Mohon tunggu...
Taufiq Nur Azis
Taufiq Nur Azis Mohon Tunggu... Konsultan - Taufiq Nur Azis

Relativitas

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Filsafat Kebahagiaan Imam Al-Ghazali

9 Juli 2022   17:46 Diperbarui: 9 Juli 2022   17:55 59 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

Hai temen-temen, jika kemarin saya menulis artikel tentang "Tuhan Aku Lelah" manusia lelah berharap kepada manusia, bukan berharap kepada Tuhan-Nya. Hal tersebut menjelaskan bahwa manusia perlu kembali kepada Tuhan untuk memperoleh kebahagiaan

Bahagia juga berarti beruntung atau perasaan senang, tentram, (Bebas daris segala yang menyusahkan).. Kata bahagia dalam bahasa Arab yaitu Sa'adah artinya" keberuntungan" atau "kebahagiaan". Diartikan juga bebas dari segala yang menyusahkan 

Keberuntungan disini bahwa kita sebagai seorang yang beriman kepada Allah SWT sangat ketika kita sedang tidak bahagia atau tidak baik-baik saja, Tuhan selalu hadir dalam diri kita. Hanya hanya kita yang sering pergi meninggalkan Tuhan.

Kebahagiaan menurut Al-Ghazali Kebahagiaan bisa diraih ketika kita telah memahami empat teori dasar.

Pertama pengetahuan tentang diri.

Kedua, meranjak satu tingkat daripengetahuan tentang diri, yakni pengetahuan tentang Tuhan.

Ketiga, setelah keduanyadikuasai maka meningkat pengetahuan tentang dunia ini.

Keempat, pengetahuan yang terakhir yang harus dikuasai adalah pengetahuan tentang akhirat.

Menurut al-Ghazali kebahagiaan yang sejati adalah kebahagiaan yang terletak pada hati dan jiwa yang bersih. Menurut al-Ghazali, agar hati dan jiwa yang bersih bisa digapai, maka orang yang ingin bahagia harus menempuh beberapa tahap atau tingkat yaitu bertobat, sabar, fakir, zuhud, tawakal.cinta dan ikhlas (rela)

.Kebahagiaan sejati bisa diraih apabila sudah berada pada tahap ikhlas (rela).

Oleh karena itulah, ketika kita sudah merasa lelah berharap kepada manusia, manusia kembalilah berharap kepada Tuhan-Mu dengan melalui beberapa tahapan yang telah dijelaskan diatas. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan