Mohon tunggu...
Ragu Theodolfi
Ragu Theodolfi Mohon Tunggu... Lainnya - Penikmat seni, pencinta keindahan

Happiness never decreases by being shared

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Bahaya yang Mengintai dalam Sebatang Rokok

8 Oktober 2021   02:07 Diperbarui: 8 Oktober 2021   15:45 826
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Merokok telah mulai dikenal masyarakat di dunia pada abad 15. Pada saat Columbus menemukan benua Amerika pada tahun 1518, dia mendapatkan fakta bahwa penduduk asli benua Amerika, yaitu Indian, telah mulai menikmati rokok. Pada masa itu, suku Indian mengenal rokok dari penduduk Meksiko. 

Berkembangnya kebiasaan merokok pada masa itu muncul karena persepsi yang keliru. Merokok dipercaya sebagai salah satu bentuk pengobatan terhadap penyakit tertentu dengan menggunakan dedaunan atau tumbuhan. 

Lalu bagaimana di masa sekarang?

Bagi sebagian orang, umumnya kaum lelaki, akrab dengan rokok. Seluruh aktivitas sebagian kaum lelaki, identik dengan rokok.  

Mau bekerja, selalu tergeletak sebungkus rokok di sampingnya. Mau berkumpul dengan sahabat, selalu ditemani sebungkus rokok. 

Mau apapun, pasti ada aktivitas merokok. Ibarat pacar atau istri, rokok selalu dibawa kemana pun mereka pergi.

Bahaya merokok bagi paru-paru | Sumber: istockphoto
Bahaya merokok bagi paru-paru | Sumber: istockphoto

Bahkan dalam pertemuan resmi atau konferensi besar yang mengharuskan untuk tidak merokok sekalipun, tetap saja selalu ada alasan untuk mencari lokasi tertentu untuk menghisap rokok. 

"Nggak ada loe, nggak rame," katanya. 

Maraknya iklan yang menawarkan 'rasa' yang ada dalam setiap hisapannya juga membuat banyak pihak tergoda. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun