Transportasi Pilihan

Big Data dan Perannya dalam Industri Penerbangan

4 Oktober 2018   12:23 Diperbarui: 4 Oktober 2018   15:29 368 0 0
Big Data dan Perannya dalam Industri Penerbangan
bigcommunity.net

Lima belas tahun yang lalu, dapat diterima jika maskapai penerbangan berfokus murni pada menerbangkan pesawat di langit. Saat ini, mereka juga menghasilkan bertera-tera bytes data.

Kompetensi inti maskapai penerbangan sudah diperluas hingga menggeser dan memilah -- data dari konstelasi sumber data yang berbeda. Big data dalam industri penerbangan mengubah segalanya.

Bayangkan jika anda menjalankan maskapai besar, dan ada badai yang melewati salah satu tujuan penerbangan maskapai anda, yang berarti beberapa penerbangan akan ditunda.

Pada setiap penerbangan ada penumpang dengan loyalitas dan profil keuntungannya tersendiri, serta banyak yang perlu melakukan penerbangan lanjutan dengan maskapai penerbangan anda.

Maskapai harus menentukan tindakan selanjutnya. Apakah menahan setiap penerbangan sambungan cukup lama untuk mengakomodasi penumpang-penumpang yang terlambat atau tidak.

Maskapai juga harus mempertimbangkan waktu perpindahan bagasi, jumlah penumpang yang berpindah, dari penerbangan mana mereka berasal, serta lamanya waktu yang dibutuhkan untuk tiba dari satu gerbang ke gerbang lainnya, bersama dnegan banyak variabel-variabel lainnya terkait keuntungan dari setiap penerbangan keluar. Rumit bukan?

Hal ini merupakan salah satu contoh tentang bagaimana big data dalam penerbangan dapat membantu membuat bisnis lebih efisien. Perusahaan-perusaan transportasi ini hidup dan mati dengan data, mereka menghasilkan lebih banyak data setiap harinya dalam setiap bagian operasi mereka. 

Boeing 787, contohnya, menghasilkan rata-rata setengah terabyte data untuk setiap penerbangan yang dilakukan. Kombinasikan dengan informasi cuaca, interaksi contact center yang dilakukan konsumen, informasi tiket, serta waktu kinerja bandara, luapan data ini dapat menawarkan insight bisnis yang signifikan untuk perusahaan yang bergerak di industri yang sangat kompetitif.

Efisiensi Bahan Bakar

Ambil penggunaan bahan bakar, sebagai contoh. Mengambil sekitar 17 persen biaya operasional, bahan bakar merupakan pengeluaran tertinggi kedua di sebuah maskapai setelah tenaga kerja. Hal ini membuat efisiensi bahan bakar menjadi metrik penting. Para maskapai kini menggunakan big data untuk membantu menyelipkan efisiensi ke dalam penggunaan bahan bakar mereka.

Kekuatan komputasi telah berkembang hingga ke titik di mana maskapai dapat mengumpulkan dan memproses sejumlah besar data yang mereka butuhkan untuk menganalisa penggunaan bahan bakar per penerbangan.

Salah satu maskapai, Southwestern Airlines telah mengumpulkan data langsung dari sensor yang tertanam di pesawatnya, termasuk informasi tentang kecepatan angin, suhu ambien, berat pesawat, dan dorongan. 

Semua detail tersebut diserap oleh mesin analitik dan dikombinasikan dengan data operasional tentang bahan bakar, penumpang, beban kargo, bersama dengan data cuaca, untuk mencari pola dalam profabilitas perjalanan.

Maskapai tersebut berharap bahwa data mining yang dilakukan akan menghasilkan sesuatu yang dapat ditindaklanjuti untuk pengambilan keputusan seperti menambahkan atau mengurangi penerbangan ke berbagai rute, mengatur beban bahan bakar untuk setiap pesawat, serta menjual tiket penumpang tambahan. Mereka juga dapat memberikan informasi ini pada para pilot di udara.

Jika turbulensi menciptakan kebutuhan untuk menyesuaikan tinggi pesawat dalam penerbangan, big data kini dapat memberikan pilot Southwestern analisis detail mengenai bahan bakar ekstra terpakai yang dihubungkan dengan ketinggian spesifik dan biaya terkait.

SMART MAINTENANCE

Data dari sensor pesawat juga dapat menciptakan wawasan selain efisiensi bahan bakar. Boeing menggunakan analitik untuk melihat 2 juta kondisi dari 4000 pesawat setiap harinya sebagai bagian dari sistem Airplane Health Management (AHM). Data ini, yang termasuk pengukuran dalam penerbangan, penulisan laporan mekanik, dan temuan lainnya, membantu perusahaan untuk merencanakan perawatan peralatan dengan gangguan minimal terhadap penerbangan.

Sebagai contoh, analitik data memprediksi kegegalan penggerak generator terintegrasi, memungkinkannya untuk menyelidiki dan memperbaiki isu tersebut sebelum menjadi masalah, sehingga menghemat $300,000 untuk penundaan pelayanan dan biaya perbaikan.

Keamanan Maskapai

Dengan mengambil data dari kecelakaan penerbangan, pembuat peraturan juga berharap meningkatkan keamanan di seluruh industri. European Aviation Safety Agency (EASA) meluncurkan Data4Safety, sebuah koleksi data dan program analisis untuk mendeteksi resiko menggunakan kombinasi laporan keamanan, data telemetri dalam penerbangan, informasi pengawasan lalu lintas udara, serta data cuaca.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2