Mohon tunggu...
Severus Trianto
Severus Trianto Mohon Tunggu...

mengembalikan kata pada dunia

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Penguin Tidak Doyan Kebohongan

20 April 2019   22:06 Diperbarui: 20 April 2019   22:49 0 0 0 Mohon Tunggu...

Penguin adalah hewan jenis burung (aves) yang tidak bisa terbang. Dia bukan hewan yang mudah dibohongi. Mengapa? Karena, penguin akrab dan ramah dengan para peneliti, yaitu jenis manusia yang cinta pada ilmu pengetahuan. 

Di mana mayoritas penguin berada, yaitu di antartika, memang tidak ada koloni manusia yang secara kuantitatif significant. Tetapi, mereka yang tinggal di sana, secara kualitatif, adalah manusia-manusia unggul: mereka yang karena cintanya pada ilmu pengetahuan, rela mengorbankan harta, waktu, dan terkadang juga, nyawa mereka untuk mencari kebenaran. 

Para penilti ini bukanlah tipe orang -orang egois yang suka cari kepentingannya sendiri. Mereka adalah mahluk-mahluk yang mau berkorban untuk kepentingan sesama. Sebagai contoh, banyak peneliti merekam efek penaikan suhu global dengan menempatkan beberapa kamera di daerah antartika yang terpencil.

Mereka-mereka inilah yang menjadi sahabat para penguin di antartika. Kadi, para penguin tidak mudah dibohongi karena mereka tidak mengenal istilah bohong; karena mereka bersahabat dengan para peneliti yang tulus, pencinta kebenaran.

Mungkin, oleh beberapa kalangan, pengui  tergolong mahluk yang dungu. Tetapi, dungu selalu dikatakan oleh pihak tertentu yang punya klaim bahwa dirinyalah yang benar, yang berakal sehat. 

Mereka yang sering menuduh orang lain dungu, sebenarnya jauh lebih dungu, karena mereka tidak tahu bahwa sebenarnya mereka tidak tahu; atau mereka tahu tapi karena ingin dikenal dan menerima keuntungan tertentu, mereka bungkam hati nurani sumber kebenaran dalam diri mereka.

Para penguin bukan hewan dungu karena mereka terbiasa bersahabat dengan para peniliti yang tidak pernah menuduh yang berbeda sebagai dungu. Mereka tidak pernah berbohong karena biasa bergaul dengan para pencinta dan pencari kebenaran.

Jadi, ketika ada lembaga ilmiah, penyintas hoax, diusir ke antartika, bisa dibayangkan, betapa gelapnya lingkungan yang melahirkan pengusiran itu.

***

Bumi Batavia, 20 April 2019

Diusirnya pewarta kebenaran bukan berarti hilangnya kebenaran