Severus Trianto
Severus Trianto Swasata

mengembalikan kata pada dunia

Selanjutnya

Tutup

Politik

Kebesaran Indonesia dalam Pidato Prabowo

12 Oktober 2018   15:54 Diperbarui: 12 Oktober 2018   16:12 282 0 0

"Kok bangsa ini tidak berani mengatakan, bagi bangsa Indonesia, 'Indonesia First, Make Indonesia Great Again'. Mengapa pemimpin Indonesia tak ada yang berani mengatakan yang penting adalah 'pekerjaan bagi rakyat Indonesia"

Mengapa?

Karena, bangsa dan negara Indonesia adalah negara dan bangsa pencetus piagam Bandung, tuan rumah konferensi Asia-Afrika tahun 1955, yang menentang pengkubuan Barat-Timur, Kapitalis-Sosialis dan membuka pintu bagi kerja sama dengan setiap negara. Inilah warisan mulia Bapak Pendiri Bangsa, Soekarno tidak saja kepada rakyat Indonesia tetapi juga kepada kesadaran kolektif dunia: haram hukumnya mengisolasi diri dari pergaulan internasional karena alasan ideologis, ekonomi dan sebagainya. Wajib hukumnya bekerja sama dengan siapa saja demi kesejahteraan semakin banyak manusia.

Karena slogan Make Indonesia Great Again adalah tiruan dari slogan Make Amerika Great Again, yang diucapkan seoran kepala negara super power demi membela kepentingannya sendiri. Bangsa yang kaya tetapi merasa miskin, bangsa yang paling mutakhir telnologi senjatanya tetapi merasa terancam oleh kumpulan keluarga pencari nafkah, bangsa pengampu sistem demokrasi tetapi membajak sistem itu sendiri dengan data tanpa fakta demi kuasa. 

Lalu, mengapa meniru slogan yang sama dari negara semacam itu dan mengabaikan semangat Asia-Afrika yang digagas Bapak Pendiri Bangsa sendiri?

Kita membuat Indonesia besar tidak pertana-tama dengan mengcopy paste kesuksesan tidak sah negara dan bangsa lain.

Kita menjadi besar karena pertama-tama sadar bahwa bangsa ini lahir dan berdiri memang untuk menjadi besar. Piagam Bandung, hanya salah satu contohnya.

Sumpah Palapa Gajah Mada, ekonomi kerakyatan Muhammad Hatta adalah contoh-contoh lainnya.

Entah, karena alasan apa, Make America Great Again dari Donald Trump yang dipilih.

Bagaimana bisa besar kalau tidak bangga dengan diru sendiri?

Batavia, 14 Oktober 2018