Mohon tunggu...
Tareq Albana
Tareq Albana Mohon Tunggu... Jurnalis - Mahasiswa

Nominee of Best Citizen Journalism Kompasiana Awards 2019. || Mahasiswa Universitas Al-Azhar, Mesir. Jurusan Hadits dan Ilmu Hadits.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Bayu Skak dan Wacana Penghapusan Skripsi

8 November 2018   20:56 Diperbarui: 9 November 2018   10:34 1490
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pernahkah anda berfikir bagaimana jika seandainya seluruh kampus tidak mewajibkan skripsi sebagai tugas akhir?

Dunia perkuliahan memang selalu menarik jika dibahas dan dikenang, bagi anda yang sedang atau pernah merasakan dunia perkuliahan pasti sangat memahami bagaimana sulitnya menyelesaikan empat tahun waktu perkuliahan.

Mungkin dua tahun pertama di perkuliahan tidak begitu sulit dilalui, bahkan bangku perkuliahan dirasakan nikmat dan menyenangkan. Kegelisahan mulai dirasakan ketika sudah mulai masuk tahun ke tiga, dimana mulai saat datangnya berbagai tugas magang yang mesti diselesaikan.

"Neraka" yang sebenarnya adalah ketika mahasiswa berada di Tahun Akhir, dimana mereka bersusah payah menyelesaikan sesuatu karya wajib bagi setiap mahasiswa di Indonesia, yaitu Skripsi.

Banyak mungkin kenangan yang menyedihkan dan melelahkan ketika kita menyusun Skripsi. Mulai dari bolak-balik pustaka, toko buku bahkan bolak-balik rumah dosen untuk bimbingan. Belum lagi jika dosen nya tidak bersahabat, sering mengubah jadwal bimbingan skripsi. Bahkan ada sebagian dosen yang minta bayaran agar skripsinya lancar.

Sungguh aneh bukan? Disaat dimana seharusnya mahasiswa dipermudah untuk lulus agar bisa mulai bekerja dan berbakti kepada orang tua, malah dipesulit dan diperas. Apakah ini tujuan dari system pendidikan kita?

Wajar saja kita sering mendengar istilah mahasiswa abadi, yang sering tersangkut di ujian akhir dan tugas Skripsi.

Namun ternyata tidak semua mahasiswa yang merasakan capeknya berkuliah dan menyusun Skripsinya.  Beberapa hari ini sedang viral di berbagi portal beita Nasional, pasalnya ada seorang Youtuber Terkenal yang tidak pernah kuliah selama 3,5 tahun, namun secara mengejutkan diluluskan oleh pihak kampus secara mudah.

Bayu Skak, begitulah namanya dikenal sebagai Youtuber sukses. Ia terdaftar sejak tahun 2011 sebagai mahasiswa Universitas Malang jurusan Sastra, namun walaupun begitu ia selama 3,5 tahun terakhir ia tidak pernah lagi berkuliah.

Menurut penjelasan dari pihak kampus, ia libur selama ini dengan cara resmi yaitu dengan mengajukan Cuti untuk menyelesaikan proyek Film yang sedang ia garap beberapa tahun ini. Bayu Skak sudah berkuliah selama 7 tahun, namun ia belum menyelesaikan studinya. Bisa dikatakan ia sebagai mahasiswa abadi di kampusnya.

Keputusan pihak kampus untuk meluluskannya tanpa perlu ikut ujian semester dan magang maupun  skripsi ternyata menarik perhatian masyarakat Indonesia, terlebih mahasiswa di seluruh kampus yang ada.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun