Mohon tunggu...
Thesa Lonika
Thesa Lonika Mohon Tunggu... learner

Mahasiswi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Universitas Padjadjaran 2019

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Orang Miskin Baru Akibat Pandemi Covid-19

10 Mei 2020   03:46 Diperbarui: 10 Mei 2020   03:58 240 0 0 Mohon Tunggu...

Selain menyerang kesehatan manusia, Covid-19 juga menyerang perekonomian negara, bahkan dunia. Covid-19, yang tak pandang bulu ini, menghambat perekonomian dunia sehingga perekonomian dunia saat ini kian melemah akibat pandemi global ini.

Kegiatan transaksi yang semakin berkurang menyebabkan roda perekonomian macet, tidak berjalan dengan normal. Para pelaku ekonomi harus benar-benar memutar otak, bagaimana caranya agar roda perekonomian bisa lancar lagi.

Cara untuk memperlancar roda perekonomian yang macet salah satunya adalah produktivitas. Produktivitas yang tinggi dapat mendorong kegiatan transaksi.

Namun pada kenyataannya, dalam keadaan saat ini sulit untuk meningkatkan produktivitas. Banyak para pekerja yang terpaksa tidak bisa bekerja secara penuh dan tidak sedikit pula para pekerja yang harus kehilangan pekerjaannya.

Bisnis pun saat ini kian merugi sehingga banyak buruh yang di-PHK. Nilai aset perusahaan juga banyak yang turun sampai banyak perusahaan yang gulung tikar.

Pekerjaan-pekerjaan yang sudah sulit untuk mendapat penghasilan sejak sebelum wabah ini terjadi, semakin sulit untuk mendapat penghasilannya, seperti sopir angkutan umum, tukang ojek konvensional dan online, tukang becak, dan sebagainya. Tantangan mereka di masa pandemi ini akan 2 kali bahkan lebih sulit dari sebelumnya.

Para pengangguran pun terkena imbasnya. Keadaan saat ini semakin mempersulit mereka yang mendapatkan pekerjaan.

Fenomena sulitnya meningkatkan produktivitas ini juga menambah masalah baru, yakni masalah kemiskinan. Fenomena ini meningkatkan angka kemiskinan, akibat bertambahnya orang miskin baru.

Lembaga survei memprediksi bahwa angka kemiskinan di Indonesia akan mencapai 10—12% akibat dari pandemi virus corona. Juliari Batubara, Menteri Sosial, menanggapi pernyataan tersebut. “Kami belum bisa berikan angka pasti, yang jelas kami akan antisipasi kalau meningkat jumlahnya,” “kami saat ini masih data karena program jaring pengamatan sosial on going.”

Kementerian sosial telah mendistribusikan bantuan berupa sembako ke 20 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang sebelumnya KPM berjumlah 15,2 juta. Bantuan senilai Rp 300.000 ini diberikan 2 kali selama sebulan.

Kementerian ketenagakerjaan pun telah menjalankan program Kartu Prakerja, di mana 9,4 juta orang telah terdaftar dalam program ini. Setiap pemegang Kartu Prakerja akan mendapat bantuan senilai Rp 3.550.000 berupa bantuan pelatihan sebesar Rp 1.000.000 dan sisanya berupa insentif.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN