Mohon tunggu...
TOG INDONESIA
TOG INDONESIA Mohon Tunggu... -
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Selanjutnya

Tutup

Worklife

8 Jenis Testing Wajib Seorang Software Tester / SQA

6 Agustus 2018   14:24 Diperbarui: 6 Agustus 2018   14:41 19292
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
8 Jenis Testing Wajib Seorang Software Tester / Software QA

 4. Integration Testing

8 Jenis Testing Wajib Seorang Software Tester / Software QA
8 Jenis Testing Wajib Seorang Software Tester / Software QA
Integration test adalah mengevaluasi behavior dari kelompok method atau class. Tujuan dari integration test adalah untuk mengidentifikasi kesalahan yang tidak dapat dideteksi oleh unit testing. Kesalahan tersebut mungkin disebabkan oleh beberapa masalah, diantaranya :
  • Interface incompatibility, misalnya sebuah method melewatkan parameter dengan tipe data yang salah ke method lainnya
  • Parameter values, misalnya sebuah method mengembalikan nilai yang tidak terduga seperti nomor negatif untuk harga
  • Run-time exceptions, misalnya method menyebabkan kesalahan seperti out of memory atau file already in use karena ada konflik kebutuhan sumber daya
  • Unexpected state interactions, misalnya state dari dua atau lebih objek yang berinteraksi menyebabkan kesalahan yang kompleks seperti ketika method class Order menjalankan satu kesalahan dari semua kemungkinan state objek Customer.

Beberapa masalah di atas merupakan kesalahan paling umum yang sering ditemui dalam integration testing, tetapi sebenarnya masih banyak masalah lainnya yang dapat menjadi penyebab kesalahan (error).

5. Usability Testing

8 Jenis Testing Wajib Seorang Software Tester / Software QA
8 Jenis Testing Wajib Seorang Software Tester / Software QA
Usability test adalah test untuk menentukan apakah method, class, subsistem, atau sistem telah memenuhi persyaratan pengguna. Oleh karena banyaknya tipe persyaratan sistem baik yang fungsional maupun non-fungsional, maka banyak tipe dari usability test yang harus dilakukan di waktu yang berbeda. Umumnya usability test mengevaluasi persyaratan fungsional dan kualitas dari user interface.

User berinteraksi dengan sistem untuk menentukan apakah fungsi telah seperti yang diharapkan dan apakah user interface membuat sistem dapat mudah digunakan. Pengujian ini sering dilakukan untuk mendapatkan feedback yang cepat dalam meningkatkan interface dan mengkoreksi kesalahan dalam komponen perangkat lunak.

6. Smoke Testing

8 Jenis Testing Wajib Seorang Software Tester / Software QA
8 Jenis Testing Wajib Seorang Software Tester / Software QA
Smoke testing adalah system test yang biasanya dilakukan setiap hari atau beberapa kali per minggu. Build and smoke test sangat penting karena menyediakan feedback yang cepat dalam masalah yang signifikan.

7. Stress Testing

8 Jenis Testing Wajib Seorang Software Tester / Software QA
8 Jenis Testing Wajib Seorang Software Tester / Software QA
Stress Testing adalah pengujian yang biasanya dilakukan dalam membuat sebuah website, dimana stress testing dilakukan untuk mengetahui sekuat apa server website kita menampung visitor dalam website tersebut, dengan cara melakukan hit dummy ke website menggunakan tools.

8. User Acceptence Test (UAT)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun