Mohon tunggu...
Tabrani Yunis
Tabrani Yunis Mohon Tunggu... Tabrani Yunis adalah Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh, juga sebagai Chief editor majalah POTRET, majalah Anak Cerdas. Gemar menulis dan memfasilitasi berbagai training bagi kaum perempuan.

Tabrani Yunis adalah Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh, juga sebagai Chief editor majalah POTRET, majalah Anak Cerdas. Gemar menulis dan memfasilitasi berbagai training bagi kaum perempuan.

Selanjutnya

Tutup

Atletik

Mandiri Jogja Marathon, Hadirkan Masa depan Olahraga ke Masa Kini Yang Superlatif

21 Mei 2019   23:52 Diperbarui: 22 Mei 2019   00:06 0 3 2 Mohon Tunggu...
Mandiri Jogja Marathon, Hadirkan Masa depan Olahraga ke Masa Kini Yang Superlatif
Dok.Kompasiana

Adakah kata-kata yang lebih pantas dan sangat apresiatif  diucapkan terhadap acara lomba lari marathon yang bertajuk Mandiri Jogja Marathon 2019 ini, selain kata the Superlative?  Yang paling atau yang Ter? Bisa jadi ada dan banyak sekali. Maka, wajar kalau banyak yang kita dengar demikian dari cerita-cerita orang, bahkan dari tulisan-tulisan para Kompasianer sendiri. Ungkapan "bukan sekadar olah raga", merupakan salah satu bukti dari ekspresi itu. 

Wow, it is amazing, juga yang banyak  disebut-sebut orang terhadap even olahraga yang diselenggara di Daerah Istimewa Jogjakarta ini. Event  ini adalah ajang olah raga yang begitu heboh, bahkan terheboh. Ya. Jelas  masih banyak lagi ungkapan serupa, namun semua itu bisa bermetaorphosis dalam satu ucapan the superlative. Masih ada yang lain? Ya. Silakan cari padanan kata yang sesuai atau cocok. 

Namun the superlative adalah yang ter dan ter di abad ini. Buktinya, ketika kita membaca tulisan para peserta blog competition yang diselenggarakan oleh Kompasiana ini, kita menemukan banyak sekali kehebatan, keunggulan atau kelebihan dari kegiatan kompetisi olah raga Mandiri Jogja marathon 2019 ini. 

Maka selayaknya kegiatan kompetisi olah raga Mandiri Jogja Marathon 2019 sebagai event olah raga yang superlative. Pertanyaannya adalah apa gerangan yang membuat kompetisi olah raga Mandiri Jogja Marathon yang ke tiga ini, menjadi superlatif? Event olah raga lari marathon yang serba paling alias ter ( the most) all ever. 

Ada banyak hal yang membuat event ini superlatif. Pertama, ini adalah event olah raga yang termutakhir yang dilaksanakan di tahun 2019 ini. Ya, ini adalah lomba yang paling akhir saat ini. Kedua, event ini adalah event olahraga yang pesertanya terbanyak dari luar Jogja. Menurut Kompasiana diikuti oleh lebih kurang 7500 peserta, dimana 85 persen berasal dari luar Jogjakarta. Ketiga, dalam kompetisi kali ini juga diikuti oleh atlet-atlet Marathon ternama, bukan saja dari Indonesia, tetapi juga dari altlet Internasional. 

Ke empat, agenda kompetisi Mandiri Jogja Marathon ini merupakan event terintegrasi atau terpadu, yang memadukan antara olah raga marathon dengan pariwisata. Dengan memadukan unsur wisata, bangunan bersejarah dan kuliner, membuat kegiatan ini semakin menarik dan mampu menyedot banyak peminat. Ke lima, sebagai olahraga yang termurah, karena tidak membutuhkan peralatan olah raga yang serba mahal, olah raga ini juga telah melibatkan banyak peserta dan juga partisipasi masyarakat di sekitar kawasan lomba. 

Bahkan mampu mengundang para atlet dari dunia internasional. Ke enam, even olah raga bergengsi ini juga melewati kawasan-kawasan wisata terpopular atau terkenal, seperti Candi Prambanan, candi Plaosan, dan monument Taruna. Ini juga menjadi kesempatan untuk terus secara berkelanjutan mempromosikan lokasi-lokasi wisata bersejarah di wilayah Jogjakarta yang selama ini menjadi destinasi wisata. Ke tujuh, dengan dilewatinya rute-rute daerah wisata tersebut, event olah raga marathon kali ini juga memperlihatkan keramahtamahan masyarakat Jogja dan dukungan masyarakat terhadap event ini. 

Bahkan event ini membuktikan bahwa masyarakat juga mau memberikan sajian makanan gratis terbanyak kepada para pengunjung. Dengan demikian, even ini menjadi ajang memperkenalkan masakan atau kuliner Jogja kepada para atlet dan pengunjung yang datang ke Jogja. Ke delapan, ajang lomba Marathon ini bisa pula dicatat sebagai ajang olahraga tersegar, karena kawasan yang dilalui merupakan kawasan bersih dan sejuk. 

Ditambah lagi dengan sifat olah raga yang bersih, tanpa menggunakan alat-alat yang mencemarkan udara. Ke sembilan, dilihat dari perspektif penyelenggara, kita bisa pula menyimpulkan bahwa penyelenggara kompetisi olah raga marathon ini merupakan penyelenggara dari bank  yang sudah sangat terkenal di tanah air. Ke sepuluh, tak dapat dipungkiri bahwa event olah raga sebesar ini, pasti didukung oleh para pelaku atau team yang tertangguh.

Sebab,bila Team penyelenggara tidak setangguh ini, sangat berat menyelenggarakan acara atau even olahraga yang berskala internasional tersebut. Ke sebelas, event sekelas kompetisi marathon tahunan yang tahun ini berbeda dibandingkan dengan even yang diselenggarakan pada dua kali sebelumnya ini dapat dikatakan sebagai hasil olah pikir yang sangat atau terkreatif dalam mendesain acara yang memadukan semua unsur olah raga,wisata dan kuliner dalam jumlah yang besar. 

Bukan hanya itu, even olahraga bergengsi ini juga merupakan hasil pemikiran yang sangat innovatif, hingga terlihat banyak hal terbaru dalam kegiatan kompetisi yang bukan sekadar olah raga itu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2