Mohon tunggu...
Taufik Uieks
Taufik Uieks Mohon Tunggu... Dosen - Dosen , penulis buku travelling dan suka jalan-jalan kemana saja,

Hidup adalah sebuah perjalanan..Nikmati saja..

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Menikmati Kopi Durian bersama Nenek Cantik di Kampung Baduy

20 September 2022   12:16 Diperbarui: 20 September 2022   13:26 1547
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Setelah salat, baru kami diantar memasuki perkampungan.  Jalan mulai sedikit mendaki dan ada lagi sebuah tugu yang disponsori salah satu BUMN bertuliskan selamat datang di Baduy.   

Tulisan Baduynya berwarna biru dengan hurup A berbentuk rumah dan di belakangnya ada simbol tiga batang bambu berwarna kuning.

Saba Budaya Baduy: DOkpri
Saba Budaya Baduy: DOkpri

Tidak jauh dari tugu ini, sebuah dinding ucapan selamat datang juga kembali menyambut.  Lagi-lagi disponsori BUMN yang lain. Kali ini ucapannya bertuliskan: "Selamat Datang di Saba Budaya Baduy, Lojor Teu Beunang Dipotong Pendek Teu Beunang Disambung,"   

Baru kemudian setelah sejenak berinteraksi dengan beberapa orang etnis Baduy saya ketahui makna yang mendalam dari filosifi Orang Baduy yang secara harfia berarti Panjang tak boleh dipotong dan Pendek tak Boleh disambung tadi.

Maknanya adalah hubungan yang harmonis antara orang Baduy dengan alam yang telah dilimpahkan oleh sang pencipta.

Kp Kadu Ketug I: Dokpri
Kp Kadu Ketug I: Dokpri

Kami terus berjalan menuju Kampung. Di tepi jalan kecil ada papan nama bertuliskan Kp Kaduketug I dan di sebelahnya ada lagi sebuah gambar seorang lelaki sedang mengatupkan tangan dengan tulisan "Gunung Ulah Dilebur Lebak Ulah Durusak,"   Secara harfiah maknanya adalah Gunung jangan dihancurkan dan lembah jangan dirusak.  

Ajaran ini juga merupakan salah satu falsafah hidup orang Baduy yang sangat menghormati alam dan lingkungan hidup.

Pak Jaro alias Kang Syarif: Dokpri
Pak Jaro alias Kang Syarif: Dokpri

Di rumah pertama , yaitu rumah Pak Jaro, kami berkenalan dengan lelaki berusia sekitar 50 tahun dan anak perempuannya yang bernama Ito.  Baru kami ketahu bahwa Jaro sebenarnya merupakan jabatan sebagai ketua kampung. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun