Mohon tunggu...
Lubyz Sutanto
Lubyz Sutanto Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Peran Pendidikan Seks Usia Dini terhadap Moral

13 Juli 2018   11:45 Diperbarui: 13 Juli 2018   19:57 616
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Jepara, Melihat maraknya  kasus penyimpangan prilaku anak seperti sexs bebas masih saja jadi teror bagi kita sebagai orang tua,tidak bisa di pungkiri kekhawatiran itu selalu timbul karena prilaku dan moral anak bangsa semakin lama semakin mengkhawatirkan lantaran perkembangan zaman yang serba teknologi ini menjadi pengaruh besar terhadap perkembangan moral anak,  dengan bebas anak anak bisa mendapatkan informasi informasi negatif dari internet termasuk informasi tentang sexs. 

Januari 2018 Tingkat seks bebas di kalangan remaja Indonesia kian memprihatinkan. Ada 54 bayi dibuang di sepanjang jalan Pelaku umumnya wanita muda berusia antara 15 hingga 21 tahun. Menurut Ind Police Watch (IPW), Neta S Pane menilai, sepanjang Januari 2018 bayi yang dibuang di Indonesia ada sebanyak 54 bayi. Angka ini mengalami kenaikan dua kali lipat (100 persen lebih) jika dibandingkan dalam periode yang sama pada Januari 2017. 

Di 2017 angka pembuangan bayi di Indonesia tergolong tinggi, yakni ada 179 bayi yang dibuang di jalanan, 79 tewas, 10 masih bentuk janin dan 89 berhasil diselamatkan.( telusur.co.id, Jakarta, 31/1/18).

Dari fakta -fakta di atas sangatlah perlu kita sebagai orang tua harus berupaya besar menanggulangi masalah ini sedini mungkin Salah satunya caranya dengan memperkenalkan pendidikan sexs di usia dini kepada anak- anak,  Mungkin dari beberapan kalangan orang tua masih banyak yang beranggapan Pendidikan sexs di usia dini terlihat tabu karena Mereka menganggap pendidikan sexs sama saja mengajarkan anak tentang bagai mana cara berhubungan sexs,  padahal sesungguhnya pendidikan sexs kepada anak bukanlah seperti itu. 

Menurut Dr. A. Nasih Ulwan dalam  (2008) mendefinisikan Pendidikan seks sebagai upaya pengajaran penyadaran dan penerangan tentang masalah-masalah seks yang diberikan kepada anak agar ia mengerti masalah-masalah yang berkenaan dengan seks, naluri, dan perkawinan, sehingga jika anak telah dewasa dan dapat memahami unsur-unsur kehidupan ia telah mengetahui masalah-masalah yang dihalalkan dan diharamkan bahkan mampu menerap kan tingkah laku islami sebagai akhlaq, kebiasaan, dan tidak mengikuti syahwat maupun cara-cara hedonistic.

Pada seminar dan peluncuran  buku Menikah Itu Ibadah di Gramedia Cirebon belum lama (12/2),Pakar pendidikan indonesia Munif Chatib mengatakan pendidikan seks itu harus dilakukan sejak dini. Penulis buku Gurunya Manusia itu menyebutkan ada beberapa pola tentang pendidikan seks di usia dini. 

Yang Pertama yaitu, memberi informasi yang dibutuhkan secara benar dan tepat. Anak sebaiknya memperoleh informasi dari orang tuannya langsung prihal seks sebelum anak mendapatkan informasi dari luar sumber informasi yang tidak terpercaya,Masih banyak anak dan orang tua masih canggung membicarakan masalah  seks, ini lah yang membuat anak mencari informasi sendiri dari dunia luar.

Orang tua tak boleh menutup-nutupi  orang tua harus bisa menjadi sumber informasi terpercaya dan bisa di percaya,harus bisa menjalin komunikasi yang baik antara anak dan orang tua terkait masalah  seks, Informasi yang disampaikan disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan anak.  Informasi atau ilmu terkait seks akan menjadi bekal anak dalam berprilaku. Informasi yang diperoleh dari luar sangat beresiko besar. Dan orang tua tak dapat mengontrolnya dengan baik.

Yang Kedua, menjawab pertanyaan anak tentang seks. Ada sebagian dari kita yang tak mau menjawab pertanyaan anak terkait seks. Alasanya, karena hal itu tabu dibicarakan. Padahal pertanyaan itu muncul secara alami. 

Pertanyaan yang didorong oleh naluri dan rasa ingin tahu  pada setiap anak karena perkembangan dan pertumbuhan mereka Kebanyakan Orang tua terkesan menghindar dari jawaban sesungguhnya.  Jika orang tua enggan mendiskusikannya, anak akan mencari tahu tentang pendidikan seksual dari sumber lain yang belum tentu tepat. Ini sangat berbahaya. Karena itu, jadilah teman diskusi bagi anak anda tentang apa saja, termasuk terkait prilaku seks. Dengan memberi edukasi seksual untuk anak yang tepat, Anda bisa membantu pemahaman anak dan mencegah pengaruh lingkungan dan media informasi yang semakin mudah didapatkan anak.

Yang terakhir yaitu, Prilaku seks sehat harus diajarkan ke anak, orang tua harus bisa memberikan teladan dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Hubungan laki-laki- perempuan antara sesama anggota keluarga wajib  dibangun secara sehat. Keteladanan sangat penting. Anak sebaiknya di didik sejak dini bagaimana kehidupan seks secara sehat misalnya dengan memisahkan mereka laki- laki dengan perempuan ketika tidur.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun