Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Dosen - Penulis - Pegiat Literasi - Konsultan

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Edukator Dana Pensiun. Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis dan Editor dari 39 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang. Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bacaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor serta penasehat Forum TBM Kab. Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Kampanyekan Baca Buku, Taman Bacaan Lentera Pustaka Bikin Catwalk Literasi

9 September 2022   16:59 Diperbarui: 9 September 2022   17:07 89 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: TBM Lentera Pustaka

Memperingati Hari Aksara Internasional dan di tengah mabuk Citayam Fashion Week (CFW) di Kawasan Dukuh Atas Jakarta, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak mengkampanyekan catwalk literasi "Gunung Salak Literation Week -- GSLW" sebagai ajang ekspresi di zebra cross dengan aksesori wajib membawa buku. GSLW ini dibuat meniru CFW, hanya bedanya saat menyeberang zebra cross wajib membawa buku sebagai bagian kampanye pentingnya membaca buku, di samping kepedulian terhadap taman taman bacaan dan gerakan literasi.

Digagas oleh Syarifudin Yunus, Pendiri TBM Lentera Pustaka, GSLW ini ditujukan untuk meningkatkan kegemaran membaca anak-anak dan masyarakat dengan cara yang menarik dan kreatif. Agar tidak hanya bergaya catwalk semata tapi lupa membaca buku. Maka setiap orang yang mau ber-catwalk literasi diwajibkan membawa buku yang tersedia di taman bacaan. Bahkan iiringin musik yang energik.

"Gunung Salak Literation Week (GSLW) ini, cara saya untuk mendekatkan buku dengan anak-anak dan semua orang. Agar literasi bersifat inklusif. Zebra cross saya yang bikin. Selain kampanye pentingnya baca buku du era digital, sekaligu menjadi taman bacaan sebagai tempat yang asyik dan menyenangkan. Silakan bergaya catwalk di taman bacaan, tidak usah ke Dukuh Atas. Agar literasi tetap tegak di kampung-kampung," ujar Syarifudin Yunus, penggagas Gunung Salak Literation Week di Bogor hari ini (8/9/2022).

Daripada pergi jauh-jauh ke Jakarta, Gunung Salak Literation Week pun bisa jadi pilihan para ABG atau remaja di Bogor, Bojong Gede, Citayam bila ingin ber-catwalk ria atau bergaya di jalanan. Tapi sambil memegang buku saat bergaya. Agar para remaja tetap membawa misi kreativitas yang positif dan literat, tidak hanya sekadar ekspresi diri.

Selain menjadi sarana untuk menggerakkan tradisi baca dan budaya literasi anak-anak usia sekolah dan masyarakat, GSLW pun menajdi solusi dari "rasa ingin tahu" anak-anak kampung tentang "catwalk di zebra cross" yang ramai diperbincangkan. Inilah cara sederhana taman bacaan dalam mensosialisasikan pentingnya membaca buku.

Untuk itu, TBM Lentera Pustaka mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap aktivitas membaca anak. Agar tidak melulu hanya main atau nongkrong yang tidak manfaat, di samping tidak terlindas gawai yang kian membelenggu anak-anak. Melalui GSLW, buku bacaan dapat menjadi energi untuk mencetak generasi muda yang berkualitas. Hingga tercipta manusia yang literat, manusia yang memahami realitas kehidupan secara objektif.

Dengan adanya GSLW, setiap tamu dan masyarakat yang datang ke TBM Lentera Pustaka pun dapat bergaya catwalk literasi di atas zebra cross yang lebih menarik. Demi tegaknya tradisi baca dan budaya literasi. Salam literasi #CatwalkLiterasi #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan