Mohon tunggu...
Taufik Uieks
Taufik Uieks Mohon Tunggu... Dosen - Dosen , penulis buku travelling dan suka jalan-jalan kemana saja,

Hidup adalah sebuah perjalanan..Nikmati saja..

Selanjutnya

Tutup

Catatan Artikel Utama

Kartu Pos: "Sang Penyelamat" Perangko dari Kepunahan

24 Maret 2012   23:52 Diperbarui: 25 Juni 2015   07:31 786 0 11 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kartu Pos: "Sang Penyelamat" Perangko dari Kepunahan
13326323821327194108

[caption id="attachment_170576" align="alignnone" width="640" caption="Kartu Pos dari Laos"][/caption]

Sewaktu kecil, salah satu hobby saya adalah mengumpulkan perangko. Pada waktu dulu saya sempat memiliki koleksi perangko yang cukup banyak baik dari dalam negri maupun luar negri. Cara mengumpulkannya selain dengan memiliki banyak sahabat pena, juga dengan saling tukar menukar dengan teman dan bahkan meminta kiriman dari luar negri.

Di jaman tahun 1970an, banyak sekali Radio Asing yang siaran dalam Bahasa Indonesia dan kita bisa menjadi semcam “pendengar” setia. Di antaranya BBC London, Voice of America, Radio Australia, Radio Nederland, Suara Jerman. Atau bahkan dari negara-negara yang berhaluan kiri seperti Radio Peking, Radio Hanoi dan Radio Moskwa.

Kebetulan saya pun menjadi pendengar Radio Moskwa. Dan dengan mengirim surat ke Kakak-kakak pengasuh yang beralamat di Pusat Kebudayaan Soviet ,Jalan Imam Bonjon 60 Jakarta, kita dapat meminta kiriman perangko dari Uni Soviet,Kala itu saya sempat mendapat beberapa perangko yang cukup unik.

Sayangnya dengan berjalannya waktu, hobby ini tidak dilaksanakan dengan serius sehingga banyak koleksi yang hilang dan bahkan sekarang keberadaan albumnya juga sudah sulit dicari lagi. Jaman sekarang ini, perangko sendiri sudah mulai menjadi barang yang sudah tidak terlalu sering dipakai.

[caption id="attachment_170579" align="alignnone" width="640" caption="Bermacam-macam perangko dan kartu pos"]

13326325501268491270
13326325501268491270
[/caption]

Untungnya, saya masih mempunyai sebuah hobby lain, yaitu mengumpulkan kartu pos dari beberapa negara di seluruh pojok benua. Uniknya , dengan cara mengirimkan kartu pos tadi ke alamat kita sendiri, secara tidak langsung kita akan memiliki perangko, kartu pos beserta stempel kartu pos dari bermacam-macam negara.Tentu saja, kartu posnya akan sampai di rumah paling cepat dua minggu setelah kita kirim, bahkan ada yang sampai sebulan kemudian, lama setelah kita kembali dari tempat kantor pos atau juga hotel dimana kita mengirim kartu pos tadi.

Namun ada juga beberapa kartu pos yang sama sekali tidak sampai, hilang di jalan atau pun tidak ketahuan dimana rimbanya. Bahkan ada sebuah kartu pos dari Moskwa yang tiba setelah dua bulan kemudian. Sebagai penjelasan keterlambatan tersebut, disetempel kata-kata “missentto Singapore”

[caption id="attachment_170580" align="alignnone" width="349" caption="Kumari, gadis suci dari Nepal dan kehidupan istana di Thailand"]

13326326151041718599
13326326151041718599
[/caption]

Melalui perangko dan kartu pos tadi, kita dapat belajar banyak aspek kehidupan di suatu negara. Seringkali event sejarah direkampada gambar sebuah perangko. Selain itu, ada juga perangko yang bergambar keindahan alam, satwa, mata uang, dan juga seni dan budaya suatu negara. Sedangkan pada kartu pos, kita dapat menikmati keindahan alam dan juga tempat-tempat bersejarah yang ada di sebuah kota atau negara. Pendek kata, kita dapat berkeliling dunia dengan melihat-lihat perangko dan kartu pos.

Namun, ada sebuah gambar yang paling membosankan untuk sebuah perangko yaitu gambar raja, presiden, ataupun kepala negara. Gambar-gambar ini sudah begitu mendominasi baik di uang, foto di perkantoran, hotel, dan juga kadang-kadang hadir di spanduk dan baleho di jalan utama dan lapangan. Masih juga sang pemilik gambar tega untuk mejeng di perangko?

[caption id="attachment_170581" align="alignnone" width="349" caption="Kartu Pos dari Iran"]

13326326792086968403
13326326792086968403
[/caption]

Sambil memandang koleksi, kartu pos dan perangko dari berbagai macam tempat tadi, fikiran saya pun bisa turut mengembara bersamanya. Kenangan dan rekaman peristiwa yang terjadi di tempat-tempat yang telah dikunjungi, memberikan suatu alternatif lain dalam memperkaya kehidupan.

Walaupun kegunaan perangko sebagai “cara pembayaran” biaya pengiriman surat kian lama kian tergerus kemajuan jaman. Namun saya yakin bahwa “perangko” masih akan hidup terus selama bumi masih berputar. Setidak-tidaknya selama kartu pos masih dibuat. Semoga

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x