Mohon tunggu...
Teopilus Tarigan
Teopilus Tarigan Mohon Tunggu... ASN - Pegawai Negeri Sipil

Pro Deo et Patria

Selanjutnya

Tutup

Diary Artikel Utama

Butuh Waktu Melepas Rasa Kehilangan, Catatan Kecil untuk Bruna dan Bruno

13 Desember 2021   15:48 Diperbarui: 19 Desember 2021   08:30 940
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kedekatan dokter hewan dan pasiennya (Dok. Pribadi)

Seakan kini telah lahir sebuah fenomena di mana hewan-hewan yang dulunya diharapkan bisa menjaga manusia, tapi kini justru manusia yang disibukkan dengan urusan menjaga hewan peliharaan.

Selain untuk tujuan kesenangan, masyarakat agraris sejak dahulu kala juga memelihara hewan untuk membantu pekerjaan sehari-hari. Misalnya kuda, kerbau, atau lembu untuk membantu pekerjaan mengangkut beban atau mengolah lahan. 

Selain itu mereka juga memelihara anjing untuk menjaga kebun, membantu menggembalakan ternak, atau sekadar menjaga rumah dari gangguan maling dan tangan-tangan jahil.

Namun, seiring perkembangan zaman ada berbagai fenomena perubahan terkait keberadaan hewan-hewan peliharaan. Pertanian mengalami perkembangan pesat dengan peran ilmu pengetahuan dan teknologi, peran hewan bahkan manusia semakin berkuang.

Tingkat dan bentuk kriminalitas juga cenderung mengalami peningkatan setiap waktu. Di samping itu, berbagai jenis penyakit yang menyerang hewan-hewan peliharaan juga semakin bervariasi. Dalam beberapa kasus bahkan ada jenis penyakit hewan yang bisa bermigrasi ke manusia atau sebaliknya.

Ini adalah catatan pengalaman penulis saat memelihara anjing peliharaan di rumah. Ini adalah sebuah catatan tentang Bruna dan Bruno.

Bruna

Bruna adalah anjing kecil yang lucu, dia betina. Bruna tumbuh sehat dan setelah beberapa bulan usianya dia melahirkan anak. Dua kali Bruna melahirkan anak-anak anjing yang lucu.

Bruna pada masa kecilnya (Dok. Pribadi)
Bruna pada masa kecilnya (Dok. Pribadi)

Yang pertama Bruna melahirkan lima ekor anak, namun tiga dari anaknya tidak bertahan hidup. Karena merasa tidak mampu merawat dua anaknya yang tersisa kami menjual dua anaknya yang masih hidup dan sehat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun