Mohon tunggu...
Syifa Maulida Hajiri
Syifa Maulida Hajiri Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Gadjah Mada

Syifa tertarik dengan dunia jurnalistik dan media kreatif, terutama dalam serba-serbi perfilman.

Selanjutnya

Tutup

Beauty Pilihan

Perjuangan Lepas Ketergantungan Krim Dokter

1 Oktober 2022   18:38 Diperbarui: 1 Oktober 2022   18:40 110 6 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi kulit sehat, Gambar: Freepik/cookie_studio

Kesehatan dan penampilan kulit merupakan salah satu hal yang berdampak pada kepercayaan diri seseorang. Dalam tulisan sebelumnya, saya sempat sedikit bercerita tentang masa sulit saya ketika berjuang melawan jerawat di wajah yang sangat parah. Salah satu poin yang saya sampaikan adalah tentang pentingnya memilih produk pembersih wajah yang tepat.

Ketika wajah saya berjerawat parah, saya berkonsultasi ke dokter SPKK untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter kemudian memberikan saya beberapa krim perawatan wajah yang terdiri dari pelembab, tabir surya, dan yang paling esensial adalah krim acne spot

Produk-produk racikan dokter itu sangat membantu kesembuhan jerawat saya. Kulit wajah saya jauh lebih baik. Namun, sayangnya saat itu saya jadi ketergantungan dengan krim resep dokter. Setiap krim habis, saya langsung segera kembali ke dokter itu dan membeli krim lagi. Akhirnya saya mencari cara agar dapat terbebas dari ketergantungan krim dokter, tetapi tetap bisa memiliki wajah bebas jerawat.

  1. Menghindari konsumsi makanan dan minuman instan

Ketika masih sekolah di SMP, saya sangat sering mengonsumsi makanan ataupun minuman instan yang dijual di kantin sekolah. Saat itu saya berpikir bahwa konsumsi itu pastinya akan memiliki efek negatif bagi tubuh saya, terutama bagi kulit. 

Saya beralih menjadi lebih banyak konsumsi air putih. Di sekolah pun, saya memilih untuk jajan jus buah, yang lebih sehat, daripada jajan minuman instan.

  1. Menghindari konsumsi makanan pedas

Keputusan untuk menghindari konsumsi makanan pedas saya lakukan karena saya merasa makanan pedas menimbulkan jerawat atau bruntusan baru di muka saya. Entahlah apakah sudah ada penelitian medis tentang ini. Saya melakukan ini karena saya mencoba listen to my body. Memahami apa-apa saja yang kira-kira bisa mendatangkan efek negatif di kulit, dan yang saya amati konsumsi makanan pedas adalah salah satunya. 

Jujur saja, makanan pedas adalah favorit saya. Ini menjadi salah satu tantangan bagi saya saat itu untuk bisa menjaga kulit agar tetap bebas jerawat.

  1. Tidak memegang-megang wajah

Saat saya sangat intens merawat kulit, saya tidak mau sembarangan memegang-megang kulit wajah. Alasannya? Karena tangan itu bisa menjadi sarang kuman. Tangan seringkali memiliki banyak kontak dengan benda-benda di sekitar, misalnya meja, kursi, handphone, dan lain-lain. Kita tidak bisa tahu apakah barang-barang itu bersih. Ketika memegang wajah, bisa saja tangan kita kotor dan bisa menimbulkan jerawat di wajah.

  1. Mencuci muka dua kali sehari

Cuci muka adalah rutinitas penting bagi saya. Setelah seharian menjalankan aktivitas, baik di sekolah maupun di luar, wajah jadi terasa kotor dan membuat saya tidak nyaman. Saat itu, kegiatan cuci muka ini saya lakukan cukup dua kali sehari saja. Ya, tepat dua kali, tidak kurang tidak lebih. Kenapa? Ternyata mencuci muka lebih dari dua kali sehari malah berdampak buruk bagi kulit saya. Bruntusan dan jerawat malah muncul. Saya rasa hal itu dipicu oleh kulit yang jadi terlalu kering karena terlalu banyak mencuci muka. Jadi saya putuskan cuci muka menggunakan pembersih wajah cukup dua kali sehari saja, sebelum memulai aktivitas di pagi hari dan sebelum tidur di malam hari.

Itulah beberapa hal penting yang saya lakukan untuk akhirnya bisa bebas ketergantungan krim dokter. Saya rasa, salah satu poin terpentingnya adalah mengubah pola makan menjadi lebih sehat dan memperhatikan kebersihan, karena hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan kulit kita juga.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Beauty Selengkapnya
Lihat Beauty Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan