Mohon tunggu...
Tamariah Zahirah
Tamariah Zahirah Mohon Tunggu... Penulis - Guru di SMPN 3 Tambun Utara

Menulis salah satu cara menyalurkan hobi terutama dalam genre puisi dan cerpen

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Restu Ibu

16 September 2022   10:46 Diperbarui: 16 September 2022   10:49 115 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Karya: Tamariah Zahirah 

Lala sedang asyik membaca sebuah buku di perpustakaan. Banyak buku yang sudah dibacanya untuk bahan skripsi sebagai syarat kelulusan mendapat gelar Sarjana.  

Seperti biasa Lala selalu menelpon kedua orang tuanya yang tinggal di desa. Meminta doa restu setiap melakukan apa pun. Karena bagi Lala restu orang tua sangat penting. 

Namun, beberapa hari belakangan Lala sering lupa menelpon orang tuanya karena sibuk. Pernah sesekali ibunya menelpon balik. Lala hanya menjawab seperlunya, dan ingin cepat-cepat mengakhiri percakapan. 

"Pak, kenapa Lala sekarang berubah sikapnya?" tanya Bu Surti kepada suaminya dengan nada sedih. 

"Mungkin Lala sibuk, Bu. Dia kan sedang mempersiapkan banyak hal terkait masa akhir perkuliahannya. Kita maklumi saja," jawab Pak Joko mencoba menenangkan Bu Surti. 

"Tapi sebelumnya tidak seperti ini sikap Lala. Dia anak yang sangat berbakti sesibuk apa pun."

Bu Surti menyimpan kekecewaan, namun berusaha ditepisnya, karena Bu Surti takut akan mempersulit hidup Lala. Berusaha dengan ikhlas menyikapi perubahan Lala. 

***

Sudah berbulan-bulan lamanya, Lala tak memberi kabar kepada orang tuanya. Keangkuhan mulai merajai hatinya, terlalu mengandalkan kemampuan diri sehingga tak membutuhkan bantuan dan doa dari siapa pun. 

Hari ini sidang skripsi dimulai, dengan pedenya Lala memasuki ruang sidang ketika namanya dipanggil. Berpakaian seragam putih hitam dengan dilengkapi dasi kupu-kupu berwarna senada. Parasnya cantik, menambah pesona yang terpancar dari wajahnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan