Mohon tunggu...
Teopilus Tarigan
Teopilus Tarigan Mohon Tunggu... ASN - Pegawai Negeri Sipil

Pro Deo et Patria

Selanjutnya

Tutup

Foodie Artikel Utama

"Lomok-Lomok", Makanan Khas Karo dan Kearifan Lokal dalam Penyajiannya

21 Januari 2022   12:15 Diperbarui: 22 Januari 2022   20:45 9928
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Menggoreng bumbu lomok-lomok (Dok. Pribadi)

Untuk segala sesuatu yang terasa enak pun ada batasnya. Sebab, apa pun yang melampaui batas bisa menjadi penyakit dan mendatangkan masalah.

Herakleitos menganalogikan perubahan dalam hidup sebagai sebuah aliran sungai. Panta Rhei, selalu berubah dan mengalir, tidak ada yang tetap.

Perubahan dan perkembangan berbagai bidang kehidupan turut menyebabkan perubahan cara manusia dalam memandang dan memahami makanan. 

Melalui tulisan ini, penulis hanya ingin mendokumentasikan sebuah kearifan lokal di Tanah Karo sebelum ia ikut tergilas aliran perubahan. Kearifan lokal dalam sebuah sajian masakan khas yang dinamakan lomok-lomok.

Lomok-lomok biasanya disajikan sebagai lauk pada saat pesta adat atau makan besar. Acara adat pada masyarakat Karo, baik acara suka maupun duka (terutama sebelum masa pandemi Covid-19), dilakukan di sebuah balai adat yang disebut jambur dengan mengundang kerabat dan handai taulan yang jumlahnya bisa mencapai ribuan orang.

Asal dan Arti Kata Lomok-lomok

Saya pribadi tidak pernah mendapatkan penjelasan pasti dari para orang tua tentang asal dan arti kata lomok-lomok. 

Dilansir dari kamusbatak.com arti dari kata lomok-lomok adalah lunak-lunak.

Dalam kamus bahasa Batak Toba, Op. Faustin Panjaitan, Depok: 2010, lomok-lomok disebut sebagai kata dalam bahasa Batak yang berarti daging babi kecil. 

Pada masyarakat Toba memang ada juga sajian khas yang mirip dengan lomok-lomok Karo, yang disebut dengan saksang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun