Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Kompasianer of the Year 2014

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Menulis di Kompasiana "Bo Cuan" tapi Mengapa Masih Terus Menulis?

31 Mei 2021   09:55 Diperbarui: 31 Mei 2021   19:31 260 39 16 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menulis di Kompasiana "Bo Cuan" tapi Mengapa Masih Terus Menulis?
ilustrasi: https://unsplash.com/

Memaknai Arti :"Time is money " Secara Arif dan Bijaksana

Bahwa ada yang mendapatkan K Reward dalam jumlah jutaan rupiah setiap bulan adalah sebuah fakta tak terbantahkan. Tapi dirasakan oleh beberapa orang Penulis hebat, Sedangkan ribuan Penulis lainnya, sudah bersyukur bilamana namanya tercantum sebagai Penerima K Reward walaupun nilai nominal tidak cukup untuk bayar Pulsa. Karena dengan tercantumnya nama di daftar Penerima K Reward sudah merupakan suatu penghargaan yang tidak dapat dinilai dengan uang semata.

Kalau arti kata "Time is money" diterjemahkan secara harfiah atau literally maka artinya tunggal yakni "Waktu adalah uang" Bila ini yang dijadikan patokan maka yang tersisa menulis di Kompasiana paling hanya belasan orang karena "hasil" yang diterima dari karya tulisnya tidak cukup untuk membayar pengeluaran pulsa setiap bulannya. Jadi kesimpulannya "Bo cuan, ya nggak nulis " 

Tapi bersyukurlah semua Penulis di Kompasiana sudah cukup dewasa dalam memaknai arti kata "time is money", bukan hanya semata berorientasi pada uang tapi memiliki makna yang lebih mendalam tentang waktu. Yakni bahwa waktu itu sangat berharga sehingga jangan disia siakan terbuang percuma tanpa melakukan akitivitas yang bernilai

Menulis di Kompasiana Memiliki Multi Manfaat

  • Menulis merupakan terapi jiwa
  • Menulis merupakan kesempatan untuk belajar
  • Menulis adalah jembatan untuk menjalin hubungan persahabatan
  • Menulis merupakan kebanggaan pribadi
  • Tulisan kita akan menjadi warisan bagi anak cucu
  • Menulis merupakan cara efektif mengaplikasikan hidup berbagi
  • dan seterusnya

Penyebab Orang Berhenti Menulis

  • Boleh jadi sibuk dengan urusan yang lebih penting
  • Kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan
  • over expectation terhadap tulisannya

Menilai Tulisan Sendiri Terlalu Tinggi

Kalau alasan  orang  berhenti menulis karena kesibukan untuk menghidupi keluarga tentu tidak perlu dibahas disini. Karena family is the first. Begitu juga orang berhenti sementara menulis,karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan,juga tidak perlu dibahas

Tapi mengenai "over ekpektasi" terhadap tulisan sendiri,mungkin perlu sekilas dijelaskan,karena kemungkinan terbesar adalah penyebab tersebesar Penulis di Kompasiana, ada yang "resign" tanpa pamitan . Setiap Penulis tentu saja berharap,agar hasil karya yang ditulisnya dengan bersusah payah akan mendapatkan penghargaan dari Admin Kompasiana dan ditempatkan di Headline atau setidaknya di Highlight.

Karena sudah memberikan "patokan harga' pada tulisannya, maka pada saat tulisanya "ditawar" Admin hanya sebatas tanpa label. maka hadirlah rasa kecewa yang mendalam. Satu kali masih mencoba bertahan, tapi kalau sudah beberapa kali maka merasa hasil karya tulisnya tidak dihargai maka ia mengambil langkah, yakni  memutuskan untuk "divorce" atau berpisah dari Kompasiana.

Bagi Kompasiana,satu orang keluar,maka 1000 orang sudah siap akan menggantikan posisi kita. Ibarat seorang murid,ngambek dan menyatakan diri keluar dari sekolah,jangan berharap,Kepala Sekolah akan datang untuk membujuk bujuk. Hal ini,mungkin terasa menyakitkan,bayangkan sudah menulis selama bertahun tahun,tapi akhirnya keluar tanpa salaman 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN