Mohon tunggu...
Tonny Syiariel
Tonny Syiariel Mohon Tunggu... Lainnya - Travel Management Consultant and Professional Tour Leader

Travel Management Consultant, Professional Tour Leader, Founder of ITLA

Selanjutnya

Tutup

Trip Artikel Utama

Ljubljana, "The Dragon City" yang Menawan

16 Oktober 2022   10:06 Diperbarui: 16 Oktober 2022   18:45 1518
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Panorama kota dan sungai dilihat dari atas kastel. Sumber: dokumentasi pribadi

Ursuline Church of the Holy Trinity, gereja bergaya baroque di alun-alun Kongres. Sumber: dokumentasi pribadi
Ursuline Church of the Holy Trinity, gereja bergaya baroque di alun-alun Kongres. Sumber: dokumentasi pribadi
Akan tetapi, wajah Ljubljana terkini bisa disebut sangat dipengaruhi karya-karya Joze Plecnik, arsitek kenamaan asal kota ini dan beberapa arsitek terkenal lainnya. Karya-karya Plecnik, yang pernah lama berkarir di Wina dan Praha itu, ikut memodernisasi wajah urban ibu kota Slovenia.

Joze Plecnik memang sangat dihormati di Ljubljana. Dia mulai menata wajah kota ini sejak kembali ke Ljubljana pada tahun 1920 hingga wafat di tahun 1957. Jejak karyanya menghiasi berbagai sudut kota Ljubljana. Mulai dari Triple Bridge, Ljubljana Central Market, National and University Library of Slovenia, Church of St. Michael, dan lain-lain.

Triple Bridge yang melayang di atas sungai Ljubljanica. Sumber: dokumentasi pribadi
Triple Bridge yang melayang di atas sungai Ljubljanica. Sumber: dokumentasi pribadi
Triple Bridge, salah satu karyanya, sangat terkenal di Ljubljana. Tiga jembatan yang dibuka pada tahun 1932 itu, menghubungkan kawasan bersejarah dan wilayah modern Ljubljana. Dengan kontribusinya yang begitu besar bagi kampung halamannya, Plecnik pun kerap disanjung dengan sebutan "The Man Who Built Ljubljana". 

Ljubljana bukanlah sebuah kota besar. Luas kota ini hanya sekitar 163 km persegi. Pusat kotanya lebih kecil lagi. Dan kota ini memang termasuk salah satu ibu kota terkecil di Eropa. 

Dari satu objek wisata ke objek wisata lainnya cukup dengan berjalan kaki. Dan begitulah yang saya lakukan kala mulai menjelajahi kota ini dari Preseren Square yang berada di sebelah Triple Bridge. 

Sisi lain dari Preseren Square, Ljubljana. Sumber: dokumentasi pribadi
Sisi lain dari Preseren Square, Ljubljana. Sumber: dokumentasi pribadi
Preseren Square termasuk zona pejalan kaki di kota tua Ljubljana. Inilah alun-alun paling terkemuka di kota Ljubljana. Selain populer sebagai redezvous bagi warga kota ini, alun-alun ini juga menjadi lokasi berbagai festival. Misalnya, dragon carnival, konser, dan sebagainya.

Nama Preseren diambil dari nama France Preseren, penyair kondang Slovenia. Sebuah monumen atas namanya juga didirikan di alun-alun ini. Persis di depan Ljubljana Central Pharmacy. Salah satu bangunan bersejarah yang dibangun dengan gaya neo-renaissance.

Namun, sang bintang di alun-alun ini tidak lain adalah Franciscan Church of the Annunciation. Sebuah gereja milik ordo Fransiskan yang dibangun pada tahun 1646 dan 1660. Sedangkan fasad gereja yang berbalut warna merah menawan itu baru dibangun dengan gaya baroque pada tahun 1703-1706.

Franciscan Church of Annunciaten, Ljubljana. Sumber: dokumentasi pribadi
Franciscan Church of Annunciaten, Ljubljana. Sumber: dokumentasi pribadi
Pesonanya juga membuat gereja ini menjadi salah satu objek foto yang sangat populer di Ljubljana. Saya sendiri telah memotretnya beberapa kali dari berbagai sudut kota. Bahkan di malam sebelumnya, saya sempat mengabadikannya dari atas Fish Market Footbridge. Jembatan khusus pejalan kaki yang menjadi spot foto terkenal di kota ini.

Fishmarket Footbridge. Sumber: dokumentasi pribadi
Fishmarket Footbridge. Sumber: dokumentasi pribadi
Dari Preseren Square, saya lalu menyeberangi Triple Bridge menyusuri Stritarjeva Ulica hingga tiba di Town Square (Mestni trq), sebuah alun-alun lain di kota tua Ljubljana. Tempat berdirinya Town Hall dan berbagai bangunan era medieval lainnya. Gedung Balai Kota bergaya baroque itu dibangun antara tahun 1717-1719.

Alun-alun ini seakan memamerkan deretan bangunan dari abad pertengahan yang masih terawat dengan baik. Dan of course, sedap dipandang pula. Sebuah air mancur cantik membuat alun-alun ini kian atraktif. Itulah Robba Fountain yang dirancang Francesco Robba, seorang pematung asal Italia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun