Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Konsultan - Kompasianer of the Year 2014

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Yakinkah Kita Sudah Sehat?

22 September 2016   20:34 Diperbarui: 22 September 2016   20:45 16
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

foto: http://www.freeimages.com

Pengertian sehat dalam keseharian yang selama ini kita jumpai ,belum tentu merupakan sehat yang sesungguhnya .Bila kita bertemu teman lama dan bertanya tentang kesehatannya,maka kita akan mendapatkan jawaban :” Sehat. Bisa jalan sendiri tanpa tongkat “. Kalau pengertian sehat dalam hal ini dimaksudkan sudah mulai sembuh dari sakitnya,tentu dapat diterima. Mungkin sebelumnya tidak bisa berjalan,bahkan mungkin tidak dapat berdiri,tanpa tongkat dan kini sudah dapat berjalan sendiri dari kamar kekamar mandi tanpa tongkat ataupun bantuan anggota keluarga lainnya.

Namun bilamana kita mengacu pada kriteria sehat menurut WHO atau Badan Kesehatan Dunia, maka kemungkinan besar,sebagian dari kita,yang selama ini menganggap diri sehat,ternyata belum  dapat dikategorikan sehat.

Salah satu point yang perlu digaris bawahi dari seluruh paparan tentang kriteria sehat menurut Badan Kesehatan Dunia ini adalah bahwa seseorang atau manusia itu baru dapat dikatakan sehat, bila kondisinya sehat lahir dan batin,serta mampu hidup berinteraksi dan bertetangga dengan baik.Dan masih ada tambahan lagi, bahwa manusia harus mampu menerima dengan ikhlas , suatu keadaan ,walaupun pada kenyataannya kondisi tersebut ,tidak sesuai dengan yang diharapkannya.

Atau dalam kalimat lain ,manusia baru dapat dikategorikan termasuk manusia yang sehat,tidak hanya bila tidak dalam keadaan sakit secara phisik,tetapi juga mampu menghadirkan kegembiraan hidup dalam dirinya. Mampu hidup mandiri dan melakukan aktivitas,sesuai dengan kapasitas masing masing. Bila hanya sekedar bisa berjalan dirumah,makan dan ke kamar mandi,tentu bukan kondisi seperti ini yang dimaksudkan dengan manusia sehat.Apalagi bila untuk menunjang kelangsungan hidup,harus menunggu bantuan anggota keluarga ataupun orang lain

Tentu saja hal ini dapat ditafsirkan oleh masing masing pribadi ,yang mungkin saja tidak persis sama,akan tetapi setidaknya.ada esensial yang sama ,yakni bahwa manusia baru dapat disebukan sehat,bila ia sehat lahir dan batin.

Bila Tergantung pada obat obatan:

  1. hipertensi
  2. diabetes
  3. jantung
  4. obat obat penenang
  5. tergantung pada suntikan 
  6. tidak berani keluar rumah tanpa obat 
  7. dan obat obatan lainnya

Bila diri kita termasuk dalam salah seorang yang hidupnya tergantung pada obat obatan,tentu tidak dapat dikategorikan sebagai manusia yang sehat.

Tulisan ini tentu sama sekali tidak bermaksud memojokan siapapun,melainkan sebuah masukan sederhana,yang kemungkinan besar,hampir semua orang tahu. Namun selama ini, menjalani hidup sehari hari dan ditunjang oleh ketergantungan segala jenis obat obatan ,namun tetap merasa dirinya sehat. Bila kondisi ini dibiarlah berlarut larut,maka orang baru  tersadarkan,bila kondisi tubuhnya sudah terlalu parah. Kalaulah hal ini terjadi dan baru ingin mengubah polah hidup,mungkin sudah sangat terlambat.

Oleh karena itu perlu ada upaya  dengan melakukan self care atau perawatan diri sendiri,dengan jalan meningkatkan pemahaman tentang sehat,serta memperbaiki kondisi tubuh yang selama ini rapuh dan sangat tergantung pada obat obatan. Bahwa pengertian sehat bukanlah seperti yang kebanyakan dipahami orang selama ini,yakni kalau masih bisa berjalan dan tidak tergeletak dirumah sakit atau ditempat tidur, dianggap masih sehat.Padahal untuk dapat disebutkan sehat secara holistik, kita dituntut untuk berbenah diri ,lahir dan bathin

Jangan Terlalu Mudah Mengonsumsi Obat

  1. Begitu sakit kepala sedikit ,minum obat
  2. masih sakit lagi minum lagi
  3. bahkan masih ditambah dosisnya,agar cepat sembuh
  4. Begitu terasa ada yang tidak enak,langsung minum obat
  5. padahal tanpa sadar kita meracuni diri sendiri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun