk Malaysia. Dari bidang pertanian ia menjadikan Indonesia kuat sebagai penyumbang devisa terbesar di bandingkan dengan hasil tanaman lain. Hebat bukan...!

Lihatlah senyum rakyat, lihatlah senyum petani terpancar kebahagiaan yang nyata atas kehadirannya. Ia yang tak payah dalam merawat, ia yang kokoh dalam bertahan dari segala gangguan berkat kecocokannya dengan tanah subur di Indonesia, bahkan dari negara asalnya sendiri ia tidak bisa menemukan kecocokan, ia merupakan tanaman perantau dari Afrika yang berhasil ketika berada di Indonesia. 

Ia termasuk sukses menjadi idola bahkan menjadi primadona. Ia akan membawa indonesia lebih baik lagi, apalagi saat ini telah dilakukannya berbagai uji oleh Kementrian Pertanian yang menghadiahkan Bahan Bakar Nabati (BBN) dengan kandungan sawit 20%, bahkan akan dilaksanakannya Biodiesel 100% (B1) nanti menjadikan sawit lebih kuat dan mewujudkan Indonesia Hebat.

Senyum indonesia ada pada kuatnya pereonomian, dan tidak salah lagi kalau kelapa sawit adalah tujuan tepat yang bisa memperkuat ekonomi negara ini, karena dengan kestabilannya berada di Indonesia ini akan menjadi nilai plus untuk memajukan semua kalangan. Konon lagi B1 cepat terlaksanakan agar tidak perlu kewalahan jika ada pengaruh terhadap ekspor ke beberapa negara lainnya. 

Jika biodiesel ini bisa terwujud maka secara otomatis terangkat oleh harga yang kian meningkat sehingga menjadikannya Indonesia makin kuat, dan terwujudnya Sawit Kuat Indonesia Hebat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN