Mohon tunggu...
#tunggu
Puisi: Api yang Membakar Abu
zaldy chan
zaldy chan
08 Juni 2021 | 1 minggu lalu

Puisi: Api yang Membakar Abu

sepi mengukur ingatan, dan menjadikannya kenangan kenangan hadir dari pergantian tanggal yang janggal

Fiksiana
88
27
1
Puisi: Baru Saja Bertemu, Belum Sejauh Rindu
zaldy chan
zaldy chan
16 Mei 2021 | 1 bulan lalu

Puisi: Baru Saja Bertemu, Belum Sejauh Rindu

Selembar maaf tersedak di bilik suara. Menemani sisa kata-kata yang terjebak genangan luka. Untukmu. Untukku. Mungkin kita terbiasa. Memilih doa

Fiksiana
209
37
5
Puisi: Entah Bagaimana
zaldy chan
zaldy chan
27 Maret 2021 | 2 bulan lalu

Puisi: Entah Bagaimana

Secangkir kopi, terdiam melepas kehangatan yang pergi. Bukan mengejar embusan angin yang membuat rapuh. Tak jua mengeja terpaan badai

Fiksiana
103
24
2
Sarifisha
Sarifisha
05 Desember 2020 | 6 bulan lalu

Untuk Palestina yang Tak Berpihak

Indonesia, 2004     Fazea El Shandy namanya, orang-orang memanggilnya Fazea. Sosok yang ramah dan baik hati. Anak sulung dari dua bersa

Fiksiana
77
24
2
Puisi: Janji Tak Pernah Melukai Tunggu
zaldy chan
zaldy chan
18 Juni 2020 | 1 tahun lalu

Puisi: Janji Tak Pernah Melukai Tunggu

Kehilanganku tak mampu mengajak pulang kepergianmu

Fiksiana
119
38
4
Nova Enggar Fajarianto
Nova Enggar Fajarianto
18 Mei 2020 | 1 tahun lalu

Aku Tunggu Kamu

Senyummu yang tak pernah memudarMeski hari ini mendungAwan masih menyelimuti Perkataan darimu yang membuaiMasih terasa dalam Lubuk jiwa yang

Fiksiana
74
1
4
Cerpen | Ruang Tunggu
Dokter Foramen
Dokter Foramen
17 September 2019 | 1 tahun lalu

Cerpen | Ruang Tunggu

11 September 2019Tidak seperti biasanya, ruang tunggu bandara ini sedang ramai dipenuhi oleh sesaknya orang. Ternyata, sedang ada seorang pria terkena

Fiksiana
107
6
1
Puisi | Serupa Anai-anai Langit
Syifa Ann
Syifa Ann
04 Juni 2017 | 4 tahun lalu

Puisi | Serupa Anai-anai Langit

1:Seperti anai-anaiTerbang landai, meremah, tercecer di bawah langitAda gadis kolong mengejar bis..Bisa sampai?Barangkali andai, atau entah, tak ada y

Fiksiana
1791
32
13
Surat pada Pawang Hujan
Syifa Ann
Syifa Ann
19 Maret 2017 | 4 tahun lalu

Surat pada Pawang Hujan

Di,Ada yang lebih inkrahDari putusan yang konon seadil-adilnya sudah;Helai-helai puisi; buah pikirmu itu indah; tentu sajaKau puisikan daun,Kau puisik

Fiksiana
169
10
6
Menerka Wajah Waktu
Syifa Ann
Syifa Ann
16 Maret 2017 | 4 tahun lalu

Menerka Wajah Waktu

Di,Kisahkan kepadaku perihal waktuKaubilang ia fanaYang abadi adalah kitaBisakah kita bekukan waktu dalam sebuah buku?Semua tentangmu, seperti biasa,

Fiksiana
267
10
6
Sayyid Jumianto
Sayyid Jumianto
18 Agustus 2016 | 4 tahun lalu

Menunggumu...

Dalam lelah Tak berujungMas sebentar lsgi Detik berganti menitAkhirnya jamLelah KubuatHati tersenyunWalau manyun Kubuat hati ceria

Fiksiana
60
2
2
Alang Alang
Alang Alang
15 Agustus 2016 | 4 tahun lalu

Halte

Kita terawang lagi malam di cumbu hujan Meniti kuncup dedaunan Menyulam debu di punggung jalan Mendinginkan panas kehidupan * Adapun kita tak kuasa me

Fiksiana
49
3
2
Syifa Ann
Syifa Ann
21 Desember 2015 | 5 tahun lalu

Kisah Selasar Tentang Lempar

Manis, Di bumi ini, segala yang dilempar pada akhirnya akan jatuh dan mendarat juga. Begitulah hukum gravitasi bumi bekerja, entah dengan cara apa san

Fiksiana
169
13
8
Syifa Ann
Syifa Ann
12 Desember 2015 | 5 tahun lalu

Bercerita Tentangmu

Bercerita tentangmu  Seperti melihat gerimis pagi Yang turun perlahan dari balik jendela Tanpa kutahu  Jendela itu ternyata mataku sendiri..

Fiksiana
247
11
6
Syifa Ann
Syifa Ann
09 Desember 2015 | 5 tahun lalu

Catatan Desember Sembilan

Pada Desember SembilanPenantian merajuk pada tungguDia berkisah perihal kapalYang menantang samudra tak jelas untuk dilayariHingga sekian hariKala ang

Fiksiana
176
16
12
Syifa Ann
Syifa Ann
16 November 2015 | 5 tahun lalu

Lembar Tunggu Lusuh Bernomer Tiga Puluh

:Aku benci setiap hal yang bernama menunggu. Tapi jika itu harus berlaku padaku ya sudah kuterima seperti biasa. Seperti duapuluhsembilan hari sebelum

Fiksiana
148
4
2
Syifa Ann
Syifa Ann
04 November 2015 | 5 tahun lalu

Percakapan Rembulan di Beranda Sang Waktu: Delapan Belas Hari Catatan Tunggu

: Delapanbelas hari berlalu dalam balada tunggu seirama mengeja kesabaran yang luka-luka dicakar-cakar waktu. Juga janji yang masih meminta untuk dise

Fiksiana
60
5
2
Syifa Ann
Syifa Ann
30 Oktober 2015 | 5 tahun lalu

Catatan Tunggu untuk Manisku di Hari ke Limabelas

: Terik siang menampakan diri bersama matahari yang memercikan sinar semangat pada sabar yang seperti sebelumnya masih setia pada tunggu yang masuki l

Fiksiana
112
11
7
Syifa Ann
Syifa Ann
28 Oktober 2015 | 5 tahun lalu

Merenda Dialog Tunggu di Hari ke Tigabelas

: Tigabelas kali mentari terbit dari timur menitipkan harap pada pagi dan terik pada siang musim kemarau, tigabelas kali matahari kembali tenggelam di

Fiksiana
48
3
4
Syifa Ann
Syifa Ann
27 Oktober 2015 | 5 tahun lalu

Kamu dan Dialog Tunggu di Hari ke Duabelas

: Duabelas kali matahari terbit dan tenggelam dan kamu masih bertahan merapatkan diri pada dermaga percaya. Ah kuperhatikan kamu sejak duabelas hari y

Fiksiana
89
7
4