Mohon tunggu...
Thoha Saifuddin
Thoha Saifuddin Mohon Tunggu... Mahasiswa

Sing penting yakin

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Pilihan

Olahan Singkong yang Hampir Hilang Tergerus Zaman

3 Juni 2020   08:07 Diperbarui: 3 Juni 2020   08:06 19 2 0 Mohon Tunggu...

Singkong atau ketela pohon atau ubi kayu mempunyai nama latin Manihot esculenta, pertama kali dikenal di Amerika Selatan. Produksi singkong dunia diperkirakan mencapai 192 juta ton pada tahun 2004. Singkong ditanam secara komersial di wilayah Indonesia ( saat itu masih Hindia Belanda ) sekitar tahun 1810, setelah sebelumnya diperkenalkan orang Portugis dari Brazil. Singkong masuk ke Indonesia dibawa oleh bangsa Portugis ke Maluku sekitar abad ke 16. Butuh waktu lama singkong menyebar ke pulau lain terutama Jawa. Peningkatan penanaman singkong sejalan dengan pertumbuhan penduduk di pulau Jawa yang pesat. Ditambah lagi produksi padi tertinggal dibelakang pertumbuhan penduduk.

Singkong atau ketela pohon merupakan tanaman perdu dengan tinggi yang dapat mencapai 7 meter. Singkong berakar tunggang dengan sejumlah akar cabang yang kemudian membesar menjadi umbi akar yang dapat dimakan. Bagian dalam umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. 

Singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Kerusakannya ditandai dengan warna buahnya yang berubah warna menjadi biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi manusia. Singkong atau ketela pohon ini merupakan sumber karbohidrat namun kandungan proteinnya sangat sedikit. Kandungan proteinnya tersimpan pada daun singkong yang mengandung asam amino metionina.

Hingga saat ini, singkong telah menjadi salah satu bahan pangan uang utama, baik di Indonesia maupun dunia. Di Indonesia sendiri, singkong merupakan bahan pokok ketiga setelah padi-padian dan jagung.

Singkong mempunyai kandungan gizi yang sangat banyak, diantaranya karbohidrat, kalsium, vitamin dan masih banyak lagi. Selain itu, daun singkong yang biasanya dijadikan sayuran pada masakan juga memiliki kandungan gizi yang banyak antara lain protein, kalsium, fosfor, vitamin dan lain-lain. 

Untuk memperoleh manfaat singkong bisa dengan cara dimasak. Cukup di rebus selama beberapa menit hingga matang. Singkong sudah bisa dikonsumsi. Pada zaman penjajahan dulu masyarakat Indonesia juga mengkonsumsi singkong dengan cara merebusnya saja karena memang saat itu merupakan masa-masa yang sulit sehingga mereka mengkonsumsi makanan apa adanya. Ataupun juga biasa ditambahkan gula merah agar rasanya manis. 

Namun yang populer pada masa dulu, singkong dijadikan olahan tape. Tape merupakan makanan khas pada masa itu. Banyak sekali produksi tape terutama di wilayah pedesaan yang memang banyak ditumbuhi tanaman perdu ini. Saat ini produksi tape sudah jarang ditemui. Bahkan rasanya makanan khas ini hampir punah ditelan zaman yang serba meodern.

Namun di Jawa Tengah dan sekitarnya kita masih bisa menemui makanan khas ini. Jika kita ingin membuatnya sendiri pun juga bisa. Tidak sulit untuk membuatnya sendiri.

Caranya pun tak sulit. Pertama siapkan singkongnya dan kupas ketela dari kulitnya. Setelah itu cuci terlebih dahulu agar bersih. Masak ketela setengah matang. jangan terlalu matang agar tidak hancur saat sudah jadi tape nanti. Setelah itu tiriskan sampai airnya hilang dari permukaan ketela. 

Atau diamkan beberapa saat sampai agak dingin. Fungsinya agar tape tidak berair. Kemudian tambahkan ragi tape secukupnya secara merata. Lalu bungkus ketela sampai hampir tidak ada udara yang masuk. Akan lebih baik jika di lapisi dengan daun pisang agar baunya lebih enak. Diamkan kurang lebih selama dua hari saja. Setelah itu bisa dibuka dan tape pun siap disantap.

Tape bisa dimakan langsung atau di masak kembali. Biasanya dibuat campuran kolak. Atau bisa juga digoreng. Dalam beberapa wilayah di Jawa Tengah tape goreng ini disebut Rondo royal. Cara membuatnya pun tak sulit. Cukup dengan tape yang sudah jadi kemudian beri gula merah didalamnya secukupnya sesuai selera. 

Kemudian celupkan kedalam tepung yang sudah cair. Lalu goreng didalam minyak yang panas. Ketika sudah berwarna agak kuning kecoklatan, angkat dan tiriskan. Rondo royal pun siap disantap.
Gimana? Tertarik untuk mencoba?

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x