Mohon tunggu...
tegarsianipar
tegarsianipar Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis Artikel, Investor Saham Ritel dan Punya 1 Rumah Kontrakan Yang Disewakan.

Saya suka Traveling, berpikir, membaca, menulis dan menonton film movie genre action atau penyelidikan kriminal. Berharap bisa punya teman diskusi tentang buku dan suatu saat bisa menulis buku dan bukunya diterbitkan lalu dijual.

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Menggunakan Filofosi sebagai Alat Merancang Masa Depan

23 September 2022   11:45 Diperbarui: 23 September 2022   12:09 33 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Filosofi Sebagai Alat Berpikir, Sumber : Unniversity of winnipeg

Filosofi atau Filsafat sering kali dianggap oleh sebagian orang sebagai ilmu yang menakutkan, membuat seseorang yang belajarnya akan menjadi tidak percaya Tuhan lagi atau tidak mau beragama, dalam hal ini seringkali kita terjebak dalam anggapan akan sesuatu mendahului verifikasi. 

Padahal nyatanya tidak semua begitu, Filosofi nyatanya merupakan induk pengetahuan dari segala ilmu, Mantan Presiden kita Eyang Bj.Habibie yang terkenal akan kecerdasannya dalam satu wawancara nya pernah mengkritik argumen dari Ilmuwan fisika terkemuka dunia Stephan Hawking yang mengatakan "Filsafat sudah mati dan tidak diperlukan", Stephan hawking tentu saja mengeluarkan argumen ini karena menganggap bahwa Penemuan-penemuan fisika nya lebih berguna ketimbang filsafat yang menurutnya hanya ilmu abstrak dan tidak ada manfaatnya. 

Eyang Bj.Habibie dengan cerdas mengomentari dan mengcounter argumen ini dengan mengatakan bahwa Hawking telah keliru, pasalnya ketika ia mengeluarkan argumen bahwa "Filsafat sudah mati", dia sendiri sudah berfilsafat, artinya eyang menunjukan bahwa ketika seseorang berpikir tentang sesuatu apalagi sampai sudah terucap dan menjadi argumen kita akan sesuatu artinya kit7a sudah berfilsafat.

Sederhana nya Eyang ingin menyampaikan bahwa ketika kita berpikir maka kita berfilsafat.

Faktanya peradaban dunia ini berkembang dan menjadi semaju seperti sekarang ini ya berkat dari proses berpikir para pendahulu juga, bertanya tentang segala sesuatu "Question Everything", lalu terbentuklah alternatif untuk menyelesaikan sesuatu dan menjawab sebuah pertanyaan tentang hidup atau tentang apapun.

Dalam artikel ini saya sebagai penulis ingin mencoba memberikan sedikit pandangan dan pendapat saya tentang bagaimana menggunakan filosofi sebagai alat merancang masa depan. 

Filosofi bila digunakan dengan benar maka akan baik hasilnya, contohnya saja jika saya sekarang umur 23 Tahun dan belum berkeluarga dan bekerja sebagai pegawai biasa yang jarak kantor dan tempat tinggal saya hanya berkisar 200 meter, kesimpulanya saya gak perlu beli mobil, ngapain??, buat gaya-gayaan??, tapi saya harus berhutang ke bank, hanya supaya bisa menunjukan eksistensi saya dengan peralatan yang saya punya?,, ngapain??

Dengan Filosofi saya bisa berpikir kearah makna, mana yang lebih perlu membangun aset dengan modal uang 200juta atau membeli mobil baru seharga 200juta?, jika pekerjaan saya bukanlah seorang supir mobil online atau buka jasa rental mobil, maka untuk apa guna mobil tersebut?, yang hanya akan menimbulkan beban angsuran bulanan serta pajak tahunan yang membuat saya pusing.

Tentu saja jika saya memakai peralatan berpikir filosofi dalam memecahkan masalah ini, saya lebih mengarahkan uang saya tadi ke menabung saham misalnya dengan dalil uang nya akan bertumbuh dalam jangka waktu panjang sementara mobil akan menyusut nilainya sepanjang waktu.

Atau juga saya bisa membuka usaha jualan keripik kecil-kecilan depan rumah saya, atau saya belikan tanah,emas,atau rumah. tentu saja hal-hal itu lebih bermanfaat ketimbang membeli mobil baru hanya untuk menaikan drajat sosial saya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan