Mohon tunggu...
Teopilus Tarigan
Teopilus Tarigan Mohon Tunggu... Pegawai Negeri Sipil

https://www.youtube.com/channel/UC23hqkOw50KW12-6OHvnbQA

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Maaf Diary, Catatan Kita Berakhir Sampai di Sini

7 Oktober 2020   02:22 Diperbarui: 7 Oktober 2020   02:45 188 24 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Maaf Diary, Catatan Kita Berakhir Sampai di Sini
Ilustrasi Apotek Bersama (Dokpri)

P r o l o g

30 April 2020, saya memulainya dengan sebuah puisi, "Tanya Jelaga kepada Laba-laba".

Rumah sepi, jalananpun sunyi
Kemana gerangan orang-orang?
Apakah semua bersamadi?
Bukan, tak ada uang maka sepi 

Benarkah? Selalukah tentang uang?
Makan harus ada uang, samadipun mungkin harus ada uang
Lalu dimana gerangan uang?
Itulah, mencarinya keburu membuat orang mati 

Itu, di sana ada orang lalu lalang
Di sanakah gerangan uang?
Bukan, orang-orang itu memburu kehidupan
Takada uang, mati

Bukan, itu bukan sepi, bukan pula terlantar
Di rumah ada jelaga, dan laba-laba yang bersarang
Bersama menertawakan kehidupan
Lain hari meratapi kematian

***

2015, lima tahun lebih awal...

Kami membuka sebuah apotek di sebuah ruas jalan yang ramai di kota. Namun, pemain baru pasti membutuhkan upaya ekstra. Sebagai pesaing amatir, pemain lama menang nama dan segalanya. Begitulah hidup, dimana-mana, ya begitu.

Dua tahun kemudian...

10 Juni 2017, Celengan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x