Mohon tunggu...
Taufiq Sentana
Taufiq Sentana Mohon Tunggu... Guru - Pendidikan dan sosial budaya

Praktisi pendidikan Islam. peneliti independen studi sosial-budaya dan kreativitas.menetap di Aceh Barat

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi

Esai: Bicara PNS Bolos Tak Bisa Asal Ceplos

18 September 2021   01:27 Diperbarui: 18 September 2021   07:00 60 6 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Esai: Bicara PNS Bolos Tak Bisa Asal Ceplos
Birokrasi. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG

Bicara soal PNS bolos, (sekarang ASN) tidak bisa sembarang ceplos Soalnya ini tentang kinerja pribadi, institusi dan motif yang melingkupinya.

Ada dua kategorinya, pertama bolos karena  malas.kedua, karena ingkar. Artinya ada yang bolos karena sekadar malas, merasa tidak puas dan ada was was atau cemas.

Sebabnya, bisa karena hubungan kerja tim, orientasi kerja yang tak jelas dan sebab utang.Ya, PNS seakan jadi perahan praktik Bank Ribawi.hingga terjebak selalu.dari awal SK hingga jelang pensiun, utang di bank selalu aktif.

ini juga penyebab yang sangat menggurita.sulit lepasnya.tidak cukup gaji, selalu jadi alasan untuk berutang tadi.untuk menutupi utang itu mereka membolos  guna mencari sampingan.ini tipe, bolos yang produktif di tempat lain. Tidak banyak kasusnya.

Yang kedua tadi,bolos karena ingkar. Dalam arti pelarian diri, penolakan atau pembangkangan.mungkin ini jarang. Kecuali yang merasa dibangku panjangkan.merasa diasingkan dari kerja sebelumnya. Intrik politik kadang jadi poin juga dalam hal ini.

Tapi, awalnya memang sudah dalam rekaman memori, bahwa sang PNS tak bisa dipecat kecuali perkara hukum dan kode etik yang serius. Selebihnya hanya peringatan yang tidak membuat jera, tergantung kondisi kerja dan pimpinan juga.

Tentu,  dari segi kreasi dan inovasi, PNS tak memiliki ruang akses yang lebar, karena sudah ada acuan kerja standar, jadi bosan dan jemu, jadi.malas. Tak mau berfikir lagi, apalagi sudah ada jaminan gaji di awal bulan nanti. Dalam hal kreasi, mgkin PNS guru lebih tertantang, bila ia mau melakukannya demi kemajuan kelas dan pencerdasaan.

Hanya saja semangat personal untuk meraih capaian tim dan kantor si PNS jarang dijadikan patokan.semua seakan tergantung atasan. Mereka bisa tak bolos karena takut pada atasan, atau karena segan atas wibawanya.

Pemecatan mungkin bukan poin yang pokok pada kondisi kita sekarang, walaupun sah saja ada komitmen pecat sedari awal. Apa lagi disebab bolos, lebih baik mencerna motifnya dan mempelajari perbaikan sistem kerja dengan orientasi pelayanan utama, cepat dan bersih-tanpa uang pelicin.

Sejauh yang saya amati, PNS yang fungsional seperti guru lebih mudah menghitung kerja utamanya, karena ada standar jam tertentu, misal 24 jam pertemuan perpekan. Itu menjadi kinerja utamanya selain persiapan ADM, bimbingan luar kelas dan sebagainya. Bilapun ada yang dianggap bolos, lebih karena faktor psikologis dan membutuhkan iklim kantor yang menghidupkan semangat guru.

Secara eksternal dan insidentil, razia razia kecil terhadap PNS yang berkeliaran di jam kerja juga mendukung kinerja kantor.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Birokrasi Selengkapnya
Lihat Birokrasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan