Tabrani Yunis
Tabrani Yunis Guru

Tabrani Yunis adalah Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh, juga sebagai Chief editor majalah POTRET, menerbitkan majalah Anak Cerdas. Gemar menulis dan memfasilitasi berbagai training bagi kaum perempuan.

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Anak Cerdas Pun Kini Terbit Online

11 Agustus 2018   00:32 Diperbarui: 11 Agustus 2018   18:07 498 6 3
Anak Cerdas Pun Kini Terbit Online
Dok. Majalah Anak Cerdas

Oleh Tabrani Yunis

Usia majalah Anak Cerdas, the children magazine yang diterbitkan oleh Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh, sejak Mai 2013 lalu, masih seumur jagung. Belum seumur majalah anak yang terbit di Jakarta, seperti majalah Bobo, Anak Saleh atau lainnya yang jumlahnya sangat sedikit itu. Ibarat usia anak-anak, majalah Anak Cerdas itu masih ingusan. 

Ya, masih sekitar 5 tahunan. Bila masuk sekolah, masih belum diterima, karena usia masuk ke sekolah dasar, harus 7 tahun. Jadi, kalau begitu, usia majalah Anak Cerdas ini, masih usia Taman kanak-kanak, bukan?

Nah, sebagai sebuah majalah anak yang masih berumur sekitaran 5 tahunan tersebut, sebagaimana layaknya usia anak lima tahunan,  majalah ini jelas belum memiliki daya tahan, untuk bertahan hidup hingga melewati masa puber dan dewasa. Pada usia yang lima tahunan ini, selayaknya majalah Anak Cerdas yang terbit dalam rangka membangun gerakan gemar berkarya sejak usia dini ini, perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.  Namun apa daya, untuk usaha seperti ini, dukungan itu hanya ada dalam angan. Padahal, dukungan para pihak sangat dibutuhkan.

Ya, dukungan yang bisa menjamin majalah anak-anak yang terbit di daerah, di ujung Sumatera ini bisa terbit secara berkelanjutan, selama anak-anak masih dilarang menggunakan gawai dan media online, karena takut mengalami banyak gangguan yang merusak. paling tidak, majalah Anak Cerdas bisa hadir menemani dan membangun gerakan membaca, menulis dan berkarya sejak usia dini, tanpa terganggu oleh radiasi. Maka, sesungguhnya majalah Anak Cerdas edisi cetak, masih diperlukan untuk mencerdaskan anak-anak di negeri ini.

Namun apa daya, majalah Anak Cerdas sebagai satu-satunya majalah anak yang terbit di Aceh, bahkan di Sumatera ini, sejalan seirama dengan nasib media cetak saat ini, yang satu per satu tumbang dan gulung tikar, kemudian beralih ke media online atau daring. Majalah Anak Cerdas yang selayaknya tetap terbit dalam bentuk cetak, kini harus menyiapkan diri dan menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini. Tuntutan zaman, semua akan menjadi online.

Bayangkan saja, bagaimana Anak Cerdas bisa terbit, yang sejak edisi perdana hingga kini, tanpa didukung oleh iklan? Pasti banyak yang berkata, bagaimana bisa terbit? Apalagi majalah ini terbit di Aceh, yang secara geografis berada di wilayah paling ujung barat Indonesia. 

Posisi ini, sebenarnya bukan posisi yang menguntungkan bagi sebuah media dilihat dari sudut pandang distribusi. Untuk melakukan distribusi ke wilayah-wilayah Indonesia bagian tengah dan timur, akan memakan biaya yang cukup mahal dan dipandang tidak efisien dan efektif.

Apabila wilayah distribusi terlalu jauh dan sulit dijangkau, maka secara otomatis sebaran majalah juga menjadi sempit. Sempitnya wilayah seberan, akan memperkecil pangsa pasar. Artinya jumlah majalah Anak Cerdas yang bisa dijual di pasaran akan sangat terbatas. Dengan demikian, dalam perspektif biaya, menerbitkan majalah Anak Cerdas sudah kalah dan tidak menguntungkan. 

Ya tidak menguntungkan secara finansial, bahkan bisa jadi untuk biaya operasional saja tidak bisa ditutup. Namun demikian, alhamdulilah, majalah ini bisa sampai 5 tahunan. Mengapa bisa? Apa rahasianya?  Rahasianya memang perlu diungkap. Biasanya, sebuah media cetak yang dikelola secara bisnis, bila sekali atau dua kali terbit, tidak membawa untung, maka pilihan terbainya adalah menghentikan atau tidak terbit lagi. 

Sementara majalah Anak Cerdas, selama 5 tahun itu pula terbit tanpa iklan dan dengan omset penjualan yang sangat rendah. Lalu, memilih tetap terbit, walau tanpa ada keuntungan finansial. Gila bukan? 

Ya, memang gila, tetapi bukan gila benaran ya!. Hingga kini, majalah Anak Cerdas masih terus berusaha tetap terbit untuk bisa menjadi media atau wadah anak-anak Indonesia yang kreatif, walau sangat berat dan kini mulai tersendat sejalan dengan semakin naiknya harga kertas. Akibatnya, saat ini terpaksa harus banting setir, menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini. 

Ya, menyesuaikan dengan perkembangan teknologi digital dan kebutuhan tersedianya media anak secara online dalam bingkai yang edukatif saat ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini, anak-anak kita sudah sulit dilepaskan dari penggunaan gawai atau gadgets. Kita pun tidak bisa melarang, apalagi memutuskan rantai penggunaan gawai di kalangan anak-anak. 

Oleh sebab itu, sadar akan kondisi yang demikian, majalah Anak Cerdas, mulai bulan ini menyediakan majalah Anak Cerdas versi online  yang diberi nama yang sama, yakni, www.majalahanakcerdas.com, dengan kualitas gambar yang bagus dan menarik. Tentu saja kondisinya belum normal sebagaimana layaknya media yang lain. Diharapkan www.majalahanakcerdas.com ini bisa menjadi media atau majalah anak yang bisa diakses dan dibaca di mana saja dan kapan saja. Agar majalah online ini bisa lebih luas diakses oleh anak-anak di seluruh penjuru dunia, maka posisi anak bukan hanya dijadikan sebagai penikmat atau bahkan penonton atau pembaca saja, tetapi diperlukan kerja sama para pihak untuk mendorong anak-anak mau berkarya sejak usia dini hingga mampu menjadi sosok yang kreatif, kritis serta produktif.

Jadi, kini dengan penuh suka cita, majalahanakcerdas.com kini sudah bisa diakses, sebagai pengobat batin, sebagai media yang portable bagi anak-anak kapan saja dan dimana saja. Itulah media bagi anak-anak yang saat ini masih aktif dan suka berkarya.

http://www.majalahanakcerdas.com