Mohon tunggu...
Tazkia Nurfauziana
Tazkia Nurfauziana Mohon Tunggu... mahasiswa

Universitas Jember

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Permasalahan Petani dan Dampak Adanya Covid-19 terhadap Kehidupan Petani di Desa Banjarejo, Magetan

2 Juni 2020   08:14 Diperbarui: 2 Juni 2020   10:03 12 2 0 Mohon Tunggu...

PERMASALAHAN PETANI DAN DAMPAK ADANYA COVID -19 TERHADAP KEHIDUPAN PETANI DI DESA BANJAREJO KECAMATAN NGARIBOYO KABUPATEN MAGETAN

Tazkia Nurfauziana

Program Studi Penyuluhan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Jember

191510901016

Covid -19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang proses penyebarannya sangat cepat. Proses penyebaran yang cepat timbul karena proses penularan antar individu. Pemerintah melakukan beberapa usaha dalam penanganan Covid -19 . Salah satu usaha yang dilakukan yaitu dengan physical dintancing. Kebijakan pemerintah tersebut untuk tetap tinggal di tumah tentu sangat berpengaruh terhadap perekonomian bangsa Indonesia dan juga berdampak di berbagai bidang seperti kesehatan, pariwisata dan lain sebagainya. 

Aspek perekonomian, di dalamnya terdapat sektor pertanian yang berperan besar terhadap bangsa Indonesia. Pertanian merupakan sektor yang mengalami banyak permasalahan dalam proses budidayanya. Salah satu petani yang bernama Mashudi yang tinggal di sebuah desa bernama Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan. Bapak Mashudi adalah seorang petani yang memiliki tanggungan 3 orang dalam keluarganya. 

Bapak Mashudi bertani sudah sekitar 9 tahun mulai dari 2011 sampai dengan saat ini. Sumber pendapatan rumah tangga yang dimiliki yaitu dari proses on-farm dan off- farm. Sumber pendapatan on- farm didapatkan dari penanaman padi, palawija, serta hasil kebun. Penanaman padi dilakukan 2 kali dalam setahun dan palawija dilakukan 1 kali dalam setahun. Luas lahan yang dimiliki oleh Bapak Mashudi sekitar 4.200 m 2. Atau 3 kotak.  

Hasil panen padi rata – rata di Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan per 1400 m2  adalah  9 kwintal sedangakn hasil padi yang dihasilkan sekitar kurang lebih 8 -9 kwintal per 1400 m2 . Proses penjualannya untuk komoditas padi kering sekitar Rp. 500.000 per kwintal dan pada komoditas padi basah sekitar Rp350.000 –  Rp400.000 per kwintal. 

Proses penjualan pada komoditas jagung basah sekitar 280 / kwintal dan pada komoditas jagung kering sekitar 380/ kwintal. Hasil kebun yang juga merupakan sumber pendapatan terdiri dari komoditas pisang, jeruk pamela, jambu biji merah serta buah pepaya. Hasil kebun yang paling besar perolehannya yaitu komoditas pisang. 

Jenis pisang di kebun tersebut adalah pisang raja, pisang susu, pisang kepok dan juga pisang ulin. Pisang – pisang tersebut biasanya dijual dengan harga yang cukup tinggi. Harga 1 pasang pisang atau 1 tangkep dalam istilah jawanya memilki harga yang berbeda beda sesuai dengan jenis pisang. Harga untuk jenis pisang raja sekitar Rp. 60.000 – Rp. 70.000 / pasang, jenis susu dan kepok sekitar Rp. 20.000 – 35.000/pasang, jenis ulin sekitar Rp 15. 000 – Rp.20.000 / pasang. 

Hasil kebun lainnya yaitu jeruk pamela dijual dengan harga Rp. 10.000/biji. Hasil kebun lainnnya seperti jambu merah dan pepaya dijadikan konsumsi sehari – hari. Sumber pendapatan off –farm yaitu dari penjualan toko yang menjual kebutuhan sehari – hari. Toko tersebut menyumbang sekitar 20 % dari jumlah pendapatan yang diterima. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN