Mohon tunggu...
Syifa Nurul Hasanah
Syifa Nurul Hasanah Mohon Tunggu... Mahasiswa - UPI Bandung 2018

Suka makan, suka rebahan, suka jalan jalan. Keep low profile and jangan pilih pilih teman, kecuali dia toxic haha :)

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Kekerasan Orang Tua Berpengaruh terhadap Pertumbuhan Anak dan Masa Depannya

20 Oktober 2021   10:47 Diperbarui: 20 Oktober 2021   10:53 18 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Anak merupakan anugerah terindah yang diberikan oleh Tuhan kepada sepasang muda-mudi yang telah menikah. Beberapa orang pun mengatakan bahwa, kehadiran seorang anak sangatlah ditunggu dalam kehidupan. bahkan anak merupakan harta yang sangat berharga. Dalam sebuah literatur disebutkan pula, seorang anak merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan akan membawa bangsa menjadi maju. Anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus diperhatikan kesejahteraan sosialnya. Melalui definisi di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa seorang anak merupakan sesuatu yang sangat diharapkan kehadirannya, sosok yang sangat dicintai dan disayang dalam sebuah keluarga serta merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat mengharumkan nama bangsa itu sendiri. Seperti yang kita ketahui, dalam sebuah keluarga seorang anak haruslah dididik, disayang, dicintai, dan diperlakukan dengan baik oleh keluarganya terutana orang tua. Namun belakangan ini, ada banyak kekerasan yang terjadi pada anak yang mirisnya dilakukan oleh anggota keluarga sang anak itu sendiri, bahkan orang tuanya. Fenomena ini merupakan masalah yang serius bagi saya, bahkan beberapa ahli kekerasan anak merupakan hal yang sangat fatal dilakukan. Ada beberapa pendapat psikolog mengenai dampak kekrasan orang tua kepada anak. 

1. Anak menjadi tidak percaya diri

    Dalam ilmu psikologi, ada istilah bernama konsep diri. Konsep diri ini sangat penting dibentuk dalam aneka macam tahap perkembangan manusia. Munculnya orang-orang dengan sifat pemalu, periang, mudah cemas, serta emosional berhubungan dengan konsep diri. Bagi anak yang suka diperlakukan kasar oleh orang tuanya, maka akan timbul adanya sikap tidak percaya diri. "Bagaimana mau percaya diri, kalau anak tersebut tidak merasa nyaman di rumahnya", menurut Elok.

2. Anak berpotensi melakukan kekerasan yang serupa

Dalam ilmu psikologi behavior, ada istilah yang bernama "imitasi tindakan". Jadi sejatinya, manusia adalah makhluk yang suka berbuat imitasi atau mencontoh sesuatu. Seorang anak yang hidup di lingkungan dengan energi yang positif, maka ia akan tumbuh menjadi pribadi positif. Sebaliknya, seorang anak yang hidup di lingkungan dengan energi yang negatif, kasar, penuh caci-maki, hinaan, dan bentakan, maka ia akan tumbuh menjadi sosok pribadi yang negatif pula. Menurut Dr. Elok Halimatus Sa'diyah, M.Si, "Bisa jadi anak yang terbiasa diperlakukan kasar, akan melakukan kekerasan kepada orang terdekatnya seperti teman, kekasih, atau anaknya nanti, maka dari itu harus ada bimbingan konseling bagi anak yang diperlakukan kasar. Sedangkan ibunya juga harus didampingi, agar bisa mengatur emosinya." imbuhnya. 

\3. Anak akan mencari perhatian dan pelampiasan di luar rumah

Anak yang sering menerima kekerasan, baik secara fisik maupun psikis, akan mencari pelampiasan di luar rumah. "Bisa dilihat kalau anak melakukan tindakan buruk, pasti berawal dari keluarganya yang tidak benar dalam membimbing', kata Dr. Elok. Menurutnys lagi, perhatian dan pelampiasan di luar rumah bisa bermacam-macam bentuknya, bisa seks bebas, meminta perhatian lebih kepada pacarnya ataupun teman-temannya, dan lain-lain yang negatif. 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan