Mohon tunggu...
Tabrani Yunis
Tabrani Yunis Mohon Tunggu... Guru - Tabrani Yunis adalah Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh, juga sebagai Chief editor majalah POTRET, majalah Anak Cerdas. Gemar menulis dan memfasilitasi berbagai training bagi kaum perempuan.

Tabrani Yunis adalah Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh, juga sebagai Chief editor majalah POTRET, majalah Anak Cerdas. Gemar menulis dan memfasilitasi berbagai training bagi kaum perempuan.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Freelance Motivator

14 November 2019   00:39 Diperbarui: 14 November 2019   00:41 74
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Alasannya jelas, aku sering memainkan peran sebagai motivator. Aku memberikan motivasi kepada orang-orang yang perlu diberikan motivasi untuk hidup dan berkembang dengan penuh kreativitas, innovasi dan produktif. 

Maka, aku mencoba menggali masalah apa yang mereka hadapi, lalu kemudian bertanya, " Andai tidak lulus PNS, apa yang anda akan lakukan ke depan?" Belum tahu, Bang. Begitu jawab merekaa. Kita lihat nanti. 

"Aku ingin berwirausaha, tapi tidak tahu usaha apa yang akan aku lakukan", ujar salah satu yang duduk di depanku.

Nah. itu adalah salah satu masalah besar yang ia hadapi, ketika nanti gagal menjadi CPNS. Maka, mendengar hal itu, kembali naluri motivatorku terguncang dan beriak-riak. 

Artinya muncul keinginan bisa menolong, walau dengan motivasi. Karena kalau untuk memberikan dana untuk modal usaha, tentu aku tidak bisa berikan. Aku sudah punya banyak pengalaman dalam memberikan pinjaman modal usaha kepada banyak orang, terutama perempuan dan remaja di Aceh. 

Namun, sebagai freelance motivator, ya motivator yang menjalankan kegiatan memberikan motivasi bukan berbasis tarif, tetapi dengan sukarela, voluntarisme, aku mulai secara perlahan membangun motivasi mereka. 

Bayangkan saja, apa yang bisa dilakukan apabila tidak ada ide atau gagasan dalam menjalankan usaha? Pertanyaannya lagi adalah bisnis apa yang akan dimiliki, ketika tidak ada gagasan yang akan diwujudkan? Nihil bukan?

Ya, tentulah hanya omong kosong untuk berwirausaha. Sebab, wirausaha itu ada, apabila ada ide atau gagasan yang akan diusahakan. Lalu, bagaimana kalau tidak ada ide? Jawabannya adalah tidak ada bisnis atau usaha. Lalu bagaimana? 

Ya, tidak bagaimana-bagaimanalah ya, kecuali harus segera mencari ide, mencari gagasan dengan cara mengamati, membaca dan bertanya-tanya kepada orang-orang yang sudah punya pengalaman dan kapasitas bisnis. 

Bisa dengan mencoba magang atau bekerja pada orang lain dahulu, untuk mencari ide bisnis. Bila sudah mendapatkan ide bisnis tersebut, maka identifikasi pula kapasitas diri, apakah akan bisa mewujudkan ide atau gagasan tersebut.

Percakapan baru pada persoalan ide atau gagasan dan potensi diri atau kapasitas diri. Sehingga tidak cukup waktu untuk beraksi sebagai motivator bayaran, seperti para motivator ulung yang banyak kita temukan di tempat-tempat training. Aku sebagai freelance motivator, berusaga memanfaatkan waktu yang tinggal setengah gelas seloki kopi Arabicca Gayo. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun