Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Konsultan - Kompasianer of the Year 2014

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Foto yang Membuat Saya Merinding

4 Juli 2021   16:17 Diperbarui: 4 Juli 2021   17:37 451 21 11 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Foto yang Membuat Saya Merinding
gambar-naskah-4-60e18c9006310e6bda0ed952.jpg

Dan Tak Mampu Menahan Air Mata

Mungkin benar kata orang, semakin bertambah usia seseorang, maka sifatnya semakin sensitif. Mudah terhanyut secara emosional. Setidaknya itulah yang saya rasakan. Seperti misalnya, kemarin saat mendapatkan kabar bahwa Handi, sepupu saya meninggal dunia secara hampir bersamaan dengan isterinya, membuat saya dirundung rasa sedih hingga hari ini. Padahal saya mengajarkan orang banyak bahwa, "What ever will be, will be". Tetapi saat suatu hal menyedihkan terpaut dengan kehidupan pribadi, saya lupa menasihati diri sendiri. 

the-last-supper-5-60e18f0606310e584d270b05.jpg
the-last-supper-5-60e18f0606310e584d270b05.jpg
Hari ini, sejak pagi hujan turun dengan lebat. Terkadang mereda beberapa menit, tapi kemudian dilanjutkan dengan disertai angin kencang. Walaupun temperature tidak mencapai titik beku, tapi sebagai orang yang dilahirkan di Indonesia, saya dan isteri merasakan bahwa temperature 6 derajat Celcius yang disertai angin dingin, cukup membuat kami tidak keluar rumah. Apalagi masih diberlakukan pembatasan perjalanan. Bahkan tadi pagi kami hanya mengikuti Misa Minggu lewat Streaming Live karena hujan lebat dan angin kencang.

gambar-naskah-3-60e18c8d1525103288604e02.jpg
gambar-naskah-3-60e18c8d1525103288604e02.jpg
Saat Menyaksikan Foto Kenangan

Karena tidak mungkin saya duduk sepanjang hari di depan laptop untuk menulis, maka di saat-saat istirahat menulis, saya membuka album kenangan lama, maksudnya  untuk menghibur diri. Tapi yang terjadi justeru, setelah menyaksikan lembaran foto-foto di album kenangan, saya jadi merinding. Karena hampir setiap foto yang saya tengok, salah seorang diantaranya sudah tidak ada lagi. 

the-last-supper-4-60e18cb51525103e7973baf2.jpg
the-last-supper-4-60e18cb51525103e7973baf2.jpg
Ada foto bersama salah seorang murid saya di SMP, yang merupakan pelukan terakhir dari saya. Foto kenangan kami dengan pak I Wayan Parnata di Free Port, yang merupakan salah seorang sahabat terbaik kami yang juga sudah tiada dalam usianya yang relatif masih muda.

ket.foto: pelukan terakhir
ket.foto: pelukan terakhir
Saat saya melihat foto lainnya, yakni saat kami makan bersama dengan pak Mohammad Faisal Anwar, yang juga merupakan "The last supper", santap malam terakhir kami bersama sama. Foto bersama dengan pak Jamaris Jamaan, yang kini hanya tinggal kenang kenangan. Begitu juga foto makan bersama dengan  Eduard, salah seorang mantan murid saya di SMP, juga merupakan santap siang terakhir. Karena setelah kami makan bersama, seminggu kemudian, dapat kabar bahwa Eduard yang berusia 60 tahun sudah dipanggil Tuhan. 

the-last-supper-1-60e18f6106310e09175b48c2.jpg
the-last-supper-1-60e18f6106310e09175b48c2.jpg
Ada foto makan bersama dengan isteri pak Jamaris dan kedua puterinya,disalah satu rumah makan Padang di Jakarta,yang juga merupakan santap bersama yang terakhir kalinya. 

gambar-naskah-1-60e18cd41525103f5f487f62.jpg
gambar-naskah-1-60e18cd41525103f5f487f62.jpg
Tanpa terasa, mata saya terasa hangat dan saya tidak sampai seluruh album saya lihat, sudah saya tutup kembali. Rasanya tidak tega banget membuka lembaran lainnya. Sayup-sayup terngiang-ngiang dalam batin saya lirik lagu, " ...The future not ours to see ...que sera sera...what will be ...will be...."

Saya hanya bisa berdoa semoga alm semuanya sudah berada dalam damai sejahtera di surga. 

Tjiptadinata Effendi

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN