Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Dosen - Penulis - Pegiat Literasi - Konsultan

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Edukator Dana Pensiun. Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis dan Editor dari 39 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang. Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bacaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor serta penasehat Forum TBM Kab. Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Peran Relawan di Taman Bacaan, Memastikan Aktivitas Literasi Berjalan Optimal

5 September 2022   07:18 Diperbarui: 5 September 2022   07:34 120 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: TBM Lentera Pustaka

Ini kisah nyata di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka. Ketika saya sebagai pendirinya, harus meninggalkan aktivitas di taman bacaan selama 3 hari. Untuk mengikuti Kemah Literasi Jawa Barat 2022 yang digelar oleh Forum TBM Jawa Barat di Jatiangor Sumedang pada 2-4 September 2022 kemarin.

Selama ditinggalkan, apakah aktivitas taman bacaan kosong alias tidak berjalan?

Faktanya tidak, karena para relawan dan wali baca bahu-membahu menjalankan aktivitas di taman bacaan. Kegiatan "Lab. Baca" TBM Lentera Pustaka setiap hari Minggu pagi ditangani para relawan. Mereka "terjun langsung" membimbing puluhan anak-anak pembaca aktif. 

Untuk tetap berada di taman bacaan dan dekat dengan buku. Para relawan seperti Misbach, Alwi, Fadil, Sabda, Resa, Susi, Ai, Dilla, dan Zhia secara rutin tiap Minggu secara sukarela dan berkiprah di taman bacaan. Relawan membimbing aktivitas membaca anak-anak di pagi hari dan mengajar Gerakan BERantas BUta aksaRA (GEBERBURA) TBM Lentera Pustaka di siang hari (4/9/2022).

Peran relawan di taman bacaan itu sangat penting. Semangat kerelawanan untuk membantu orang lain telah menjadi "jalan hidup sosial" yang mereka tempuh. Karena relawan di taman bacaan, bukan bekerja atas nama uang, Tapi atas nama hati dan ruang kebaikan. Karena itu, jadilah relawan di taman bacaan.

Harus diakui, taman bacaan sebagai aktivitas sosial sangat membutuhkan relawan. Untuk memastikan semua program literasi dan kegiatan membaca berjalan secara optimal. Relawan-lah ujung tombak taman bacaan, yang saling bahu-membahu dan saling melengkapi demi tegaknya tradisi baca dan budaya litetrasi masyarakat.

Memang tidak mudah menjadi relawan. Butuh komitmen dan konsistensi untuk mengabdi di taman bacaan. Maka setiap relawan harus punya semangat membantu orang lain yang tercermin dalam sikap:

1. Sensitivity, punya rasa peka terhadap keadaan lingkungan sekitarnya.

2. Emphaty, punya sikap untuk merasakan apa yang orang lain alami.

3. Ability, punya kemampuan untuk membantu orang lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan