Mohon tunggu...
Tonny Syiariel
Tonny Syiariel Mohon Tunggu... Lainnya - Travel Management Consultant and Professional Tour Leader

Travel Management Consultant, Professional Tour Leader, Founder of ITLA

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

Fenomena "Low-Cost Carrier", dari Amerika hingga Indonesia

25 September 2020   16:56 Diperbarui: 25 September 2020   20:19 2573
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Awair Indonesia. Sumber: www.flyawaysimulation.com

Harga tiket LCC yang lebih rendah membuat maskapai raksasa seperti American Airlines (AA) pun ikut menyodorkan harga tiket kelas ekonomi termurahnya. Kelas 'economy basic' itu dirancang menjadi harga termurah AA dengan sejumlah restriksi terkait bagasi, tempat duduk dan urutan boarding. 

easyJet, LCC asal Inggris. Sumber: Pedro Aragao/ wikimedia
easyJet, LCC asal Inggris. Sumber: Pedro Aragao/ wikimedia
Sementara itu, di belahan benua Eropa, konsep penerbangan bertarif rendah diawali di wilayah Britania Raya dan Irlandia, persis seperti model bisnis Southwest. Dua LCC tampil sebagai perintis adalah easyJet dan Ryanair.

easyJet (biasanya ditulis 'easyJet' dengan 'e' huruf kecil) merupakan maskapai penerbangan berbiaya murah yang berbasis di Bandara Luton, London.

Maskapai yang berdiri sejak 1995 ini merupakan maskapai bertarif rendah terbesar di Eropa saat ini. Dengan jumlah armada sekitar 340 pesawat, yang semuanya buatan Airbus S.A.S., easyJet group menerbangi lebih dari 1,000 rute domestik dan internasional di 30 negara.

Saingan utamanya tidak lain adalah Ryanair, LCC yang bermarkas di Swords, Dublin - Irlandia. Sejak lahir tahun 1984, Ryanair memilih basis operasional utama di Dublin dan bandara Stansted, London. Stansted adalah salah satu dari 6 bandara yang ada di sekitar kota London, Inggris.

Ryanair, LCC asal Irlandia. Sumber: www.news.ryanair.com
Ryanair, LCC asal Irlandia. Sumber: www.news.ryanair.com
Dengan mengoperasikan lebih dari 300 pesawat berjenis Boeing 737-800, rute Ryanair menjangkau 225 destinasi di 40 negara di Eropa, Afrika Utara dan Timur Tengah.

Ryanair sangat terkenal karena ekspansinya yang cepat serta gaya promosi yang agresif. Berkat deregulasi di industri penerbangan di wilayah Uni Eropa, Ryanair dan juga easyJet bisa berkembang pesat.

Persaingan keduanya begitu sengit, sehingga kita dengan mudah menemukan banyak analisa yang membandingkan keduanya dari berbagai aspek. Mulai dari jenis pesawat, website, tempat duduk, harga, hingga urusan bagasi.

Promo Ryanair. Sumber: tangkapan layar dari laman Ryanair.
Promo Ryanair. Sumber: tangkapan layar dari laman Ryanair.
Sejatinya, deregulasi di wilayah Uni Eropa berawal dari “Open Skies Treaty” yang ditandatangani pada 24 Maret 1992. Deregulasi ini intinya membolehkan semua maskapai Uni Eropa menerbangi semua rute di wilayahnya.

Alhasil, pasar penerbangan bertarif rendah di Eropa pun kian berkembang pesat. Selain easyJet dan Ryanair yang terus bersaing, saat ini setidaknya terdapat 62 LCC di benua Eropa. Kompetisi pun makin seru.

Di wilayah Asia, nama AirAsia dari negeri jiran Malaysia masih terus menjulang ke angkasa biru. Kisah AirAsia yang begitu fenomenal bahkan sudah dibuatkan dalam sebuah buku berjudul “The Air Asia Story” yang ditulis Sen Ze dan Jayne Ng.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun