Mohon tunggu...
Tauhid Patria
Tauhid Patria Mohon Tunggu... Administrasi - karyawan swasta

Menulis apa saja kan suka-suka saya

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Saya dan Rolling Stone Indonesia

1 Januari 2018   22:22 Diperbarui: 3 Januari 2018   01:28 2145
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Salah satu edisi yang mengangkat tema tentang musisi dan seniman Indonesia (Dokumentasi Pribadi)

Malam ini saya sedikit terkejut membaca kabar bahwa majalah "Rolling Stone Indonesia" tutup dan mulai Januari sudah tidak ada edisi terbaru dari majalah yang pertama kali terbit di Indonesia pada tahun 2005 silam.

Saya memang bukan pelanggan setia majalah musik yang banyak mengulas band-band lokal dan internasional ini, namun di lemari buku saya tersimpan puluhan majalah "Rolling Stone Indonesia" yang menjadi koleksi berharga saya mulai dari awal-awal terbit dengan ukuran majalah yang besar sampai kemudian mulai sedikit mengecil memasuki tahun 2010.

Beberapa koleksi majalah Rolling Stone Indonesia saya (Dokumentasi Pribadi)
Beberapa koleksi majalah Rolling Stone Indonesia saya (Dokumentasi Pribadi)
Jujur, sebagai penikmat musik membaca majalah "Rolling Stone Indonesia" memang menyenangkan. Analisa-analisa musikal dari tulisan yang ditulis wartawan-wartawan musik di Rolling Stone Indonesia menjadi pengetahuan yang bergizi untuk membuka cakrawala dunia musik lokal dan internasional.

Dua musisi legendaris yang menjadi cover Rolling Stone Indonesia (Dokumentasi Pribadi)
Dua musisi legendaris yang menjadi cover Rolling Stone Indonesia (Dokumentasi Pribadi)
Dalam setiap edisi bulanannya, "Rolling Stone Indonesia" selalu mengangkat isu-isu yang sedang hangat di dunia musik Indonesia dan dunia mulai dari Red Hot Chili Peppers yang sedang menyiapkan album sampai Robert Plan yang melepaskan Led Zepellin dan Merombak Karir Solonya.

Satu yang menarik dari "Rolling Stone Indonesia", beberapa edisi justru mengangkat tema yang Indonesia banget mulai dari "150 lagu Indonesia Terbaik" sampai "50 Drummer Indonesia Terbaik". 

Buat saya tema seperti ini tidak boleh dilewatkan karena kita jadi tahu lagu terbaik di Indonesia itu lagu apa dan siapa drummer terbaik di Indonesia yang memang bikin penasaran diantara banyaknya drummer-drummer hebat di negeri ini.  

Salah satu edisi yang mengangkat tema tentang musisi dan seniman Indonesia (Dokumentasi Pribadi)
Salah satu edisi yang mengangkat tema tentang musisi dan seniman Indonesia (Dokumentasi Pribadi)
Di beberapa edisi "Rolling Stone Indonesia" juga mengangkat band-band seperti Slank sebagai isu utamanya bahkan mereka tidak ragu-ragu menampilkan Slank sebagai Cover majalahnya. 

Ini yang buat saya juga cukup membanggakan karena majalah berkelas seperti "Rolling Stone Indonesia" ini tidak melulu membuat cover yang berisi band-band atau musisi luar negeri saja.

Slank salah satu band Indonesia yang pernah menjadi Cover majalah Rolling Stone Indonesia (Dokumentasi Pribadi)
Slank salah satu band Indonesia yang pernah menjadi Cover majalah Rolling Stone Indonesia (Dokumentasi Pribadi)
Sebagai sebuah majalah musik, harga yang ditawarkan "Rolling Stone Indonesia" memang tidaklah murah untuk kocek orang Indonesia. Dengan harga Rp.35.000 tiap edisinya, membuat kita untuk berpikir ulang untuk  membelinya setiap bulan. 

Bahkan saya terkadang membeli edisi Rollng Stone Indonesia yang bekas di kios-kios buku yang ada di Terminal Blok M. Lumayanlah dengan harga Rp.10.000 saya sudah bisa menambah wawasan musik saya lewat majalah "Rolling Stone Indonesia" bekas.

Rolling Stone Indonesia yang kini tinggal kenangan (Dokumentasi Pribadi)
Rolling Stone Indonesia yang kini tinggal kenangan (Dokumentasi Pribadi)
Sekarang saya hanya bisa memandangi majalah-majalah Rolling Stone Indonesia koleksi saya ini karena mungkin ini akan menjadi koleksi yang sangat berharga ketika majalah ini tutup dan tidak akan terbit lagi di Indonesia. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun