Mohon tunggu...
Surya Syurgana Akmal
Surya Syurgana Akmal Mohon Tunggu... Menghabiskan sisa usia di ujung selatan Riau

Dari kecil senang pertanian sampai akhirnya kuliah pertanian, kemudian pulang kampung untuk berkebun menyiapkan bekal pulang ke kampung akhirat.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Mengintip Pola Makan Food Combining

7 Juli 2020   21:03 Diperbarui: 7 Juli 2020   21:11 22 6 0 Mohon Tunggu...

Pola makan menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan dewasa ini. Ada dua dampak ekstrim dari tidak idealnya pola makan seseorang yaitu dampak kurang gizi atau kelebihan berat badan. Dalam bentuk kasus yang populer orang menyebutnya gizi buruk dan obesitas. 

Secara spesifik, tema gizi buruk lebih banyak difokuskan pada anak-anak yaitu yang kita kenal sebagai istilah stunting. Pencegahan stunting dilakukan secara masif dengan melibatkan otoritas berwenang (Pemerintah dan Pemerintah Daerah). Dana yang digelontorkan pun tak sedikit.

Lain halnya dengan stunting, Obesitas tidak terlalu menjadi perhatian otoritas berwenang (Pemerintah dan Pemerintah Daerah). Kalau gizi buruk lebih banyak menimpa orang-orang tak mampu dan pendidikan rendah, maka obesitas justru menimpa mereka-mereka yang mapan dalam hal materi dan pendidikan. 

Meskipun tak dibiayai pemerintah, gaung gaya hidup untuk memerangi obesitas ini cukup masif, Artikel-artikel nya pun tersedia cukup banyak, belum lagi kita bicara varian metode dan produk-produk pendukungnya. 

Ragam metode dan produk-produk untuk "memerangi" kelebihan berat badan ini seolah jadi trend baru masyarakat perkotaan terutama yang memang lebih rentan diserang oleh "penyakit" obesitas ini.

Kita kembali kepada judul yaitu Mengintip Pola Makan Food Combining. Jadi titik tekan ini cuma "mengintip" atau sebagai pengantar pengenalan agar kita tidak menjadi penyuka atau pembenci sesuatu tanpa informasi yang memadai. 

Saya sendiri pernah melakukan Pola Food Combining dalam kurun waktu beberapa bulan. Dan sukses dalam penurunan berat badan maupun membuat badan lebih bugar dan perut lebih nyaman. Kendala saya dalam menerapkannya dalam jangka waktu yang lama sebenarnya cuma masalah menjaga kedisiplinan saja.

Sebenarnya Food Combining bukanlah sesuatu yang baru dalam pola makan manusia. Para pengikut Ayurveda dari India dan orang- orang Esseni di Palestina pernah menerapkan pola serupa Food Combining. 

Pola makan sehat ini mulai diperkenalkan oleh Dr. Willian Howard Hay pada awal abad ke-20. Salah satu buku berbahasa Inggris berjudul Fit for Life karangan Harvey dan Marilyn Diamond juga bercerita banyak mengenai pola makan ini. 

Di Indonesia kita mengenal nama Andang Gunawan, Wied Harry Apriadji dan Erikar Lebang. Di Indonesia sebuah buku mengenai Food Combining pernah ditulis oleh Ibu Andang Gunawan. Kemudian ada juga beberapa buku yang ditulis oleh Erikar Lebang.

Pola makan Food Combining menjadikan kondisi Homeostatis sebagai tujuan utama yaitu kondisi ideal dalam tubuh saat seluruh fungsi berjalan normal dengan meberikan perhatian pada kondisi keasaman (asam-basa).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x