Mohon tunggu...
Toto Karyanto
Toto Karyanto Mohon Tunggu... Bukan yang banyak pasti baik, tapi yang baik pastilah yang banyak.

Orang biasa

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Pesta Budaya Kebumen dalam Bingkai Kemeriahan Cap Go Meh 2019 - [Bagian 1]

20 Februari 2019   03:31 Diperbarui: 20 Februari 2019   16:02 0 5 2 Mohon Tunggu...
Pesta Budaya Kebumen dalam Bingkai Kemeriahan Cap Go Meh 2019 - [Bagian 1]
Gerbang Kelengteng Khong Hui Kiong Kebumen nampak berhias dalam merayakan Imlek 2570 dan khususnya menyambut Pesta Budaya Kebumen 2019 yang diselenggarakan pada hari Selasa, 19 Pebruari 2019. Dokumentasi pribadi.

Selasa (19/2/2019), Kota Kebumen dipenuhi warna merah dari pernak pernik perayaan hari ke 15 Tahun Baru China (Imlek) 2570 yang diselenggarakan oleh Keluarga Besar Kelenteng Khong Hui Kiong. Kemeriahan mulai terasa sejak pagi hari, bahkan beberapa hari sebelumnya. 

Menurut Andi, pedagang es kelapa muda yang setiap harinya mangkal di sisi Timur Kelenteng atau tepat di depan Kantor Camat Kebumen, perayaan Cap Go Meh tahun ini akan sangat meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Terbukti, saat saya mengikuti prosesi perayaan sejak pagi, kemeriahan sebuah pesta rakyat mulai terasa. 

Banyak pedagang mainan anak dan makanan beraneka ragam mulai menempati berbagai sisi di sekitar Kantor Camat dan Penyelenggara Pemilu (PPK dan Panwas) Kecamatan Kebumen yang menempati ex Gedung Pramuka menampakkan wajah-wajah ceria. Rona optimis terpancar dari senyum mereka. 

Anggota Banser Kebumen nampak membawa spanduk Kirab Budaya Cap Go Meh 2019/2570 di depan Kantor Camat Kebumen. Dokumen Pribadi
Anggota Banser Kebumen nampak membawa spanduk Kirab Budaya Cap Go Meh 2019/2570 di depan Kantor Camat Kebumen. Dokumen Pribadi
Pesta Budaya Kebumen yang diprakrasai oleh Kelenteng Khong Hwie Kiong Kebumen sebagai tema besar Perayaan Cap Go Meh 2570 (2019) diwakili oleh beberapa komunitas pegiat budaya seperti Cepetan Wadasmalang, Calung Anak dan Komunitas Perancang Mode dan Peraga Busana yang setiap penyelenggaraan Kebumen Carnival menjadi yang terdepan. 

Selain perwakilan dari komunitas pegiat budaya Kebumen, Kirab (Pesta) Budaya Cap Go Meh tahun 2019 ini juga diikuti oleh parade drum band dari SMP Pius Bakti Utama, SD-SMP Penabur dan penampilan para calon pelaut masa depan dari SMKN Puring yang memukau pengunjung. 

Drumband SMKN Puring tengah ke luar dari lingkungan Kelenteng Khong Hui Kiong di depan kantor Camat Kebumen pada perayaan Kirab Budaya Cap Go Meh 2019/2570. Dokumen pribadi.
Drumband SMKN Puring tengah ke luar dari lingkungan Kelenteng Khong Hui Kiong di depan kantor Camat Kebumen pada perayaan Kirab Budaya Cap Go Meh 2019/2570. Dokumen pribadi.
Kirab Budaya Cap Go Meh 2019/2570 yang diprakarsai oleh Kelenteng Khong Hwie Kiong Kebumen mengambil rute perjalanan yang cukup pendek. Dimulai dari lapangan basket di depan gerbang kelenteng terus ke Timur sampai perempatan Jalan Pemuda depan Kantor Kelurahan Kebumen, belok kiri ke arah Tugu Lawet - sepanjang jalan Pahlawan sampai perempatan "Damai" di depan SMPN 5 Kebumen, belok kanan sampai perempatan SMPN1 dan SMPN 7 Kebumen. 

Kemudian belok ke kanan menuju arah terminal non bis di Jalan Sutoyo sampai dengan perempatan "Bakso Urip" belok kanan lagi menyusuri Jalan Kolonel Sugiono melewati sisi Barat Pasar Tumenggungan dan kembali ke titik awal di lapangan basket depan gerbang Kelenteng. Menjelang titik akhir, sejak dari depan GKI atau SD/SMP Penabur Kebumen, para peserta Kirab Budaya menampilkan beragam atraksi. 

Atraksi Barongsai Hijau dan Merah di depan Kantor PPK/Panwascam Kec. Kebumen. Dokumen pribadi.
Atraksi Barongsai Hijau dan Merah di depan Kantor PPK/Panwascam Kec. Kebumen. Dokumen pribadi.
Menurut penuturan tokoh utama di balik penyelenggaraan Kebumen Carnival yang dimulai sejak 2014, Widadi Prasetyo yang akrab dipanggil Widpraz, potensi besar seni, tradisi dan budaya lokal Kebumen kerap ia tampilkan dari beragam karya "busana futuristik" yang dirancang, dibuat dan dipamerkan di berbagai ajang. Pria bersuara lembut dan halus ini sehari-hari berprofesi sebagi guru Bahasa Inggris di SMKN 2 (dulu STM) Kebumen. 

Alumni IKIP Sarwi (sekarang UST) Jogja ini awalnya tidak terdeteksi bakat dan kemampuan olah seninya sejak saya kenal di bangku SMA. Tetapi semangat untuk maju memang sangat kentara dengan kesediaan dirinya belajar pada orang-orang tertentu yang dianggapnya cukup menguasai "pelajaran" yang ingin dia dalami atau kuasai.

Sejumlah peraga busana futuritik karya Widpraz yang tampil dalam Kirab Budaya Cap Go Meh 2019/2570 di depan Kantor PPK Jl. Sugiono Kebumen. Dokpri
Sejumlah peraga busana futuritik karya Widpraz yang tampil dalam Kirab Budaya Cap Go Meh 2019/2570 di depan Kantor PPK Jl. Sugiono Kebumen. Dokpri
Sepanjang karirnya sebagai perancang sekaligus penyelenggara pameran busana "nyeleneh" , ia selalu mengambil tema alam sebagai ujung tombaknya. Kebumen yang dikenal sebagai salah satu sentra anyaman pandan berkualitas tinggi, berbahan dasar  pandan jaksi  dan mulai dikembangkan sejak tahun 1980 oleh Ibu Jumarnah menjadi titik inspiratif karya-karya busana ala carnival-nya. Beberapa busana rancangannya banyak dihiasi oleh ragam anyaman pandan polosan seperti nampak pada gambar di bawah ini.

Kreasi busana. Dokpri
Kreasi busana. Dokpri
Seperti kebanyak pelaku seni, budaya dan olahraga yang mungkin bisa disebut "militan", Widpraz senantiasa membawa nama tempat kelahiran dan kehidupannya, Kebumen. Meski tanpa apresiasi, bahkan sekadar "restu" para pejabatnya ketika ia dan rombongannya mewakili Kebumen di ajang peragaan busana lokal seperti Festival Serayu - Banjarnegara. Atau di satu pusat budaya dan kota pelajar Yogyakarta yang "memoles" dirinya sebagai guru yang sekaligus seniman busana dan pegiat budaya.  Beberapa kali ia dan rombongannya mewakili ajang serupa carnival di berbagai negara Asia dan Afrika atas nama Indonesia. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x