Her Wanto
Her Wanto Jurnalis Warga dan pemberdayaan

Pemberdayaan Masyarakat, Pemerhati Anak, Pegiat Sosial, Fasilitator SIPBM, KPMD, FPA, Karang Taruna, Koalisi Kependudukan, FBKTKI, Jurnalis Warga

Selanjutnya

Tutup

Balap

The Doctors, Si Tua yang Tetap Perkasa di Lintasan Balap

7 Juni 2018   04:51 Diperbarui: 7 Juni 2018   16:42 836 2 2
The Doctors, Si Tua yang Tetap Perkasa di Lintasan Balap
yamahamotogp.com

Siapakah yang tidak kenal the Doctors?

Hampir manusia dipenjuru dunia, mengenal the Doctors atau si bengal Valentino Rossi pembalap Yamaha Movistar asal Italia. Di usianya yang sudah menginjak kepala  empat atau lebih tepatnya 39 tahun. Tapi masih tetap eksistensi dilintasan balap. Namanya begitu memberi warna pada semua sesi balapan. Dan dia adalah idola penulis dari dulu. Rider yang sempat bergabung dengan pabrikan Honda, Yamaha, Ducati dan sekarang kembali lagi ke pabrikan Yamaha.

Berikut adalah kutipan dari Wikipedia Indonesia.

Valentino Rossi (lahir di Urbino, Italia, 16 Februari1979; umur 39 tahun) adalah seorang pembalap di kejuaraan grandprix motor dunia setelah era Michael Doohan, dengan titel juara dunia di empat kelas yang berbeda yang diraihnya dalam waktu tujuh tahun berkarier. Ia adalah salah seorang pembalap tersukses sepanjang masa, dengan 7 gelar juara dunia di kelas puncak (500cc/MotoGP) dan dua gelar di kelas 250cc dan 125cc. 

Menurut majalah olah raga terbitan Amerika, Sports Ilustrated, Rossi adalah salah satu olahragawan bergaji terbesar di duunia, ia diperkirakan digaji $34 juta pada 2007. Putra dari mantan pembalap GP 250 cc Graziano Rossi dan Stefania Palma ini memegang banyak rekor dan prestasi yang diraihnya melampaui banyak seniornya. Total pembalap eksentrik ini membukukan 9 gelar juara dunia, sekali di kelas 125cc pada tahun 1997, sekali di kelas 250cc (1999), dan tujuh kali juara dunia di kelas puncak 500cc/MotoGP (2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008 dan 2009).

Bahkan diusianya yang sudah tidak muda lagi, dia benar-benar masih perkasa. Salah kalau dia dipandang sebelah mata hanya karena usianya yang sudah tua. Ternyata ini sebagai bukti bahwa usia tua tidak selama berpengaruh pada keeksisan seseorang. Tapi tekad dan semangat serta skill yang benar-benar mumpuni mampu menjawab semuanya. 

Ini terbukti di tahun-tahun belakangan ini, walaupun dia sudah jarang sekali finishing diurutkan pertama tapi dia selalu naik podium. Ingat di kejuaraan MotoGP tahun lalu, entah benar apa yang disangkakan para fans atau tidak. Dia seharusnya bisa keluar sebagai juara dunia yang kesepuluh tapi karena seperti ada indikasi kesengajaan menjegal agar Rossi tidak keluar sebagai juara dunia. Yang waktu itu hanya terpaut beberapa poin saja dari sang juara pertama Mark Marquez. Dan andaikata waktu itu tidak ada indikasi semacam konspirasi mungkin the Doctors keluar sebagai juara. Tapi biar bagaimanapun kita sebagai fans tetap harus menerima, sebuah kejuaraan pasti ada yang kalah dan menang.

Di kejuaraan MotoGP tahun ini saja si Bengal masih menunjukkan tajam taringnya di lintasan balap. Bahkan di sirkuit Mugello Italia, dia bisa start di posisi awal walaupun dia harus puas finish pada urutan tiga, setelah Jord Lorenzo (1) dan Davisioso (2) rekan satu negara yang tergabung di Ducati. Tapi begitu kerja keras dan usaha the Doctors tidak bisa dipandang sebelah mata. Dia tetap jadi rival bagi semua rider dilintasan, yang pantas diperhitungkan. Semoga the Doctors Valentino Rossi di akhir musim ini bisa memecahkan keinginan untuk bisa menjadi juara dunia yang kesepuluh di MotoGP. Tetap semangat wahai Valle..