Mohon tunggu...
Theresia Sumiyati
Theresia Sumiyati Mohon Tunggu... https://www.kompasiana.com/theresiasumiyati8117

Saya seorang ibu dengan 2 orang anak laki-laki. Senang membaca, menulis, dan bermain musik. Hidup terasa lebih indah dengan adanya bacaan, tulisan, dan musik.

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Surprise di Hari Ulang Tahun

23 April 2021   12:16 Diperbarui: 23 April 2021   12:47 56 8 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Surprise di Hari Ulang Tahun
Foto: Dokumentasi Pribadi

Surprise di Hari Ulang Tahun

Ulang tahun, sebuah peristiwa yang dialami oleh setiap orang. Anak-anak menantikan datangnya peristiwa itu, karena biasanya mereka akan mendapatkan beberapa hadiah yang menyenangkan.

Bagi beberapa orang ada yang tidak peduli dengan hari ulang tahun. Bahkan lupa atau tidak mengetahui bahwa dirinya ulang tahun. Ini memang bisa terjadi bagi keluarga yang tidak melakukan tradisi ini.

Yang saya alami dalam keluarga, orang tua tak pernah mengadakan acara ulang tahun. Akan tetapi mereka memperingati kelahiran anak-anaknya berdasarkan penanggalan Jawa. 

Wetonan atau neton, orang  Jawa menggunakan istilah itu. Saya  dilahirkan pada hari Kamis Wage. Kakak saya ada yang Sabtu Pon, Jumat Legi, dan lain-lain. Hari itu akan terulang lagi selama 35 hari.

Pada saat itulah orangtua saya memperingati kelahiran kami anak-anaknya. Jenang/ bubur merah putih sebagai tanda peringatan itu. Setelah lilin dinyalakan, maka bapak akan bersiap mendoakan anak yang hari itu diperingati kelahirannya. Dengan memakai sarung dilengkapi kopiah, bapak mulai komat-kamit untuk berdoa. 

Saya tidak tahu apa isi doa seluruhnya, tetapi yang pasti merupakan doa syukur, karena anak-anaknya dalam keadaan sehat. Entah mengapa bapak saja yang berdoa sampai saat ini saya tak mengetahui alasannya.

Kini zaman telah berubah. Acara wetonan jarang kami lakukan. Sebagai gantinya adalah perayaan ulang tahun. Ulang tahun yang saya alami kali ini berbeda dari tahun yang lalu. Suami memberi surprise yang tak pernah saya bayangkan. Yang saya tahu, kami merencanakan makan bersama keluarga Mbak Narti.  Keluarga ini sudah membantu kami dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Mereka sudah bersama kami sejak lama. Sehingga mereka sudah menjadi bagian dari keluarga kami.

Tempat dan waktu sudah ditetapkan, maka kami menjemput mereka. Keluarga yang terdiri dari 8 orang ini kami angkut dalam 1 mobil. Beruntung mobil cukup besar, sehingga bisa sekali angkut.

Sampai di tempat yang kami maksud, harus menunggu beberapa menit. Tempat masih penuh oleh mereka yang sedang melakukan buka bersama. Memang di saat bulan Ramadan ini banyak keluarga atau instansi yang melaksanakan bukber di luar.

Beberapa menit kemudian kami diizinkan masuk. Kami memilih tempat yang longgar cukup ditempati 10 orang, saya dan suami serta 8 orang keluarga Mbak Narti. Saya dibuat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh suami. Ia menyuruh Mbak Narti membuka kue ulang tahun. Suami dan keluarga Mbak Narti senyum-senyum melihat wajahku yang penuh dengan tanda tanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x