Mohon tunggu...
Syivaun Nadhiroh
Syivaun Nadhiroh Mohon Tunggu... Wiraswasta - IRT sekaligus Mahasiswi Magister Pendidikan Islam UIN MALIKI Malang

Menjadi Manusia yang mengerti akan makna kehidupan dengan Antusias, Semangat, Smart, Kreatif dan Inovatif. Semoga Sukses dan Berkah, amiin... SEMANGAT-SEMANGAT.....

Selanjutnya

Tutup

Film

Hikmatut Tasyri' dari Film "The Physician" (Ibnu Sina)

27 Juli 2020   09:55 Diperbarui: 27 Juli 2020   10:11 1197
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Jika dilihat dengan rumusan masalah yang dilakukannya, mengapa dia mencari ilmu?, mengapa di Isfahan? Dan untuk apa atau siapa dia mencari ilmu?, pertanyaan-pertanyaan tersebut hadir dalam merangkap keberlangsungan Rob ketika mencari ilmu. Kemudian unsur-unsur yang menjadi kendali dan faktor pendukung di dalamnya adalah, keluarga, bangsa Barat, bangsa Timur (Isfahan, Persia), orang Yahudi, kerajaan Persia (Shah Ala ad-Daula), Ibnu Sina, Madrasah, Organ tubuh manusia sebagai praktek pembedahan dan orang Islam.

Berawal dari keluarga, melihat ibunya yang sakit tipes kemudian tidak ada yang bisa menyembuhkannya sampai dia meninggal, merupakan suatu pukulan semangat bagi Rob, untuk mencari cara menyembuhkannya. Bahkan dia menginginkan ibunya kembali hadir bersamanya. Tapi nasi sudah menjadi bubur, takdir yang tidak bisa bersahabat pada waktu itu. 

Rob yang memiliki dua saudara yang lebih kecil darinya telah dipisahkan, yang kedua saudaranya di adopsi oleh orang lain dan Rob sendiri tidak memiliki tempat tinggal dan kemanakah dia akan pergi, dia juga belum tahu. Tibalah dia bertemu dan memohon kepada tukang cukur untuk menerimanya, Rob yang akan menjadi pembantunya dalam segala hal, sampai Rob bisa menyembuhkan penyakit kelainan dengan cara mereka sendiri, dengan dasar ilmunya yang sedikit.

Berjalanannya waktu itu ilmu kedokteran di Barat tidak maju dibandingkan dengan Timur, yang sudah menjadi penyebar dan kontribusi ilmu yang banyak dibutuhkan oleh seluruh umat manusia. Bersama menggerakkan niat, Rob bergabung dengan kelompok yahudi yang akan berjalan ke Isfahan dan itupun dia harus melakukan "sunat" supaya diterima oleh mereka.

Sampai tibalah dia di madrasah Ibnu Sina, belajar dan menggali semua pelajaran di sana sampai tidak meninggalkan satu pun dari pelajaran tersebut, mengingat perjalanan yang tidak begitu mudah.

Dari perjalanan Rob, dan dengan latar belakang dalam pencarian ilmu itu, menjadikan hukum ilmu itu wajib bagi mereka yang ingin hidup bahagia di dunia, akhirat dan keduanya. Maka jika ilmu itu wajib maka belajarpun juga dikatakan demikian. Menjadi wajib.

Kejadian Kedua :

Wabah Black Death

Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi bani Isril, bahwa: Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. [al-M`idah/5:32]

Penjelasan semacam ini mengatkan bahwa pengiriman wabah black death (pes) menjadikan pembunuhan secara sengaja yang mengakibatkan seluruh penduduk Persia mengalami penyakit yang mematikan. Bahkan dari Bani Seljuk mengabaikan tanda dari Shah dengan dikirimkannya sepenggal kepala putra Seljuk. Mereka menganggap (Bani Seljuk) untuk mengajak perdamaian yang sempurna, akan tetapi Shah menolak dengan memenggal kepala putra Seljuk. Dengan kemarahan yang luar biasa pimpinan Bani Seljuk berencana untuk mengirimkan wabah tersebut, supaya seluruh penduduk Isfahan mati dan mereka bisa menguasai Persia.

Melihat perkara serius ini jika ditimbang dengan hikmatut tasyri' dengan 5 kategori hukum, yaitu pertama menjaga agama, dari ini mereka tidak bisa menjaganya dengan keutuhan yang nyata, sebab sebagai seorang muslim setidaknya bukan sebuah kemarahan untuk menolak sebuah perdamaian, melainkan dengan musyawarah dan kemufakatan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun